Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

BdDomino - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku – Ini kisah kejadian tahun 2009 silam. Kisah pemerkosaanku yang keempat. Seperti biasa.. cerita apa adanya tidak ada yg dilebihkan. Semua nama fiktif. Ok, mari kita simak.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Aku mengenal Sherly dari komunitas latihan bela diri silat, di bogor. Dia satu-satunya murid perempuan di perguruan itu. Sherly anak kuliahan, umurnya 20 tahun, saat itu aku berumur 29 tahun. Yang aku tahu Sherly pacaran dengan Rudy, teman seperguruan ku. Sherly anak lugu, cantik, oriental, tinggi 168 cm, pinggangnya kecil, pinggul dan pantatnya membulat indah, lebar bahunya cukup bagi orang yang sering olah raga.

Ukuran bra 34B, kulit putih agak kuning. Rambut hitam panjang sampai payudara. Kami sering mengobrol di saat istirahat latihan. Tentang kuliah, makanan, film, dll. Kami latihan disebuah pondok di suatu daerah bogor. Ukuran rumah kecil dengan halaman luas buat latihan. Jumlah anak-anak yang latihan hanya sekitar 4-5 orang saja.

Pernah suatu kali ketika Sherly sehabis latihan berberes untuk pulang, saat itu aku hendak mengambil minuman di dapur, waktu itu Sherly sedang mengganti celana, area koridor dapur cukup sempit, aku sempat melihat dia saat menaikkan celana panjang bermotif bunga, tepat beberapa detik sebelum celana panjang naik, aku melihat bongkahan pantat, pinggulnya yang mutih mulus terbalut celana dalam putih dengan garis-garis merah muda. Jantungku terasa berhenti mendadak beberapa detik. Indah sekali jika aku bisa memiliki gadis seperti dia, dalam hatiku.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Sherly sedikit terkejut ketika aku muncul, “eh, kak Tommy, belum pulang kak?”. Sapanya sambil memasukkan baju latihan ke dalam tas olah raganya. “Ya Sher, sebentar lagi nih.” Jawabku. Jalan menuju area dapur di area kami berada sekitar hanya 50 cm lebarnya, karena ada meja tempat Sherly meletakkan tas membuat lorong itu menjadi sempit.

Kumpulan Video Bokep Online :
Bokep Jepang , Bokep Barat , Bokep Korea , Bokep Indonesia dan Bokep Asia

Ketika aku mau melewati Sherly, aku menatap pantatnya yang montok itu, kini dibalut celana panjang bermotif bunga. Celana panjang itu cukup tipis sehingga garis celana dalam tercetak jelas. “Permisi ya Sher, mau ke dapur nih”. Posisi badanku menyamping, sengaja menghadap Sherly. Posisi Sherly menghadap meja agak sedikit membungkuk. Dia masih sibuk merapihkan tas nya. “Silahkan kak…” sambil tersenyum manis.

Aku melewatinya dengan posisi membelakangi Sherly, penisku mulai mengeras dan memang sengaja bukan membelakangi, supaya penisku bisa bergesekan dengan pantat Sherly. Dan benar saja, ketika aku melewati, terpaksa menyenggol pantat Sherly, dan aku pura-pura cuek lewat dengan pelan. Pantatnya Sherly begitu kenyal lembuut sekali.

Ahh, empuknya berbeda dengan pantat pacarku yang kencang. Aku pikir mungkinkah ini pantat perawan, masih sangat lembut sekali. Otakku sudah mulai ngeres. Aku sempat berhenti diam sesaat diposisi itu. Sherly benar-benar lugu atau apa, dia tidak memperdulikan sentuhan itu dan masih sibuk melipat baju. Sampai dia tersadar “oh, kak Tommy.. kesempitan yah? Sorry kak” katanya sambil merapatkan badannya ke arah meja. Pantatnya jadi menjauh, tangannya menahan meja mengusahakan tubuhnya merapat meja agar ada ruang buat aku lewat.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Aku hanya tersenyum sambil berlalu. Setelah sampai kulkas dapur, aku menoleh kebelakang melihat Sherly, dari atas sampai kakinya kunikmati secara visual. Dia masih melanjutkan merapihkan baju dalam tas. Sampai beberapa saat kemudian Rudy muncul memeluk Sherly dari belakang. Rudy melihatku menyapa dengan senyum, aku membalas juga dengan anggukan dan senyum, lalu aku membuang pandangan dari mereka. Aku membuka kulkas dan mencari botol minumanku. Bokep Barat

Singkat cerita, Sherly sering curhat denganku mengenai hubungannya. Dia dan Rudy sering tengkar karena sikap Rudy yang kasar. Belakangan Sherly dan Rudy menjauh, bahkan Rudy sudah hampir tidak pernah datang latihan lagi. Sherly beberapa kali curhat di halaman ataupun di dapur.

