Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

BANDARGAME - Agen Super 10 | Agen Samgong Online | Agen Ceme Online | Bandar Ceme Online | Agen Domino QQ | Agen Poker | Poker Online

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4 – Malam itu, disaat semua aktivitas seharusnya berhenti, disaat orang-orang sudah memejamkan mata, disaat beberapa orang sedang menyelami dunia mimpinya, ada satu orang yang masih sibuk memperhatikan layar laptop.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“gilaaa, Tiii, gue pengen ngentotin lu lagi daaaaahh” kata seorang pria sambil mengocok penisnya.

Sudah cukup lama ia melakukan itu, dan saat ia ingin mencapai klimaks, ia tahan sebentar, lalu mengocoknya kembali.

“kapaan lagi ya Tiii hahaha, gue bisa rasain tubuh legit lu lagi”

Kegiatannya diganggu oleh seseorang yang menelfonnya. Ia sempat membiarkan telfon itu, namun sang penelfon tidak mau menyerah dan terus menelfonnya. Orang akhirnya kesal karena merasa ‘kentang’ dan ia segera menuju ke HP-nya dan mendapati nama Tama di HP-nya itu.

Kumpulan Video Bokep Online :
Bokep Jepang , Bokep Barat , Bokep Korea , Bokep Indonesia dan Bokep Asia

“Halo kenapa Tam?”
“huuuhh alhmdllah, untung lu masih bangun Dim” kata seseorang diseberang telefon.
“kenapa Tam?” kata Dimas.
“ban gue bocor nih, gue di alun-alun”
“lah buset lu ngapain ke alun-alun tengah malem gini?”
“ceritanya panjang sob, lu bisa jemput gue kan sekarang?”
“okee bentaarr”

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Dimas bersiap-siap untuk menjemput temannya itu dan akhirnya meninggalkan kegiatan yang sebenarnya sebentar lagi akan mencapai klimaks. Ia mengeluarkan motornya dan berangkat menuju alun-alun untuk menjemput Tama.

Sesampainya di alun-alun, Dimas memutari alun-alun itu dan belum mendapati dimana Tama berada. Ia sangat kesal, bukan merasa dibohongi, namun karena kegiatannya tadi terganggu. Ia memutari sekali lagi dan akhirnya menemukan Tama yang baru saja keluar dari warung bandrek yang ada di sekitar alun-alun.

“weeh lu gua cariin sampe muter-muter ternyata disini” kata Dimas.
“iyaa sob sorry, gue abis izin sama yg punya warung kalo gue nitip motor disini dan diambil besok pagi”
“oohh, yaudah cepet naik”. Kata Dimas. “lu ngapain sih malem-malem ke alun-alun, mana sendirian lagi” lanjutnya setelah Tama naik motornya.
“hahaha, iya tadi gue abis ngikutin wahyu, lu tau sejak kapan ia punya jeep item?” kata Tama.
“hah? Wahyu bawa jeep item? Setau gue mah dia bawa motor, dan dikosan gapernah liat gue dia bawa mobil.” Kata dimas sambil menjalankan motornya.
“emang lu satu kosan sama Wahyu?”
“iye bego hahaha, kamarnya dipojokkan”
“ooh kamar itu ada penghuninya, kirain gaada. Lagian sepi banget”

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“iya dia emang selalu ngunci kamar dan gapernah gabung sama kita-kita, padahal kan satu kos.” Kata Dimas sambil memberhentikan motornya karena ada lampu merah. “kok lu bisa ngikutin wahyu ampe alun-alun tam?” lanjutnya.

“gue tadi sama Nayla makan di ‘pas mantab’ dan pas udah selese dan lagi ngeluarin motor gue dari parkiran, gue liat dia sama Tia dateng pake mobil jeep itu. Gue kaget dia bawa jeep sekarang, mana modelnya kayak yg biasa nyulik orang kalo di sinetron-sinetron. Nah gue penasaran kan, akhirnya gue buru-buru nganter Nayla ke kosnya dan langsung balik ke ‘pas mantab’ gue tunggu aja dia sampe selese dan gue ikutin pas dia nganter Tia ke kosnya.

Dari kosan Tia gue kira dia bakal balik ke kosnya, ehh ternyata ke daerah alun-alun. Gue ikutin terus tuh mobilnya dan akhirnya berhenti di rumah gitu dan gue ngeliat wahyu sempet ngobrol sama seseorang dan akhirnya balik naik GOJE*. Pas gue pengen ke rumah itu, eh ban gue nginjek paku, yaudah bocor deh.” Tama menjelaskan dengan cukup panjang.

“wah dapet juga lu Mba Nayla hahaha” kata Dimas sambil menjalankan motornya kembali karena lampu hijau sudah menyala. “ngapain ya dia?” lanjutnya.
“iyee hahaha, perjuangan banget itu Nayla” kata Tama. “gatau gue juga” katanya melanjutkan.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Mereka tidak melanjutkan obrolan hingga Dimas mengantar Tama hingga kosannya.

“Tam kok gue kepikiran soal kemarin si Faza nyuruh kita ngawasin Zahra ya?”
“ehh iyaa yak, gue kan juga sebelumnya disuruh ngawasin wahyu sama si Faza kupret itu..”
“JANGAN-JANGAN” kata mereka bersamaan.
“gue harus buru-buru ngasih tau Faza nih kalo kayak gini” kata Tama sambil masuk ke kosannya dan mengetuk pintu kamar Faza dan diikuti Dimas.
*TOK* *TOK* *TOK*. Cukup lama Tama mengetuk dan memanggil nama Faza namun orang yang diharapkan tidak kunjung bangun. Ia pun memutuskan untuk menceritakan hal itu pada pagi harinya dan Dimas segera pamit untuk kembali ke kosannya.

PAGI SUBUH

Zahra bangun dari tidurnya dan mendapati Hani masih tertidur sambil memeluk gulingnya. Ia lalu membangunkan Hani untuk segera melaksanakan ibadahnya.

“Zah, aku pulang yaa hehehe” kata Hani saat selesai melaksanakan ibadahnya.
“ehh jangan dulu doong, berangkat bareng aja ke kampus” kata Zahra mencegah.
“gak mau, kamu harus berangkat sama Faza pagi ini hahahah”
“iiihhh gamauuu, gamau secepet ituu”
“laah mau kapan Zah hahaha, atau Faza berangkat sama aku aja gimana? Hahaha” goda Hani.
“YAUDAH SANA” kata Zahra kesal.
“uuuuuuu hahahaha cemburu niiih” ledek Hani.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Zahra menghiraukan perkataan Hani dan segera membereskan peralatan ibadahnya. Zahra lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi (ya iyalahnya masa untuk beli baju -_-). Hani juga ikut membereskan peralatan ibadahnya dan menunggu Zahra selesai mandi.

Selagi menunggu Zahra selesai mandi, Hani bermain dengan HP-nya dan belum mendapati pesannya dibalas oleh Faza. “ahh pasti belum bangun deh ini orang” gerutunya. Ia beberapa kali menelfon Faza namun tidak diangkat dan akhirnya ia menyerah dan sudah mendapati Zahra selesai mandi. Ia melihat tubuh Zahra dengan kagum karena kemolekan tubuhnya.

“Liatin apa kamu Han hahaha” ledek Zahra sambil memakai pakaian dalamnya.
“ehh engga hehehe, badan kamu bagus Zah” kata Hani sambil memalingkan pandangannya.
“aah bagusan juga badan kamu kok Han, ramping. Gampang dipeluk hahah” kata Zahra sambil memakai pakaian dan jilbabnya.
“iyaa gampang dipeluk sih cuman gaenak. Keras. Gaada empuk-empuknya” kata Hani sambil menyubit-nyubit lengannya sendiri.
“hahahaha” ketawa Zahra pecah dan membuat Hani sedikit terkejut karena ia baru pertama melihat Zahra yang tertawa selepas itu. “yaudah yuk han kita ke kosan kamu dulu, trus ke kampus bareng” kata Zahra yang sudah siap.
“oke bentar aku pakai jilbab dulu”

Mereka berdua berjalan menuju kosan Hani dan menunggu hingga waktu kuliah di kosan Hani.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“FAZA kita kesiangan!!” teriak Winda saat mendapati jam dinding sudah mencapai pukul 05.15 pagi.

Winda lalu menggerak-gerakkan tubuh Faza agar bangun dan segera melaksanakan ibadahnya. Sulit sekali membangunkan Faza, dan Winda akhirnya menyerah dan melaksanakan ibadah sendirian. Ia mengendap-endap saat menuju kamar mandi yang ada diluar kamar Faza, takut ada seseorang yang melihatnya. Ia selamat sampai kamar mandi dan mengambil air wdhu dan kembali ke dalam kamar Faza untuk melaksanakan ibadah.