Sering guru latihanku menegur kami berdua, karena kebanyakan ngobrol daripada latihan. Tapi sering juga guruku ikut nimbrung mengobrol, bahkan juga menasehati, menghibur Sherly. Beberapa kali waktu pulang latihan kuajak dia ke mall di kota bogor. Hubunganku makin dekat dengannya. Dan memang ada iblis yang tersenyum dalam hatiku.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Suatu kali pada saat pulang latihan, kuajak Sherly untuk pulang sama-sama. “Sher, bareng yuk, mainlah ke tempatku”. Ajakku. Yang kutahu dia adalah anak rumahan. Ayahnya sudah tidak ada. Dia hanya tinggal berdua dengan ibunya di tomang, jakarta. Kalau pulang selalu naik kereta sendiri atau kadang bersama Rudy. Pernah juga beberapa kali aku mengantarnya ke rumah, dan mampir ke rumahnya.

“Oke kak, yukk” senyumnya manis sekali menjawab ajakanku. Sherly hari itu mengenakan kaos biru muda tipis dengan dalaman tank top putih, bawahan menggunakan jeans biru tua. Hari itu Sherly pulang bersamaku.. hari itu Sherly tidak tahu apa yang kurencanakan.. hari itu hari keberuntunganku..

Setelah turun stasiun gambir kami naik angkot menuju grogol, tempat kost ku. Sherly sempat bertanya akan diajak kemana. Aku beralasan akan mengambil barang di kost kemudian mengantarnya pulang. Singkatnya, kami telah sampai di kost. Sherly seperti dari kampung baru tiba di kota, dia belum pernah melihat tempat kost, dia merasa canggung sampai di kamar kost ku.

Aku berusaha membuatnya santai, “mau nonton silahkan” kataku sambil menunjukkan dvd player dan sebuah kotak berisi penuh film dvd bajakan. Dia hanya mengangguk. “Mau cemilan ambil aja di lemari, anggap aja rumah sendiri Sher..” kataku. Sambil aku pura-pura sibuk mencari sesuatu. Sherly terlihat polos sekali, dia duduk di kasurku yang tanpa ranjang hanya terrletak di lantai. Posisi duduknya bersila sambil pandangannya celingukan kesana kemari. Aku melihatnya gemas.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Apalagi posisiku yang berdiri dengan mudah mencuri pandang ke arah dadanya, belahan kaos biru muda nya sangat rendah, sehingga tank top putihnya terlihat, apalagi belahan dadanya yang putih terlihat gemuk berdesakkan di tank top nya. Berikutnya penisku juga mulai mendesak di dalam celana dalamku. Aku se dari tadi berpura-pura sibuk. Sebenarnya dari tadi aku memikirkan bagaimana aku bisa menikmati tubuh perawan ini.

Sherly bertanya kepadaku beberapa kali mengenai barang yang kucari. Dia mungkin agak risih di kamarku. Aku menyetel sebuah dvd untuk mencairkan suasana. Film semi. Sherly tidak tahu film bokep atau blue film. Ketika ada adegan panas, adegan telanjang, berciuman, seketika kuperhatikan wajahnya memerah. Kedua telapak tangannya diletakkan di pipinya. Wajah Sherly sebenarnya mirip sekali dengan salah satu anggota girlband JKT48 Shania Juniantha.

Penisku mengeras dan mulai berontak dengan adanya makhluk perawan di kamarku ini. Aku mulai duduk di kasur, memeluk Sherly dari belakang. Dia kaget “kak..? Kakak mau ngapain?” Dengan wajah pucat. Tangannya berusaha melepaskan pelukkanku. Aku tertawa “hahaha, santai aja Sher.. gw sayang sama lu, jangan takut ya”. Kemudian kuberikan botol minum aqua yang sudah kucampurkan obat perangsang. Setelah dia minum, aku duduk disampingnya mulai ngobrol, untuk membuat suasana santai buat dia.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Singkatnya obrolan kami sudah semakin cair dan ada canda tawa, momen ini sudah kutunggu dari tadi, aku langsung mencium pipi nya, seketika itu wajahnya memerah, malu, dan aku memegang kedua bahunya, merebahkan dia di kasurku, aku menindihnya, kuciumi bibirnya.. wah seumur hidup baru kali ini aku merasakan bibir yang lembuuuut banget. Aku tidak tahu, apakah karena faktor perawan? Entahlah, belum pernah aku ciuman senikmat ini. Ah, masa bodo, kunikmati saja.

Selama ciuman, Sherly hanya memejam mata, wajahnya memerah, kurasakan detak jantungnya berdebar keras, entah itu detak miliknya atau detak jantungku sendiri. Kadena aku merasakan berdebar mencium gadis manis seperti malaikat ini. Ketika tanganku meraba pinggangnya, menyingkap kaos dan tanktop menyentuh kulit pinggangnya yang mungil dan mulus, tiba-tiba tangannya mencengkram tanganku, menahan gerakan tanganku.

Matanya melotot, “kakak mau apa?”.. aku hanya tersenyum, mencium lagi, tapi dia memalingkan wajah, lalu dia bangkit ke posisi duduk sambil menyingkirkan tubuhku. “Sudah kak, aku mau pulang.. “. Dia merasa kikuk, serba salah, malu. Waktu dia hendak berdiri, tiba-tiba badannya oleng, kepalanya terlihat sangat pusing, pasti karena pengaruh obat perangsang pikirku. Aku baru pertama kali membeli obat itu secara online dan pertama kali pula Sherly adalah korban perdanaku.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Tangannya memegang kepala, tangan satunya memegang lemariku, berdiri terdiam agak lama. Aku hanya menonton dirinya, sambil membuka celana jeansku, penisku yang mengeras menyembul dibalik celana dalamku. Lalu aku berdiri memeluknya dari belakang, kutarik tubuhnya ke kasur, sehingga kami berdua jatuh ke kasur. Posisiku kini terlentang masih memeluk Sherly dari belakang.

Sherly menimpa tubuhku, pantatnya pas di penisku, ahh, pantanya kenyal dan lembut walaupun terbungkus jeans. Tangannya berontak berusaha melepaskan pelukan dari tanganku. Sikapnya yang berontak semakin membuatku bernafsu. Aku memeluk erat dari belakang dengan posisi tangan terus berubah seiring tangannya yang berusaha menangkap tanganku dari pelukkan.

Dengan posisi masih terlentang tertindih Sherly, tangan kananku memeluk perutnya dari belakang lalu tangannya memegang tanganku untuk melepaskan, lalu tangan kiriku memegang payudaranya, alamaakkk.. sumpah. Lembut sekali, belum pernah aku memegang payudara selembut ini, rasanya kenyal halus sekali. Mungkin inikah tubuh gadis perawan, semuanya masih lembut pikirku. Lalu tangan kirinya menangkap tanganku untuk melepaskannya. Kemudian tangan kananku memegang payudara satunya, dengan cepat tangannya menangkap tangan kananku. Kondisi ini terus terulang, seperti kucing-kucingan antara tanganku dan tangannya.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Posisi tubuhnya yang terlentang menindih tubuhku ini ditambah kondisi yang berontak malah membuat pantatnya menggesek penisku terus menerus. Dan itu semakin membuat libidoku tak terbendung lagi. Lucunya Sherly tidak teriak, hanya mendesah “jangan kak.. jangan..!” Terus seperti itu, aku sibuk menggerayangi tubuhnya, dan dia sibuk melepaskan tanganku, kami sama-sama sibuk.

Sampai akhirnya aku menggulingkan badan membalikkan tubuhnya dan tubuhku, sehingga posisi kini berubah. Sherly telengkup ke arah kasur, dan aku juga telengkup menindih tubuhnya. Kini tangan Sherly tidak bisa banyak berkutik, aku memegang lehernya, tangan kananku memegang tangan kanannya, sementara tangan kirinya berusaha meraih tanganku yang memegang lehernya. Bokep Jepang

Sherly masih gigih berontak, dengan posisi telengkup dan ketika posisi kedua tangannya tak berkutik, dia hanya bisa menggerakkan pantatnya dan kakinya naik turun. Kedua kakinya yang terus bergerak seperti berenang gaya bebas itu ku kunci dengan kedua kakiku. Kini hanya pantatnya yang naik turun seolah berusaha menungging mendorongku. Tapi itu justru membuatku makin terbakar nafsu. Aku semakin menggila. Aku semakin buas.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Sherly akhirnya menangis, dia memohonku untuk melepaskan dan membiarkan dia pulang ke rumahnya. Tapi aku tidak perduli, aku terus menggesekkan penisku di pantatnya yang masih memakai jeans. Aku terus mencium leher dan pipi dari belakang dengan posisi telengkup itu. Sherly pasti sudah kehabisan tenaga. Hanya air mata yang berlinang membasahi pipinya.