Setelah beribadah Winda kembali berusaha membangunkan Faza dan akhirnya usahanya membuahkan hasil.

“HHMM HOAAAMM”
“HEH buruan bangun, udah siang ituu, cepet shllat!!” teriak Winda kepadaku.
“iyaaa iyaaa 5 menit lagi” kataku sambil menutup mata lagi.
“apanya yg 5 menit. Cepeettaaann bangunnn” kata Winda sambil mendorong-dorong tubuh Faza.
“hhhmmmm ahhh masih ngantukkk” kataku sambil menutup mata.
“hiiihhh bangun cepeett udah siaanggg”

Omelan Winda makin menjengkelkan dan aku sudah tidak bisa tidur lagi karenanya. Aku segera pergi ke kamar mandi dan mencuci muka kemudian mengambil air wdhu dan melaksanakan ibadah diruangan khusus yang ada di kosku. Setelah selesai, aku kembali ke kamar dan melihat Winda sedang merapikan diri karena ingin segera pulang.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“mau dianterin lagi win haha?” tanyaku.
“kalo ga ngegendong aku mau” katanya cukup ketus.
“uuuu gitu aja marah, yaudah yuk aku anterin” kataku langsung menuju keluar kosan dan diikutin oleh Winda yang mengendap-endap.

Selama perjalanan singkat ke kosan Winda, kami sama sekali tidak mengeluarkan satu katapun dan itu bertahan hingga mencapai pagar kosan Winda.

“za, inget perjanjian” kata Winda.
“eh? Perjanjian apa?”
“tuhkaan lupa ihhh”
“ehh yang mana sihh?”
“yang semalem, kamu baikan sama Zahra, jalan sama Zahra lagi. Pokoknya balik kayak dulu lagi kamu sama Zahra” katanya cukup tegas. “dan aku harap kejadian semalem kita yang terakhir ngelakuin itu” lanjutnya.
“oohh iya iyaaa, tp kamu jangan nyesel kalo beneran aku sama Zahra dan kita udah gabisa deket aku lagi hahaha”
“gapapa, lebih baik gitu” katanya sambil membalikkan badan dan langsung menuju ke dalam kosannya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Aku yang heran dengan perubahan sikap Winda terhadapku, hanya diam saja dan langsung kembali ke kosanku. Sekembalinya aku ke kosanku, aku mendapati Tama yang sudah ada di depan kamarku.

“woeee pagi-pagi udah pada bangun aja hahha” kataku kepada mereka berdua.
“ada hal yang harus gue omongin ke elo za” kata Tama dengan tatapan serius.
“wah ada apa nih?” kataku penasaran.
“lo belum mandi kan? udah sana mandi dulu, biar nanti bisa langsung berangkat ke kampus” kata Tama.
“yaelaah ngapain sih? Ada apaan siih?” kataku makin penasaran.
“udah buruan, sana mandi” kata Tama cukup tegas.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan akhirnya memutuskan untuk mandi pada pagi hari itu. Air masih sangat terasa dingin sekali dan aku mandi dengan sedikit tergesa-gesa karena tidak sabar mendapatkan berita dari Tama.

Setelah selesai mandi, Tama sudah berada di dalam kamarku. Aku lalu memakai pakaianku dan Tama segera menceritakan kejadian tadi malam. Mendengar cerita dari Tama aku sempat kaget dan tidak menyangka bahwa Wahyu masih berniat melakukan hal itu. Kukira setelah kegagalannya tempo hari, ia sudah tidak berniat melakukannya lagi.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“trus gimana nih za?” kata Tama.
“gue mau ke kosan Zahra sekarang. Mau liat dia, gue khawatir” kataku sembari bersiap-siap memakai jaket dan mencari kunci motor. “videonya kirim ke Wahyu sekarang, biar dia gak berani macem-macem” lanjutku.
“ehh beneran za? Gila aja langsung dikirim. Gue ga setuju bro” ujar Tama. “mending nunggu dia kebukti ngapa-ngapain baru kira kirim dan kalo bisa sebar biar satu kampus tau” lanjutnya.
“kalo kayak gitu, kita keliatan selangkah dibelakang doong. Awalnya kan bikin video itu buat nyegah Wahyu ngapa-ngapain biar kita selangkah didepan” ujarku dengan raut muka yang tajam. “dan kalo lu sebar sekampus, malah Tia yang bakalan kena getahnya. Si Wahyu mah gaada urusannya, gue gasetuju kalo Tia jd kebawa-bawa” lanjutku.

“yaudah terserah elo dah bro. gue siapin komputer gue dan sekarang langsung gue kirim ke Wahyu”
“muka lu sama dimas udah diburemin kan?” tanyaku ke Tama.
“udeh selow, gue gaakan ngirim pake email gue juga. Yakali bego juga kalo gitu. Gue ada email cadangan. Jadi tenang aja”
“okedeh thanks yak. Gue duluan” kataku sambil mengeluarkan motorku keluar dan langsung menuju kosan Zahra.

Sesampainya di kosan Zahra, aku memakirkan motorku di tempat biasa aku memakirkan motorku apabila aku main ke kosan Zahra, dan mengetuk pintu depan.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“Eh nak Faza, mau jemput Zahra?” kata Ibu Nia ibu kos Zahra.
“iya bu hehe Zahra masih ada di dalam ya bu?”
“tadi pagi saya liat dia udah berangkat nak. Belum lama ini berangkatnya. Sama temennya yang kurus cantik itu” ujar Bu Nia.
“eh siapa bu?” kataku penasaran.
“kurang tau nak, saya baru liat juga. Anaknya kurus banget nak”
“hani mungkin ya bu?” tanyaku memastikan.
“mungkin nak, ibu juga kurang tau hehe”
“ohh yaudah deh bu makasih ya bu. Faza pamit dulu”

Aku langsung menuju motorku dan mamacu motorku langsung ke kampus. Kuliah akhir-akhir ini aku sudah tidak merasakan ‘feel’-nya, karena minggu depan sudah ujian akhir dan materi kuliah sudah dipenghujung serta cara penyampaian materi oleh dosen sudah dirasa tidak semenarik sebelum-sebelumnya.

Masih terlalu pagi saat aku datang ke ruang kelas karena aku datang masih 15 menit sebelum kuliah berlangsung. Aku mendapati kelas yang masih kosong dan aku memutuskan untuk duduk di baris ke 4 dan di dekat jendela. Aku bisa melihat kantin dan tempat parkir di tempat ini.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Sekitar 5 menit aku hanya memandangi kantin dan tempat parkir itu, akhirnya aku mendapati orang-orang sudah mulai berdatangan. Ada yang jalan kaki dan ada yang menggunakan sepeda motor. Bosan melihat pemandangan itu, aku beralih dengan bermain HP. Aku membuka forum semprot untuk sekedar melihat-lihat thread terbaru untuk memakan waktu.

Waktu menujukan pukul 7 tepat dan teman-temanku sudah mulai berdatangan. Aku melihat Winda datang bersama Hani dan Zahra, lalu disusul oleh Dimas dan ia duduk disebelahku. Kemudian aku melihat beberapa teman-teman ku yang mungkin nanti aku masukkan ke cerita ini (hahaha), aku kemudian menyimpan HP-ku. Dosen sudah datang dan mulai mempersiapkan peralatannya, dan aku belum melihat Zahra dan Hani.

5 menit setelah dosen memuali penjelasan, Tama datang dan disusul oleh Wahyu. Tama memberi tanda ‘sip’ kepadaku dan menempati kursi persis debelakangku, sedangkan Wahyu duduk persis dibelakang Zahra. Aku terus memperhatikan Wahyu, dan sesekali mata kami bertemu. Tiap mata kami bertemu, ia selalu memberikan senyum yang sangat menjijikan dan aku tidak sabar ingin berbicara dengan dia setelah kuliah selesai.

Have sent bro” bisik Tama kepadaku.
“sip tinggal nunggu dia ngecek HP-nya. Gue harap sih dia engga buka HP-nya sampe gue dapet tugas yang gue kasih ke Wahyu” ujarku.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Kuliah berlangsung sangat membosankan. Aku sering memalingkan pandangan ke luar jendela dan melihat suasana kantin yang mulai ramai oleh mahasiswa. Aku sesekali mengobrol dengan Dimas yang bilang bahwa ia ingin menikmati Tia lagi. Aku bertanya padanya apakah ia hanya ingin menikmati tubuhnya saja atau ingin menjadikan ia pacarnya karena setelah kejadian ini ada kemungkinan Wahyu dan Tia akan putus.

Dimas berkata bahwa yang penting ia bisa menikmati tubuh Tia. Hal itu berarti Dimas hanya bernafsu saja dengan Tia. Aku sedikit memberi masukkan kepada Dimas, daripada hanya menikmati saja, lebih baik jadikan Tia sebagai pacar. Karena jika sudah mendapatkan hatinya, maka akan mudah untuk proses-proses selanjutnya dan aku berjanji akan membantu Dimas dalam mendapatkan Tia.

Akhirnya kuliah berakhir dan aku langsung menghampiri Wahyu.

“yu, laporan sama rekaman bawa kan?”
“iyaa za, bentar” katanya sambil mengambil barang yang ada di tasnya. “nih, udah semuanya, udah aku edit. Silahkan kalo mau denger lagi, dan laporannya juga udah selesai. Monggo kalo mau dicek dulu”
“ohh okedeh, gausah deh. Makasih yaa yu” ujarku sambil memberinya form penilaian. “nih yu tulis nilai buatku biar sekalian aku ngasih ke Bu Indri” lanjutku.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Wahyu menuliskan nilai untukku dan langsung mengembalikan form penilaian itu.

“za, nilai 85 yak hahaha” ujar Wahyu.
“iyee tenang” kataku sambil menggabungkan form nilaiku dan nilainya. Aku kemudian memasukan form penilaian didalam laporan itu
“yaudah aku duluan yaa mau ngumpulin ke Bu Indri” kataku sambil berlalu dari hadapan Wahyu.

“MAKASIH YA ZA” katanya dengan cukup keras. Aku sempat menoleh kearahnya dan melihat senyuman itu lagi. Senyuman yang membuatku bulu kudukku berdiri. Senyuman yang seketika membuat firasat yang buruk.

Aku lalu segera meninggalkannya dan menuju ke ruangan Bu Indri dengan tergesa-gesa. Aku tidak mendapati Bu Indri di ruangannya, namun ruangannya tidak dikunci sehingga aku bisa masuk dan meletakkan tugasku di meja kerjanya.

Aku lalu pergi ke kantin karena jeda waktu untuk kuliah berikutnya masih cukup lama. Aku mendapati Hani, Winda, dan Zahra sedang makan, dan melihat Tama dan Dimas duduk persis di belakang mereka bertiga yang sedang menunggu pesanan. Aku menuju Tama dan Dimas. Bokep Barat

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“woeh, gimana tadi Wahyu?” kata Tama.
“serem bro, dia senyum-senyum terus. Gue takut jangan-jangan dia homo hahaha”
“maksudnya senyum-senyum terus?” samber Dimas.
“ya gitu dim, jijik gue”

Aku melihat Hani dan Winda seperti menunjuk Zahra seraya memberi kode untuk segera menemuinya.

“za, itu Hani sama Winda ngapain sih daritadi hahaha” kata Tama.
“hahaha, gatau gue juga. Gue kesana dulu ya.”
good luck” ujar Tama.

Aku menuju meja mereka bertiga dan karena yang kosong hanya disamping Zahra, maka dari itu aku duduk di samping Zahra. Aku masih merasa canggung karena Zahra tidak merespon apa-apa setelah kehadiranku di sampingnya. Hani dan Winda yang melihat memutuskan unttuk segera pergi dan menuju warung dimana ia membeli makanan di kantin itu.

“Zah” aku membuka obrolan.

Ia masih sibuk mengunyah makanannya dan aku hanya memperhatikan dia.

“malem ini kamu ada acara ga?” kataku sedikit terbata-bata.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Ia menyelesaikan makannya dan meminum minumannya. Aku masih hanya memperhatikan dia melakukan itu dan menunggu ia merespon pertanyaanku. “ZA, WAHYU PERGI TUH” teriak Tama yang mengagetkan aku dan Zahra dan kami berdua secara reflek memalingkan pandangan ke arah yang ditunjuk Tama

“GUE SAMA DIMAS MAU NGIKUTIN DIA, NANTI GUE KABARIN DIMANANYA, dim pinjem kunci motor” katanya sambil buru-buru menuju parkiran dan Dimas menyerahkan kunci motornya lalu menuju warung ia memesan makanan dan bilang bahwa pesenannya disimpan dulu karena ada urusan mendadak dan ia langsung menyusul Tama. Aku sekilas melihat raut muka terkejut Hani saat melihat Tama dan Dimas bergegas menyusul Wahyu.

“za jadi kamu udah tau ya?” ujar Zahra yang membuatku bingung.
“ehh, maksudnya?”

Zahra lalu diam dan aku melihat matanya mulai berkaca-kaca. Aku lalu secara reflek memegang dagunya dan mengarahkan wajahnya ke arahku. Aku melihat matanya melihat kearah lain yang bukan kearah mataku.

“zah, maksudnya? Wahyu ngapain kamu?” kataku memastikan.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Zahra masih belum bisa berkata apa-apa dan matanya semakin berair. Aku lalu mencari tissue di tas Zahra karena aku tau ia pasti selalu menyimpan tissue di tasnya. Aku lalu mengusapkan tissue ke matanya.

“maafin aku za, aku gabisa jaga diri aku huhuhu” tangis Zahra pecah.

Firasat buruk tbtb menggerayangiku.

“zah? Wahyu udah…..” kataku yang tak sanggup melanjutkan kata-kata.

Tangis Zahra makin pecah dan membuat Hani dan Winda kembali ke tempat kami. Aku masih belum percaya bahwa wahyu sudah melakukan itu terhadap Zahra.

“Zah maafin aku, aku ga jagain kamu. Aku janji bakalan ngebales perbuatan Wahyu buat kamu” kataku sambil mencium keningnya.

Aku lalu berdiri dan membuka HP-ku dan mendapati pesan dari Dimas. “kosan Tia” isi pesan singkat itu. Aku lalu memberi tahu Hani dan Winda untuk menemani Zahra. Winda bingung dengan apa yang terjadi. Hani lalu memberi kode bahwa nanti akan diceritakan oleh Zahra. Aku lalu berdiri dan langsung menuju motorku untuk pergi ke lokasi yang diberitahu oleh Dimas

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“FAZA GAUSAH ANEH ANEH!!” teriak Zahra yang membuat langkahku terhenti. “aku gapapa Za, kamu gausah kesana dan nemenin aku disini” lanjutnya.
“gabisa Zah. Aku harus kesana dan ngasih pelajaran ke Wahyu” kataku dan langsung melanjutkan langkahku.
“KALO KAMU TETEP KESANA, AKU GAAKAN MAU NGOMONG SAMA KAMU LAGI” teriaknya lagi dan lagi-lagi membuat langkahku terhenti.

“gapapa Zah kalo kamu gamau ngomong sama aku lagi abis ini. Itu lebih baik daripada aku ngebiarin si ANJI*NG ITU masih bisa ketawa-ketawa setelah ngapa-ngapain kamu” kataku yang langsung bergegas menuju motorku karena aku tidak mau ada gangguan lagi.

Aku lalu meyalakan motorku dan memacunya ke lokasi yang disebut oleh Dimas. Aku sempat melihat Zahra sedang menagis di pelukan Winda dan melihat Hani memandangiku dengan tatapan yang sedikit sedih saat aku melewati kantin. Aku sudah tidak peduli lagi dengan hal itu karena fokusku sudah tertuju pada si kampret itu.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“MAKASIH YA ZA” ujar seorang laki-laki yang tidak lain dan tidak bukan adalah Wahyu. Senyum terlukiskan di bibirnya karena merasa puas sudah berhasil menyetubuhi kekasih dari lawan bicaranya itu.

Setelah lawan bicaranya itu berlalu dari pandangannya, ia lalu membuka HP-nya dan membuka galleri-nya.

“HAHAHAHA, MAKAN TUH ZA BEKAS KU” katanya sambil melihat-lihat gambar hasil jepretannya saat menyetubuhi Zahra tempo hari. “ini enaknya judul threadnya apa ya” Wahyu berbicara sendiri

Wahyu masih melihat gambar-gambar Zahra yang tidak menggunakan sehelai benang pun sampai ada notifikasi baru dari emailnya bahwa ia mendapatkan email baru.

“ini apanih ngirim-ngirim email” katanya seraya membuka emailnya tersebut.

Ia lalu terkejut dengan isi pesan itu yang hanya berisikan video. Ia memutuskan untuk mengunduh video itu.