Dia menangis terisak “mama… ” pandangannya ke arah pintu kamarku. Aku lama-lama merasa kasihan. Kulepaskan dekapanku, aku terlentang disampingnya. Dia masih sesenggukan, kedua tangannya menekuk menutupi dada sambil menangis. Kulihat tubuhnya yang berkeringat hampir membasahi pakaiannya, sehingga lekuk tubuhnya terbentuk jelas, pinggulnya, pinggangnya, dan kulihat kaos yang tersingkap memperlihatkan pinggang dan perutnya yang putih mulus, langsung saja birahi ku tersulut dengan cepat.

Aku menyetel musik rap dengan speaker aktif lewat fitur iphone ku. Kusetel lagu rap, hip hop dari playlistku untuk menutupi suara Sherly agar tidak terdengar orang lain di kost ku. Hahahah.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Aku sudah menjadi iblis.. kubuka kaos Sherly dengan paksa, kusobek hingga dia menjerit. Dia berusaha melawanku dengan jurus bela diri yang dipelajarinya. Sayangnya tingkatan ilmu ku jauh diatas dia. Ku tonjok kedua pangkal tangannya, sehingga jedua tangannya lemas lunglai, kakinya terus menendang ke segala arah sampai mengenai mejaku dan membuat mejaku hampir miring terjatuh, untung kutahan dengan sigap.

Lalu tendangannya mengenai pahaku cukup keras, aku menjadi emosi, ku gampar keras pipinya sampai dia menjerit, lalu kutonjok pangkal paha nya hingga kakinya lemas. Kedua tangan dan kakinya lumpuh, aku dengan leluasa membuka celananya dengan paksa, saat kutarik turun celananya, bongkahan pantatnya berguncang kenyal. Kuturunkan hanya sampai lututnya, sengaja agar kakinya tidak banyak bergerak.

Lalu kutarik tali tanktop nya di pundak kanannya sampai putus, kurobek paksa dengan tangan tanktop putihnya itu hingga memperlihatkan bra nya yang berwarna putih dengan strip garis-garis warna merah marun. Sherly hanya menangis, meraung sambil memohon padaku. Sayangnya suara speaker mahal, kualitas suara yahud berhasil menimbun suara Sherly dengan sempurna. Aku pura-pura tidak mendengar permohonannya. Aku terus membabi buta, menelanjangi Sherly.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Aku mengambil tali rafiah plastik di laci, kuikat kedua tangan Sherly supaya nanti bila kekuatannya pulih tidak bisa banyak berkutik. Karena dia berisik, akhirnya kusumpal mulutnya dengan baju kotorku yang ada di ember dekat pintu kamar, lalu kuikat dengan tali sekeliling kepalanya. Sherly benar-benar tak berdaya. Hanya matanya yang memerah dan tangis membasahi wajahnya.

aku sekarang dengan santai membuka kaosku didepan Sherly, lalu membuka celana jeansku, terakhir aku membuka celana dalamku sehingga penisku yang sudah keras meloncat keluar dengan tegang. Sherly terkejut dengan sorot matanya melihat penisku yang hitam dan berurat. Aku telanjang bulat di depan Sherly yang terlentang tak berdaya di kasurku. Aku sempat menyalakan video camera dari nokia n95 milikku yang kuletakkan diatas meja, menyorot ke arah kasurku dimana akan terjadi tempat pembantaian perawan muda. Heheh…

Aku seperti sudah kesurupan, ingin merasakan nikmat zinah dengan perawan. Entah mengapa aku begitu gila. Sejak aku memperkosa Lusi yang perawan beberapa tahun lalu, aku jadi ketagihan memek perawan. Tindakan nekatku semakin menjadi dalam urusan memperkosa. Saat itu Sherly sudah lemas tinggal bra dan celana dalamnya saja yang masih melekat di tubuhnya.