Cukup lama ia mengunduh video tersebut karena ukurannya yang cukup besar.

Proses pengunduhan pun selesai dan ia langsung membuka video itu. Alangkah lebih terkejutnya Wahyu saat mendapati kekasihnya sedang disetubuhi oleh dua orang yang tidak dikenal. Ekspresi wajah sang kekasih terlihat sangat menikmati perlakuan yang didapatkannya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“SIALAAAAAN KAU TIA” katanya sambil menggeggam dengan keras HP-nya itu.

Ia lalu bergegas keluar dari ruangan kelas itu dan langsung menuju tempat parkir untuk mengambil motornya dan langsung menuju kosan kekasihnya itu.

Sesampainya ia dikosan kekasihnya itu, ia langsung masuk kedalam kosannya karena pintu depannya tidak dikunci.

*TOK*TOK*TOK*TOK*TOK*
“TIA BUKA PINTUNYA” teriak Wahyu cukup keras.

Pintu kamarpun dibuka oleh pemiliknya dan sang kekasih terkejut oleh ekspresi Wahyu yang sangat marah. Wahyu langsung mendorong sang kekasih masuk ke dalam kamar, dan ia lalu menutup pintu kamar itu.

“wahyu ada apaa?” tanya sang kekasih yang bingung atas perilaku Wahyu.

Wahyu tidak mengatakan apa-apa dan *PLAK* pipi sang kekasih ditamparnya dengan cukup keras.

“INI SIAPA??” kata Wahyu sambil memperlihatkan video yang dikirim oleh orang yang tak dikenal.

Alangkah terkejutnya Tia bahwa ternyata pemerkosaan atas dirinya direkam dan sekarang rekaman itu ada di kekasihnya. Tia tidak bisa berkata apa-apa dan matanya berkaca-kaca.

“HEH, GAUSAH NANGIS DASAR JABLAY” katanya yang cukup menohok kekasihnya.
*PLAK*

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Tia menampar Wahyu cukup keras sambil mengeluarkan air matanya. Wahyu yang tidak terima telah ditampar oleh kekasihnya itu, langsung mendorong kekasihnya itu ke kasur dan merebahkannya.

“DASAR JABLAY” kata Wahyu sambil merobek kaos yang dipakai oleh Tia.
“WAHYU JANGAN!! AKU INI PACARMU!!” ujar Tia sambil mencegah Wahyu melakukan lebih jauh.

Mereka berdua dikagetkan oleh pintu kamar yang tiba-tiba derbuka oleh tiga orang yaitu Tama, Dimas dan aku. Tama langsung menarik tubuh Wahyu menjauhi Tia. Wahyu sempat memukul Tama cukup kuat yang membuat aku membantu Tama untuk menarik Wahyu.

“NGAPAIN KALIAN, GAUSAH IKUT CAMPUR!!” kata Wahyu sambil berontak.

Aku melihat Dimas memakaikan jaketnya kepada Tia yang pakaiannya dirobek oleh Wahyu.

“diluar aja ya yu” ujarku.

Wahyu sempat ingin memukulku namun tanganku lebih cepat untuk menangkap tangannya dan ia segera menarik tangannya dari genggamanku dan langsung menuju ke luar. Aku, Tama dan Dimas mengikutinya dari belakang.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Kami sampai di luar kosan Tia

“KALIAN GAUSAH IKUT CAMPUR, INI URUSANKU SAMA JABLAY ITU” katanya sambil menunjuk kosan kekasihnya.
“EH LO TUH NGATAIN PACARLU JABLAY TAPI LO JUGA MERKOSA CEWEK” ujarku. “LOGIKA LO DIMANA?” lanjutku.

Raut muka Wahyu seketika berubah dari marah menjadi kaget sekaget-kagetnya.

“yu, maksudnya apa? Kamu merkosa siapa yu?” ujar Tia yang keluar dari kosnya.
“eh engga kok, aku gak ngerti apa yang mereka omongin. Sekarang kamu tinggal jawab siapa yang ada di video itu?” tanya Wahyu kepada Tia.
“HAHAHAHA ada ya orang kayak elo lu, udah jelas ketauan. Masih mau ngeles yu?” ujar Dimas. “Tia kalo gak percaya coba cek HP-nya deh, siapa tau ada foto-fotonya” lanjutnya.

“yu beneran kamu merkosa cewek? Kenapa yu? Aku masih kurang? Selama ini aku masih kurang udah ngelakuin semua buat kamu?” kata Tia terbata-bata karena air matanya makin membanjiri wajahnya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Aku lalu beranjak menuju dekat motor Wahyu untuk berjaga-jaga jikalau Wahyu berhasil keluar dari kepungan kami. Sementara itu Wahyu masih diam tak bisa berkata apa-apa dan Tia tangisannya makin pecah.

“GARA-GARA KAMU AKU DIPERKOSA. KAMU GATAU KAN YU??” ujar Tia ditengah-tengah ke-diam-an itu. “KEMARIN PAS AKU MINTA KAMU NEMENIN AKU, KAMU MALAH MENTINGIN URUSANMU ITU” lanjutnya sambil masih menangis.

Wahyu semakin terkejut dengan pernyataan Tia. Ia benar-benar tidak bisa berkata apapun dan tidak bisa berbuat apapun.

“AAAAAHHHHHHHHHH” teriak Wahyu secara tiba-tiba dan ia langsung menyerang Tama dan Dimas yang mengepungnya. Karena kaget, Tama dan Dimas menerima serangan itu dan jatuh terjerambab. Wahyu lalu berlari ke arahku yang berada di dekat motornya. Ia sudah bersiap-siap dengan pukulannya dan akan memukulku saat ia mencapaiku. Namun, sekali lagi aku bisa menghindar dari pukulannya dan aku menendang Wahyu sehingga tubuh Wahyu menubruk motornya dan membuat ia beserta motornya jatuh. Wahyu terlihat kesakitan akibat menabrak motornya hingga jatuh. Aku lalu mendekatinya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“yu, kenapa elo merkosa Zahra?”
“itu gara-gara kamu Za”
“apa salah gue?”
*BUGH* aku memukul wajahnya.
“APA SALAH GUE” ujarku. “KALO GUE YANG SALAH, NGAPAIN BAWA-BAWA ZAHRA?”

Wahyu masih tidak mengeluarkan kata-kata.

“WOY JAWAB!!”
*BEGH*

Wahyu berhasil mendaratkan satu pukulan yang cukup keras tepat di wajahku. Aku sempat terhuyung karena mendapat pukulan itu. Wahyu mencoba berlari untuk kabur, namun Tama yang sudah bangun dari jatuhnya dengan sigap lari mengejar Wahyu. Mudah saja bagi Tama mengejar Wahyu karena memang ia adalah salah satu pemain sepakbola fakultasku sehingga cukup cepat dalam berlari. Tama lalu menendang kaki Wahyu yang sedang berlari dan mengakibatkan Wahyu jatuh tersungkur dan bagian pelipisnya berdarah karena mencium permukaan aspal jalan.

“URGH SIALAAAANNNN” umpat Wahyu sambil memegangi pelipisnya yang berdarah.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Tama lalu menahan tubuh Wahyu sehingga ia tidak bisa bergerak lagi. “Za, ini orang enaknya diapain” teriaknya kepadaku yang sedang mendekati mereka.

Aku lalu merogoh semua kantung yang ada di pakaiannya dan mendapatkan HP-nya. Aku lalu membuka-buka galeri-nya dan mendapati foto-foto Zahra yang saat itu tidak menggunakan sehelai benangpun. Aku lalu memperlihatkan foto itu kepada Tia, yang setelahnya foto tersebut aku hapus dari HP-nya. Tak lupa juga aku menghapus video Tia yang sedang dalam kondisi tidak senonoh untuk berjaga-jaga apabila Wahyu melakukan hal yang tidak wajar lagi.

Tia sangat terkejut karena wanita yang ada di gambar itu adalah Zahra. Tia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi dan ia hanya bisa menangis. Ia lalu mendekati Tama dan Wahyu.

Aku memerintahkan Tama untuk melepaskan Wahyu dan segera meninggalkan mereka. Aku lalu melemparkan HP wahyu kearahnya yang kemudian tidak dapat ia tangkap HP tersebut dan membuat HP-nya itu jatuh ke jalan dan casing-nya terlepas dari HP-nya

“yu kita putus” bisik Tia kepada Wahyu.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Tia lalu segera masuk kedalam kosnya meninggalkan Wahyu yang masih meringis kesakitan. Tak lama setelahnya, ia memungut HP-nya yang berserakan di jalan lalu segera menuju motornya.