Aku mulai menciumi perutnya yang putih mulus, tanganku meraba dadanya menyusup masuk ke dalam bra, tanganku satunya menyusup masuk ke dalam celana dalamnya, kurasakan bulu jembutnya masih sedikit dan halus. Kuhisap kulit perutnya, kucupang sehingga membekas beberapa buah di perutnya. Lalu aku mulai memeluk tubuhnya, kedua tanganku kebelakang punggungnya melepaskan bra nya.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Sherly merengek memelas dengan mulut terbungkam itu. Aku tidak perduli, bra yang sudah terlepas kuangkat tinggi-tinggi lalu kuciumi bagian dalamnya, kuhirup sedalam-dalamnya wangi tubuh Sherly yang menempel di bra. Dan kulihat pemandangan indah kini didepanku, Sherly yang terlentang dengan payudara putih mulus, memang tidak terlalu besar, tapi ukuran cub B nya itu cukup untuk telapak tanganku. Putingnya berwarna merah jambu, kecil mungil, bikin gemes.

Tidak pakai lama, aku langsung kenyot nenennya. Kenyot dengan nafsu, sampai Sherly sedikit kesakitan, karena mulutnya tersumpal, hanya bisa bersuara “hmmff… hmmmpff..” iringan lagu hip hop dari Akon, eminem, terus berputar dalam settingan ‘repeat’. Hari itu hari minggu sudah menunjukkan pukul 3 sore, dan hujan pun turun. Aku masih ingat jelas momen itu, ada suara petir, hujan semakin deras. Sherly semakin tenggelam tak berdaya ditanganku.

Setelah berlangsung sekitar setengah jam, aku membuka celana dalamnya, Sherly menyampingkan pingganggnya ke kanan ke kiri, entah apa maksudnya, kupikir itu adalah gerakan sia-sia, toh tetap saja aku berkuasa atas dirinya. Kupukul pantatnya yang montok dengan keras beberapa kali ‘plak… plakk’. Suara hujan dan petir semakin membuatku merajalela.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Kakinya mulai berontak tapi tak bertenaga. Lalu kutinju lagi bagian samping pahanya dekat pangkal, sehingga kakinya lemas seperti lumpuh. Kedua kakinya kurentangkan lebar, kucabuti jembutnya beberapa kali saking gemes. Sherly kesakitan hanya bersuara “mmppf..mmhhh!”. Lalu kugesekkan penisku di vaginanya. Cairan bening dari penisku keluar kutempel dan kugesekkan di permukaan jembutnya.

Kucolokkan jari tengahku kedalam vaginanya, pertama Sherly terkejut dan menggelinjang, kemudian usap kepalanya pakai tangan kiriku, sambil kutenangkan “sst.. ssantai, gak apa-apa.. sstt”. Tangan kananku terus mencolok vaginanya. Kulihat mata Sherly begitu benci dan marah sekali padaku. Aku tahu. Tapi apa boleh buat.. aku ingin menikmati tubuhnya. Aku tak butuh cintanya.

Colokkan jariku semakin lama semakin cepat, Sherly merem melek agak kesakitan atau keenakan, aku tak bisa membedakan. Yang jelas setelah dua menitan, aku merasakan jariku mulai basah. Tangan kiriku meremas payudaranya bergantian, kanan dan kiri, kuremas sesekali kumainkan putingnya yang mungil, tangan kananku terus bergerilya tanpa berhenti sedikitpun.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

tak sabar aku mengenyot payudaranya, sesekali kugigit putingnya sampai Sherly mengerang kesakitan. Kukenyot terus sampai kubuat cupangan di kulitnya yang putih mulus. Aku membuka kedua kaki Sherly mengangkang dan langsung kuarahkan penisku yang sudah keras ke bibir vaginanya. Kugesekkan pelan-pelan, Sherly sudah tak berdaya dan lemas, dia hanya pasrah melihat harta kehormatannya kini direngut olehku. Dia hanya menangis kembali, air mata di pipinya yang sudah mengering kini basah lagi.

Terlebih saat aku mulai menyodok masuk penisku, Sherly hanya menjerit panjang dengan mata melotot kesakitan, sementara mulutnya masih tersumpal oleh baju kotorku yang mungkin sudah apek baunya. Kami terdiam beberapa detik saat penisku tenggelam di vaginanya. Aku menikmati sekali surga dunia ini, empuk, rapat, hangat. Ahhhhhh. Enaknya. Lalu mulailah kugenjot vagina Sherly yang sempit itu.