“Dim, kalo mau sekarang bisa tuh Tia lu deketin. Tapi jangan maksa banget, dia pasti masih shock” kataku kepada Dimas.
“besok ajalah Za, gak enak gue haha, dia juga pasti lagi nangis itu”
“nah makanya itu Dim, saat dia lagi nangis itu lu masuk” Tama menyambar obrolan kami.
“udeeeh sanaaa. Cowok bukan? Hahaha” ujarku yang diikuti oleh Tama.

Tama lalu melemparkan kunci motornya.

“Nih, kita balik duluan. Jangan di entotin dulu ya dim hahahaha”

Aku dan Tama lalu menuju motorku. Kami melewati Wahyu yang sepertinya sudah bersiap ingin meninggalkan tempat itu. “yu kami duluan” kataku. Ia tidak berkata apa-apa dan langsung menyalakan motornya lalu berlalu dari hadapan kami.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Malam hari setelah kejadian itu. Aku hanya memandangi langit-langit kamarku. Masih terbayang perkataan Zahra bahwa ia tidak akan berbicara denganku lagi. Aku tidak bisa berpikir apapun dan hanya bisa memikirkan Zahra atau bahasa sekarang namanya GALAU (hahaha). Aku menimbang-nimbang apakah aku harus ke kosnya sekarang juga atau tidak. Ditengah kegalauan ku, pintu kamarku diketuk oleh seseorang.

“Za, buka pintunya” kata seseorang diseberang pintu. Aku mengenali suara tersebut.

*CKLEK*

“Ngapain win?”
“emmm keluar yuk za?”
“kemana?”
“temenin makan”
“dimana?”
“baso pak ujuh, di gang itu” katanya seraya menunjuk entah kemana.
“emang enak makan baso malem-malem?”
“eh emang gaenak ya?”
“lah ya gatau aku haha, yaudah bentar aku siap-siap” kataku sambil mencari celana jeans dan jaket ku.
“yuk win” ajakku.
“udah siap-siapnya gitu doang? Hahaha”
“laaah orang cuman jalan bentar, ya ngapain pake pomade segala haha”
“yaudah yuukk”

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Aku lalu menutup pintu dan menguncinya. Diperjalanan menuju tempat makan, kami hanya berbicara kepada diri kami masing-masing. Aku yg saat itu masih kepikiran tentang Zahra, nyatanya sedang berjalan beriringan dengan wanita lain. Baru kali ini aku membayangkan dan mengharapkan Zahralah yang ada disampingku ini. Sebelum-sebelumnya apabila aku menghabiskan waktu bersama salah satu dari Hani, Winda maupun Zahra, aku tidak pernah membayangkan orang lain.

“Za, kamu galau ya?” kata Winda tiba-tiba.
“ehh apaaan sih hahah, engga kokk”
“hahaha gausah boong Za, keliatan kok. Matamu kosong”
“iya gapapa mataku kosong yang penting hatinya engga”
*HOEK* Winda tiba-tiba muntah dijalan (ini bercanda hahaha)
“halaaah apaan deh za haaha”

Tanpa terasa perjalanan yang cukup singkat itu selesai sudah. Kami sudah sampai di warung baso yang dimaksud dan segera memesan makanan. Selama menunggu pesanan, aku dan Winda terjebak di situasi yang canggung karena aku yang pikirannya sedang melayang entah kemana, sedangkan Winda seperti ingin menyampaikan sesuatu namun ia tidak mau memulainya.

Aku yg sadar dengan situasi ini akhirnya memutuskan untuk mencubit pipinya yang sedikit tembem itu dan membuat ia jengkel. Suasana sedikit mencair akibatnya, dan ia marah-marah karena pipinya ku cubit agak keras. Ia berusaha membalasnya namun, tanganku lebih kuat untuk menahan tangannya sehingga kami malah berpegangan tangan dan tidak ada yang mau melepasnya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Pesanan pun datang, kami melepaskan pegangan tangan tersebut dan segera melahap makanan yang sudah disediakan. Cukup cepat kami melahap makanan tersebut karena kami makan tidak diselingi dengan obrolan yang bertele-tele. Hanya ia menyuruhku untuk mengambilkan kecap atau aku menyuruhnya mengambilkan sambal.

Selesai makan, kami aku membayarkan makanannya, walaupun sempat ditolak oleh Winda namun aku tetap memaksanya. Kami lalu kembali ke kos kami masing-masing. Selama perjalanan pulang, situasi canggung datang lagi dan kami hanya diam saja.

“Za, lewat tuh kosanmu hahaha” kata Winda sesaat setelah mendapati kami melewati kosanku.
“nganter kamu dulu” jawabku singkat.

Kami berjalan sedikit lagi dan sampailah di depan kosan Winda.

“za makasih hehe”
“makasih buat apa?”
“tadi makannya hehe”
“yaampuun santai kali hahaha, lain kali kamu yg bayarin hahaha”

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“kayaknya udah gaada lain kali deh za hahaha” jawabnya yang membuatku sedikit terkejut. “iya tadi aku, Hani sama Zahra ke kosannya si Hani pas kamu pergi dan udah denger cerita Zahra kalo dia abis di emm kamu tau lah yaa. Aku juga sedih Za, kok bisa ya si Wahyu. Orang cupu kayak dia bisa kayak gitu” lanjutnya.

“iyaa. Aku juga kaget Win, aku juga ngerasa ini salahku juga. Aku ngerasa kalo awalnya dia kesel sama aku kali ya gara-gara aku ngasih tugas banyak banget waktu itu. Waktu itu aku emang gedek sama dia karena tugas semua yg ngerjain aku, ya akhirnya aku ngasih sisanya. Tapi setelah dipikir-pikir masa iya sih cuman gara-gara gitu doang, dia merkosa orang. Aneh” kataku heran.

“nah itu Za, trus tbtb Hani cerita kalo ia pernah ketemu Wahyu di Venus dan ia ngerasa kalo Wahyu agak gimana gitu waktu itu”

*DEG*

“trus ya za, si Hani cerita lagi kalo dia dikirimin video dia lagi emmm aduh gimana ya ngomongnya. Jijik haha. Ya pokoknya ngirim video ke Hani pas foto dia gapake jilbab kesebar. Nah aku sama Zahra ya kaget lah” lanjut Winda.

*DEG*DEG*DEG*

Tiba-tiba keheningan muncul dengan tiba-tiba.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“za, kamu boong ya sama aku” katanya yang sontak membuatku terkejut.
“hah? Boong apa?” kataku sedikit terbata-bata.
“kamu kan yang nyebar fotonya Hani? Kamu kan yg waktu itu bales chat-ku pake HP-nya Hani? Kamu kan yang ngajak Hani ke Venus? Kamu kan yang bikin Hani sembuh? Semua itu kamu kan?”

Aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu. Aku hanya diam dan menunduk.

“maaf win, aku…….” Aku tak bisa melanjutkan kata-kata.

Winda lalu mengelus kepalaku dan seraya berkata “gapapa kok Za hehe, jangan lagi-lagi yaa. Kasian kamu. Pusing kan? hahaha. Pilih salah satu aja hahaha aku bakal dukung yang mana aja”. Ia lalu mencium keningku. “lagipula tadi mereka juga udah tau kelakuanmu sama aku hahaha, tadi aku juga cerita kalo kita juga udah gituan hehe” lanjutnya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Aku tertegun dan makin tak bisa mengeluarkan kata-kata. Aku lalu mencium bibir Winda dengan lembut. Cukup lama kami berciuman. Kami sempat melepaskan ciuman kami, dan aku melihat Winda tersenyum manis sekali dan menciumnya sekali lagi. Kami lalu melepaskan ciuman kami. Aku seperti biasa meremas payudaranya itu dan tak ada reaksi penolakan dan protes dari dia. Sekali lagi kami berciuman namun singkat dan akhirnya aku pamit menuju kosanku.

Sesampainya di kamarku, aku membuka HP-ku dan mengetik sebuah pesan untuk seseorang. Isi pesan itu adalah “besok aku ke kosanmu yaa hehe” lalu aku mengirim pesan itu, dan sudah ada pemberitahuan bahwa pesan itu terkirim. Tak lama setelah itu aku mendapat balasan yang berisi “iya za heheh, aku tunggu =)”. Pesan itu sukses membuatku tersenyum dan aku lalu memutuskan untuk pergi tidur karena tidak sabar untuk esok hari.