Sherly kesakitan sambil menangis, mulutnya tersumpal membuat tangisannya tidak jelas. Sherly menangis sejadinya, kepalanya membanting kekanan dan kekiri, air matanya membanjiri wajahnya, suara tangisannya mengeras tersumpal baju kotorku. Sherly terus meraung, tapi aku semakin horny. Kugenjot makin cepat, makin kuat, sampai Sherly kesakitan.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Tangisnya tidak berhenti, masih meraung sementara kusodokkan penisku bertubi-tubi. Sambil aku jilati payudaranya, pentilnya, kubuat cupangan di dadanya, lehernya, ketiaknya, semakin kurasakan kedutan vaginanya menjepit penisku, kurasakan penisku semakin keras, dan saat kurasakan kedutan penisku yang mengeras, kulihat Sherly kesakitan.

Setelah keringat bercucuran berlangsung selama 15 menit, kucabut penisku, dan kubalik tubuh Sherly ke posisi tengkurap, saat itu pula kulihat darah segar membuat penisku berwarna merah gelap, aku mengambil tissue dekat kasurku, dan cairan pelumas durex yang biasa kupakai untuk onani. Setelah kubersihkan penisku dari darah, kuolesi cairan pelumas.

Sementara Sherly menangis mengiba, memohon ampun atas siksaan ini. Aku tidak perduli, aku menimpa tubuh Sherly dari belakang, kutempelkan penis di pantatnya yang kenyal, kugesekkan maju mundur sampai penisku menembus mencari jalan mengarah ke bibir vaginanya. Kutembus bibir vagina itu dengan penisku, tanpa bantuan tangan, penisku sudah sangat licin, seperti sudah akrab dengan vagina nya Sherly. Mulai kesodokkan pelan, rasanya masih sama, hangat, sempit, menjepit seluruh batang penisku. Sesekali kurasakan kedutan dari vaginanya seperti memijit penisku.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Ahhh, nikmatt. Sungguh luar biasa. Aku menggenjot dari belakang menindih tubuh Sherly yang wangi, hmmm. Kugenjot terus sampai Sherly tak bersuara. Genjotan demi genjotan dari belakang seperti ini kurasakan bongkahan pantatnya yang kenyal. Ouhh, semakin membuatku berada dipuncak kenikmatan.

Sherly mungkin pingsan, karena tidak bergeming, aku tidak tahu pasti. Masa bodoh lah. Aku terus menggenjot tubuhnya sampai klimaksnya aku cabut penisku, dan kukeluarkan air maniku di bongkahan pantatnya, di pinggang belakangnya, dan ada yang sampai ke punggungnya. Muncrat air mani ku kemana -mana. Selesai itu air mani yang masih meleleh dikepala penisku, kutempelkan dipantatnya, ku oles sampai selesai.

Setelah itu aku mengambil nokia n95 ku dari atas meja, dan aku merebahkan tubuhku disamping Sherly yang masih tengkurap. Sambil mengatur nafas, aku memperhatikan Sherly seperti pingsan, tapi kuamati, dia masih benafas pelan, matanya sedikit terbuka tapi memejam, lalu timbul rasa kasihan dan sayang. Kucium keningnya, kubuka sumpal mulutnya, kubuka semua ikatan tali rafiah di tangan dan mulutnya. Kupeluk dia, sambil kucium rambutnya, pipinya. Dia seperti shok, jiwanya terguncang. Aku tahu.

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

Sherly hanya diam, air matanya di wajahnya sudah mengering, matanya terbuka, kemudian pandangannya kosong. Setelah kulihat jam menunjukkan pukul setengah lima sore. Hujan mulai reda. Aku berniat mengantar Sherly pulang. Tapi kulihat tubuhnya yang telanjang mulus, membuatku bergairah lagi. Kuciumi lagi dengan nafsu, bibirnya kulumat, Sherly sudah pasrah, matanya hanya menatapku dengan benci.

Kubuka selangkangannya dengan kakiku, pelan-pelan penisku yang sudah keras lagi, kuarahkan ke vaginanya. Sherly hanya diam dan melihatku dengan penuh kebencian. Kumasukkan kembali penisku, sudah mengering dan agak seret. Aku ambil pelumas durex tadi, lalu kumasukkan penisku ke vaginanya. Ohh, nikmat..

Permainan terakhir, berlangsung lembut. Sherly sudah tak perduli lagi pada nasibnya. Sudah pasrah. Hanya kebencian di matanya saat melihatku. Kali ini kuangkat tubuhnya, dengan posisiku duduk bersila, Sherly diatasku, kakinya melingkar dipingganggku, posisi seperti aku memangku dia. Tanganku memeluk tubuh Sherly dan aku mencium seluruh yang bisa kujangkau leherku, pundaknya, lehernya, dagunya, dada atasnya, semua kuhirup wanginya.

Dalam pelukkanku kuangkat tubuh Sherly naik turun mengikuti irama sodokkan penisku. Kedua tangan Sherly lunglai lemas, kepalanya berusaha tegap, Sherly menahan nikmat “ugh.. ughh.. ” seiring dengan sodokan penisku yang dalam sampai menyentuh dinding rahimnya. Dan akhirnya tiba saatnya, aku mengeluarkan air maniku. Sampai klimaksnya kurasakan, sengaja kupeluk erat Sherly dan ku keluarkan air maniku di dalam liang vagina Sherly yang hangat. Air maniku tidak sebanyak serangan pertama, tapi rasanya lebih nikmat dari serangan pertama tadi. Ohh..

Cerita Seks Rumah Kost 39 Korban Terakhirku

ronde kedua ini aku sudah lemas. Dengan sisa tenaga, ku membersihkan diri, kemudian Sherly kupakaikan bra dan celana dalamnya, hanya saja tank top dan kaos biru mudanya sudah sobek akibat perbuatanku yang khilaf. Sherly diam saja, masih trauma. Lalu aku memberikan kaos ku yang ukurannya lumayan kecil, lalu kupakaikan jaketku kepadanya, dan kuantarkan pulang.

Sepanjang perjalanan ke rumahnya, Sherly diam membisu. Kadang masih mengalir air matanya.

Sampai dekat rumahnya melewati gang, ada beberapa anak muda main gitar sambil minum-minum. Tiba-tiba aku mulai khawatir kalau dia hamil, sementara aku masih punya pacar. Lalu aku khawatir kalau dia ngadu ke orang lain, aku merasa malu ketemu dengan ibunya.. Akhirnya aku ada ide dan memutuskan menyerahkan Sherly pada kumpulan anak muda itu, aku bilang ke mereka, “permisi mas, nona ini habis mabuk, tolong diantar ke rumahnya, saya tidak tahu jalan sini”. Pura-pura ku.

Dan setelah kuserahkan Sherly pada mereka, aku pergi sambil sesekali melihat kebelakang dari jauh, Sherly yang masih shock dengan pandangan kosong, digotong ke dalam pos tempat anak muda itu nongkrong. Sampai sebuah mobil angkutan ke arah grogol berhenti didepanku, aku langsung naik dan meninggalkan tempat itu.

Aku merasa bersalah, aku merasa takut…

Malam itu juga aku berencana pindah kost.

Related Post

  • Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Final Chapter 150x150

    Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Final Chapter

    Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Final Chapter - Skripsi, satu kata yang membuat banyak mahasiswa tingkat akhir mengalami stress begitupun aku yang masih bekutat dengan salah satu tugas penentu
  • Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 6 150x150

    Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 6

    Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 6 - Matahari pagi bersinar cerah. Aku terbangun dan tubuhku kesulitan bergerak karena dihimpit empat orang gadis yaitu Icha, Wulan, Eka dan Fitri. Aku jadi
  • Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 5 150x150

    Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 5

    Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 5 - Aku sudah memasuki semester 6 kuliahku. Nilaiku tetap stabil diangka 90-100 dan IPK ku masih diatas 3,8. Walau aku memiliki kesibukan di BEM dan “Istana”
  • Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 4 150x150

    Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 4

    Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 4 - Tahun keduaku di BEM akan segera berakhir. Kinerjaku dan Icha di BEM semakin meningkat. Karena kinerja kami, ketua BEM tiba-tiba menyuruhku dan Icha untuk
  • Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 3 150x150

    Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 3

    Cerita Seks Fakultas Ilmu Seks Part 3 - Hari-hari kuliahku berlangsung cukup lancar. Aku mendapatkan IP sempurna di semester pertamaku dan aku juga disukai oleh dosen-dosen kampusku karena kemampuan