Pagi-pagi aku bangun dengan sedikit menggigil karena hujan turun rintik-rintik. Aku mematikan kipas angin yang ada di kamarku karena tidak kuat dengan dinginnya pagi ini. Aku lalu segera melakukan ibadahku di ruangan khusus yang ada di kosanku. Setelah selesai melakukan ibadah, aku melihat Tama datang menggunakan mantelnya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“dari mana lo?” tanyaku.

“kepo lu hahaha” katanya sambil langsung menuju kamarnya.

“ah ta* emang lo” gerutuku.

Aku lalu membereskan tempat itu dan menuju kamarku lagi dengan melanjutkan tidurku. Hari ini tidak ada kuliah karena minggu lalu, kuliah ini dijadikan satu dengan minggu ini, sehingga jumlah pertemuanpun sudah lengkap. Aku menggigil karena memang udara sangat dingin saat itu dan aku tidak bisa melanjutkan tidurku karena itu. Aku mencari selimut di lemari dan memakainya.

Cukup hangat rasanya. Aku lalu mengambil HP-ku dan sedikit browsing internet dan sesekali membuka forum semprot untuk melihat apakah cerita panas yang jalan ceritanya bagus itu sudah update atau belum. Sekali lagi aku kecewa karena memang penulisnya belum update cerita itu. Aku lalu mengalihkan perhatianku kepada facebuku. Situs jejaring sosial yang nampaknya zaman sekarang sudah mulai ditinggalkan, namun karena tuntutan akademik aku harus aktif kembali.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Aku terus scroll halaman berandaku dan berharap ada yang menarik. Setelah beberapa saat, aku melihat sebuah postingan oleh teman SMA ku “Lala Nur Laela changed relationship status with complicated”. Aku yang penasaran, lalu mengirimi ia pesan facebuku yang berisi “lo kenapa dah, berantem sama Noval?”

Lala adalah salah satu temanku yang sering menemaniku saat aku sedang dikucilkan oleh teman-temanku saat itu, dan aku tau ia sudah berpacaran dengan Noval salah satu temanku juga selama 3 tahun, maka dari itu aku penasaran ada apa diantara mereka. Aku lalu meletakkan HP-ku kembali dan menutup mataku berharap bisa melanjutkan tidur. Dan akupun tidur.

Aku bangun dari tidurku karena merasa gerah, dan mendapati hujan sudah reda serta sinar mentari sudah menerangi bumi ini dengan maksimal. Aku melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 11. Aku sedikit terhentak karena aku sudah berjanji ingin pergi ke kosan seseorang hari ini. Aku buru-buru menyiapkan peralatan mandiku dan langung menuju kamar mandi.

Aku mandi dengan sedikit tergesa-gesa. Selesai mandi, aku lalu langsung menuju kamarku dan mengetik sebuah pesan “aku otw yaa, kamu siap-siap hehe” Aku lalu segera mengambil kaos dan celana jeans yang ada di lemariku dan memakainya. Selesai memakai pakaian, aku memakai jaketku dan segera pergi dari kosanku. Saat aku mengunci pintu kamar, aku melihat Mba Nayla sedang menunggu di luar kosan. Aku menebak bahwa ia sedang menunggu Tama. Aku lalu mengeluarkan motorku dan menyapa Mba Nayla. Bokep Jepang

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“Eh mba, ngapain?” sapaku. “nungguin Tama?” lanjutku berbasa-basi.
“Eh Faza, iyanih hehe. Kamu mau pergi?”
“ooohh udah lama mba?” “engga mba cuman mau nyuci motor doang kok”
“engga sih barusan juga ini. Nyuci motor kok rapi banget?” tanyanya polos.
“hahahahahaha, iya mba biar motorku juga rapi” jawabku sambil menyalakan mesin motorku dan menaikinya.
“trus kok dinyalain motornya?”
“iya mba biar bisa jalan. Duluan ya mba hehe, salam nanti buat Tama” kataku sambil berlalu dari hadapan Mba Nayla.
“maksudnya apa sih ya dia” gerutu Mba Nayla.

Selama di perjalanan menuju kosan seseorang itu, pikiranku masih entah dimana. Aku berpikir kata-kata apa yang pertama bakal ia ucapkan dan lain-lain. Aku hampir menabrak seseorang yang sedang menyebrang jalan. Untung saja reflekku cukup bagus dan aku bisa dengan segera menarik tuas rem dan aku hampir terjatuh dari motor. Aku melanjutkan perjalananku setelah penyebrang itu sampai dengan selama di seberang.

Aku sampai di depan kosannya. Kosan yang menjadi saksi bisu hubungan badan pertama kami. Kosan yang sering aku hampiri.

*TOK TOK*

Seorang wanita paruh baya membuka pintu.

“Eh nak Faza, masuk nak. Zahra belum bangun kayaknya. Soalnya dari tadi saya belum liat dia keluar dari kamar”
“ohh iya bu terimakasih. Oh gitu bu? Boleh saya ketuk pintunya bu?” tanyaku.
“ya silahkan saja, selama Zahra tidak menolak, apa hak saya mencegah orang pacaran hahaha” katanya seraya meninggalkanku.
*TIK TOK*
“zahhhraaaa” kataku sedikit berteriak.
*CKLEK* pintu terbuka.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Aku melihat saat itu Zahra masih bersiap-siap dan sedang menggunakan jilbabnya.

“ehh zaa hahaha, untung aku mandi tadi”
“lohh, emang dikira, aku mau ngapain?”
“kukira kamu bakal cuman main hehe tp liat kamu pake jaket dan celana jeans ya kita bakal keluar kan?”
“iyaa hahah, ke Watuogah mau ya?”
“Mau, yaudah bentar lagi ini lagi pake jilbab. Mau nunggu di luar atau di dalem?”
“di dalem aja deh hehe”

Aku masuk ke dalam kamarnya dan aku melihat kamarnya agak sedikit berbeda dengan yang terakhir aku datangi.

“Zah, kayaknya ada yang beda deh tapi apa yaa?” tanyaku penasaran.
“Hayooo apaaa hahaha, coba perhatiin lagi” katanya sambil memakai jilbabnya.
“emmmm apasih yaaa” kataku sambil menyapukan pandanganku ke seluruh ruangan itu. “ooohhh aku tauu, warna temboknya bedaaa, dulu kan birunya agak tua, sekarang biru muda”
“hahahah, iya za, kerjaan ibu kos emang. Kemarin gara-gara suami barunya suka warna biru muda jadinya semua rumah ini dicat berbagai macam biru muda”
“ehhh suami baru?” kataku kaget.
“iya zaa hahaha, kemarin banget pas aku pulang dari kosan Hani aku liat rumah ini bener-bener di cat biru muda semua, dan pas aku tanya ya dia jawab gitu hahaha” jelasnya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“kukira suaminya dia emang lagi keluar kota apa gimana makanya aku gapernah liat, ternyata malah emang gak punya”
“iya za, suami lamanya katanya meninggal 10 tahun lalu, dan dia baru bisa cinta sama orang lain ya beberapa hari kemarin dan langsung nentuin tanggal nikah katanya hahaha” katanya sambil menyelesaikan memakai jilbabnya.
“ehh kapan tuh? Mau doong biar ikut makan-makannya hahah”
“minggu depan katanya, hari rabu. Yaudah za tinggal kesini ajaa, rumahnya dia kan dibelakang rumah ini jdnya palingan rumah ini juga dijadiin buat tempat resepsinya. Yuk Za aku udah siap”
“okeedeeh alhadllah makan gratis hahaha” kataku sambil keluar menuju pintu.

Zahra tiba-tiba memelukku dari belakang dan tidak mengatakan apapun.

“kangen banget apa zah? Hahaha”

Ia lalu melepaskan pelukannya dan memeletkan lidahnya kepadaku. Aku tersenyum karena tingkahnya dan kami keluar dari kamar Zahra dan menuju motorku.

“pinjem helm sama siapa gitu zah, aku gabawa heheh”
“huuuuuu” katanya sambil masuk ke kosannya lagi.

Tak berapa lama, Zahra keluar dari kosannya dan sudah membawa helm dan kami langsung menuju Watuogah menggunakan motorku. Selama perjalanan, kami tidak banyak melakukan obrolan namun Zahra memelukku dari belakang dengan erat.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

*TOK TOK*

Winda mengetuk pintu depan kosan dari sahabatnya itu.

*CKLEK*

Seorang pria paruh baya membukakan pintu.

“nyari siapa mba?” tanya pria itu.
“Hani pak hehe, haninya ada kan ya pak?”
“kayaknya barusan keluar deh mba. Coba cek aja kamarnya” kata pria itu sambil berlalu dari pandangan Winda.

Winda yang sudah tau kamar Hani dimana, langsung menuju kamar Hani.

*TOK TOK*
“Haniiiii” teriak Winda.

Lalu ada wanita yang keluar dari salah satu kamar. “Hani barusan pergi, buru-buru kayaknya deh” kata wanita itu.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“ooohh gitu ya mba hehe, makasih ya mbaa” kata Winda sedikit kecewa karena memang cukup jauh jarak kosannya dan kosan Hani apabila ditempuh dengan berjalan kaki.
“iyaa, nanti aku sampein ke Hani kalo temennya ada yang datang” katanya sambil masuk lagi ke kamarnya.
“iya mbaa”

Winda lalu keluar dari kosan itu, dan berjalan pulang.

“duhh si Faza pergi, Hani pergi, ngapain ya libur-libur gini hmmm” gumamnya selama perjalanan pulang ke kosannya.

Winda mampir di salah satu warung makan dan membeli beberapa lauk yang dibungkus untuk kemudian dimakan di kosannya. Selagi menunggu pesanannya, Winda mengirim pesan kepada Hani yang menanyakan keberadaannya. Tak lama menunggu ia mendapat balasan “aku di kampus win hehe, maaf ga ngasih tau dulu tadi. Ada rapat ukm”.

“masih lama?” balas Winda.
“masih kAyaknya hehe, bahasannya banyak. Maafin. Faza gaada ya?” balas Hani
“iya, tadi aku liat pergi. Kayaknya sama Zahra deh, yaudah deh Han, kalo udah selese, kasih tau yaa, aku bosen haha”
“hahaha, baguslah dia sama Zahra aja, kita harus nyari lagi win. Semangat nyari!! Hahahaha. Iya windaa chayank nanti aku ajak kamu ke tempat yang bagus biar kamu ga bosen hihihihi”
“nyari apadeh hahahaha. Ihhhh apaaasihhhh kamoeehh hahaha, awas lhoo yaa kalau ga bagus tempatnya” balas Winda sambil menerima pesanannya dan membayarnya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Winda lalu menyimpan kembali HP-nya dan melanjutkan perjalanan ke kosannya. Suasana jalan cukup sepi dan ditengah-tengah perjalanan, ada sebuah mobil yang melaju dengan cukup kencang dan sedikit menyerempet Winda yang sedang berjalan.

Hal itu membuat tubuh Winda terdorong beberapa meter dan jatuh terguling-guling hingga kemudian membuat sikut, lutut dan keningnya mengeluarkan darah karena menahan tubuhnya yang jatuh itu. Mobil tersebut sempat berhenti namun sang pengendara tidak turun dari mobilnya dan tidak berapa lama mobil itu melanjutkan perjalanan.

“aaahhh sakiitt” rintih Winda sambil masih terbaring di jalan.

Winda berusaha bangun, namun karena terluka di bagian sikut dan lututnya maka sekeras apapun ia mencoba bangun pasti roboh lagi. Winda menutup matanya karena menahan rasa sakit yang amat sangat dan mengeluarkan air matanya dan berharap ada seseorang yang datang menolongnya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“YAAMPUN WINDA, KAMU KENAPA” kata seseorang sambil turun dari motornya dan menghampiri Winda.

Winda membuka matanya dan melihat Mba Kintan salah satu seniornya di kampus dan di UKM-nya. Mba Kintan lalu membantu Winda untuk bangkit lalu memapahnya ke arah motornya berada. Winda lalu duduk di motor Mba Kintan.

“Kamu kenapa win yaampun, sampai berdarah gini” kata Mba Kintan sambil membersihkan pakaian Winda lalu mengambil kertas tissue untuk mengusap darah yang ada di kening Winda.
“aku di tabrak mba tadi huhuhu, abis dari kosan Hani” kata Winda sambil memegangi sikut-nya yang berdarah. “duhh makananku juga berserakan” lanjutnya.
“oalaaaah, yaudah mba anterin kamu ke rumah sakit ya, takut infeksi nanti makin parah. Bisa naik motor kan?”

“Iya mba makasih ya mba hehe, malah ngerepotin. Bisa kok mba hehe” katanya sambil turun dari motor. Namun ia roboh kembali karena lututnya yang terluka tidak kuat menahan beban tubuhnya.
“astaghfirllh. Winda kamu gapapa kan?” kata Mba Kintan sambil memapah tubuh Winda lagi.
“aahhh sakkit banget mba” kata Winda sambil memegangi lututnya.
“aduh bahaya ini. Jangan-jangan lebih parah” kata Mba Kintan sedikit panik. “kamu bisa berdiri bentar ga win?” lanjutnya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Mba Kintan melepaskan pegangan dari Winda dan tubuh Winda sempat terhuyung namun masih sanggup berdiri. Mba kintan segera menyalakan motornya lalu membantu Winda menaiki motornya. Sekiranya sudah aman dan stabil, Mba Kintan lalu melajukan motornya ke arah rumah sakit untuk mengobati Winda.

Udara Watuogah kali ini lebih dingin daripada saat di Kota. Aku melihat Zahra menggigil karena ia tidak menggunakan jaket saat ini. “bodoh sekali aku ini kenapa gak tadi aku ingetin” gerutuku dalam hati.

Aku memberhentikan motorku sejenak dan turun dari motor. Zahra yang bingung karena tiba-tiba aku memberhentikan motorku mengatakan “loh za kenapa berhenti?”

Aku tidak menjawab pertanyaan itu dan melepas jaketku dan memakaikannya ke Zahra. Untung aku memiliki jaket alami yaitu lemak yang ada di tubuhku (hahaha).

“ehh makasih hehehe” kata Zahra. “kamu nanti emang ga kedinginan za?”
“engga kok, badanku udah tebel hahaha” kataku sambil naik motor dan segera melajukannya kembali.
“hahaha apasihhh, nanti kalo kamu sakit gimana?” katanya dengan sedikit berteriak.
“ya kamu nanti rawat aku laah hahaha”
“yeee mau nyaa yaaa hahaha” katanya sambil menyubit bagian samping perutku.
“adduhh sakkiitt nanti jatuh zaaah hahaha”
“hahahaha”

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Kami akhirnya kami sampai di objek wisata Watuogah. Kami lalu mencari tempat parkir dan mendapatkannya di tempat yang cukup dekat dengan pintu masuknya.

Kami masuk ke dalam area wisata setelah membayar tiket masuknya. Kami sempat berdebat perihal siapa yang membayar tiket dan perdebatan dimenangkan olehku sehingga aku yang membayar dan sebagai ganti, Zahra lah yang nanti membayar segala jajan kami (hahaha).

Kami bermain-main di sekitaran air terjun dan sempat turun ke dalam airnya. Karena kami tidak membawa pakaian ganti, jadi kami hanya bermain di pinggir saja. Setelah puas bermain air, kami mendapati seseorang yang menjual beberapa makanan seperti pecel, gorengan dan lain-lain. Kami memutuskan untuk membeli beberapa makanan dan memakan makanan tersebut bersama-sama.

“Za, naik lagi yukk, ke pancuran pitu hehe”
“keluar doong?”
“gausaaahhh hahaha, kamu gatau yaa. Kan bisa lewat sini dan gausah bayar lagi”
“eh seriusan? Jauh banget doong berarti?”
“gapapaaa, biar kamu kurus hahahaha”
“yaudah abis ini yak” kataku sambil menyelesaikan makanku.
“nih za buat kamu hehe, aku kenyang” katanya seraya memberi sisa makanannya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Selesai makan, kami langsung menuju pancuran pitu. Jalan yang dilalui cukup menyakitkan paru-paruku karena jalanan yang terjal dan banyak tangga merupakan musuh alami orang seperti aku. Aku beberapa kali berhenti untuk mengambil nafas dan Zahra yang melihatku malah menertawaiku, dan terkadang ia memberiku minum yang ia beli di tengah perjalanan. Bokep Korea

Kami akhirnya sampai di tujuan dan pemandangan yang tersaji seolah membuat perjalanan yang berat tadi tidak ada apa-apanya.

“zaaa, angeettt ahahaha” kata Zahra saat mencuci muka di salah satu mata air di situ.
“ehh iyaa, seger yaa” kataku sambil mencuci muka, tangan dan kaki ku.
“zah,minum masih ada kan hehe, minta doong”
“nihh”

Kami lalu mencari spot untuk menikmati pemandangan yang tersaji di depan mata kami. Pemandangan hutan yang masih hijau, masih belum terjamah oleh tangan manusia, terbentang dengan sangat indahnya. Kami mendapati lahan yang sedikit landai dan aku memutuskan untuk merebahkan diri disana sedangkan Zahra masih duduk disebelahku yang rebahan.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“eeehhhggg enaakk banget akhirnya rebahan” kataku sambil mengeliatkan tubuhku di lahan itu.
“zaa, tau ga? Kemarin aku liat pemandangan yang sama kayak gini pas itu” kata Zahra yang masih memandang lurus kedepan melihat pemandangan.

Aku langsung bangkit dari rebahanku dan langsung memeluk tubuhnya dan mengelus kepalanya.

“maafin aku ya zah”

Zahra hanya diam saja dan hanya merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Aku masih terus mengelus kepalanya.

“zah, gak bau apa disitu? Hahaha”
“hihhh orang lagi enak-enak juga. Kamu mah sukanya merusak suasana ihhh” katanya sambil melepaskan pelukannya.
“ululululu hahaha, sini-sini hahahah” kataku sambil meraih kepalanya dan mendaratkan di pundakku dan kami rebahan.
“za, aku jadi inget zaman ospek deh haha, aku sering kan ya dulu kayak gini”
“zah aku mau cerita” kataku yang sambil mengusap kepalanya.
“sok atuh cerita haha”
“kemarin pas penerimaan anggota baru Tia juga bilang kayak gitu”
“ehh Tia?” katanya sedikit terkejut. “eh iya ya dia ikut juga kemarin. Terus-terus?”
“Tia nangis kemarin, dia cerita kalo Wahyu udah berubah” ujarku.
“kemarin dia diapain sama wahyu zah? Pas yang kamu nyusul dia?”
“mau di perkosa deh kayaknya, pas aku dateng aja dia bajunya Tia udah sobek gara-gara di tarik sama si wahyu”
“gila ya emang Wahyu tuh. bisa ya orang kayak gitu ngelakuin itu. Merinding jadinya. Berasa psikopat ga sih za?”
“maafin aku ya zaah”
“ihhh apasih maaf mulu hahaha, emangnya lebaran apa hahaa”
“abisnya, kan gara-gara aku……”

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“ssssttt udah aahh hahaha, udah kejadian juga, ya walaupun aku masih gak terima sih di gituin sama Wahyu tp yaudahlaah udah lewat juga hehe” ujarnya. “oiyaa zaa, aku minta maaf, kemarin aku cerita ke Hani kalo kamu sama Winda udah pernah gituan hehe, abisnya pas kita di kosan Hani, tbtb si Hani cerita kalo dia pernah ketemu sama Wahyu di Mall dan keceplosan bilang sama kamu.

Yaudah Winda kaget banget. Ekspresinya loh zaa haha, kasian aku. Akhirnya dia tau semuanya kalo kamu sama Hani juga udah gituan. Karena udah terlanjur, ya aku lanjutin aja biar mereka berdua tau satu sama lain dan ceritaku malah dilengkapin sama si Winda kalo kalian abis gituan semalem sebelumnya” jelasnya sambil menjewer telingaku. “Hani lebih kaget daripada Winda, dan Winda kemarin langsung meluk si Hani dan mereka nangis berdua. Tuhkan kamu siihh mainin mereka jadinya gitu” lanjutnya.

“aduhh” rintihku.
“udah ya zaa, kamu pilih satu aja. Kasian yang lain” katanya yang membuatku tertegun.
“hahaha, aku makin bingung kalo ketemu Hani kalo kayak gini” ujarku. “semalem sebenernya Winda udah cerita zah ke aku, dan emmmm aku gabisa bilang apa-apa pas dia bilang udah tau semuanya. Aku merasa bersalah deh jadinya”
“baru sadar kamu za? Hahaha”
“kan kemarin juga pas sama Hani dibantuin sama kamu juga haha”
“iyasih ahahah, aneh yaaa. Kita bertiga jadi suka sama kamu gara-gara itu” katanya yang membuatku tersentak.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“ehhh apa zah?” kataku sambil bangkit dari rebahan.
“hahahaha gaada siaran ulang” katanya sambil berdiri. “udah yuk zaa, ketempat lain hehe” lanjutnya.
“dihhhh, ehh tadi apaaan. Aku gadengerrr” kataku seraya berusaha berdiri.
“hahaha, dibilang gaada siaran ulang” katanya sambil meninggalkanku dan menuju ke warung yang ada didekat kami saat itu. Aku pun mengikutinya.
“zaa, makan po* mie dulu yaa hehe, laper lagi masaa” kata Zahra yang sudah duduk di warung tersebut.
“yaudahhh aku gausah zaah. Aku minta kamu ajaa, palingan kamu juga gaabis”
“yeuuu haha iyaa iyaa. Tau banget sihh”
“apaaan sih zaah, emang bener kan? hahaha”
“iyaaa benerrr kokkk” katanya sambil menerima po* mie dari penjual di warung itu.

Setelah makan di warung tersebut, kami memutuskan untuk untuk pulang karena memang jam sudah menunjukan pukul 3 sore. Kami menempuh perjalanan yang sama seperti berangkat. Sampai dibawah, aku meminta waktu istirahat sebentar kepada Zahra karena ternyata perjalanan turun jauh lebih menyakitkan daripada naik (hahaha). Setelah sekiranya sudah tidak terlalu capek, kami membeli minum dan menuju motorku.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“Innlillhi Winda kecalakan za…..” kata Zahra yang sedang memainkan HP-nya dan sontak membuatku terkejut.
“Hah? Astaghfrllh. Dapet kabar dari siapa?”
“ini Hani nge-chat aku. Karena tadi diatas gaada sinyal makanya baru pada masuk chat-nya.”
“sekarang dimana si Winda?”
“tadi di rumah sakit tp sekarang katanya lagi pulang ke kosannya. Gak kenapa-napa cuman lututnya agak bermasalah dan si Winda agak trauma katanya”
“yaudah yuk buruan jenguk” kataku sambil langsung menaiki motor dan menyalakan mesinnya.

Zahra membayar biaya parkir dan aku langsung memacu motorku karena pikiranku sekarang bercampur tak karuan. Ketidak-karuan pikiranku memiliki korelasi positif terhadap gayaku mengendara motor. Zahra sering menegurku saat aku menyalip kendaraan dengan tergesa-gesa. “Fazaaaa, hati-hati. Tenang Za tenaaang. Winda gak kenapa-kenapa kok” tegurnya sambil dengan erat memeluk tubuhku dari belakang.

=======########=======​

“HEH NGAPAIN LO KESINI LAGI??” bentak Dimas kepada Wahyu di depan gerbang kosan Tia. Dimas lalu turun dari motornya. “SEMALEM KEMANA LO? DICARIIN SAMA IBU KOS” lanjutnya
“LAH KAMU JUGA NGAPAIN KESINI?? GAUSAH KEPO-KEPO LAAH, MAU AKU KEMANA KEK SEMALEM” bentak Wahyu membalas.
“NGAJAK TIA JALAN. KENAPA? GASENENG?”

Tidak ada angin tidak ada badai, Wahyu langsung melancarkan sebuah pukulan dan tepat mengenai pipi kanan Dimas, dan akibatnya membuat Dimas terdorong dan jatuh tersungkur.

“KURANG AJAR” kata Dimas sambil membuang ludahnya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Dimas berlari ke arah Wahyu lalu ia meloncat sambil memukul wajah Wahyu. Wahyu berhasil menahan serangan Dimas karena dengan cekatan, ia menilangkan tangannya untuk menutup wajahnya. Namun karena daya dorong pukulan Dimas besar, ia ikut terdorong dan jatuh tersungkur. Dimas lalu menarik kerah baju Wahyu dan menariknya hingga Wahyu berdiri.

“HEH DENGER YA, TIA UDAH GAMAU KETEMU SAMA LO LAGI” kata Dimas lalu melepaskan cengkraman di kerah baju Wahyu. Dimas lalu mendorong tubuh Wahyu. Tidak terima diperlakukan seperti itu, Wahyu mengangkat kakinya dan berhasil mendaratkan tendangan tepat di bagian pinggang Dimas cukup keras.

“AAAAHH SIALAN” ujar Dimas karena ia terdorong dan menabrak gerbang kosan.

“KEMARIN AKU GAKBERANI KARENA KALIAN BERANINYA KEROYOKAN” kata Wahyu sambil bersiap-siap menyerang Dimas lagi.

Dimas bangkit dan langsung melancaran tendangan ke Wahyu. Melihat itu Wahyu juga melancarkan tendangan ke Dimas dan kaki mereka beradu.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

*KRAAKK*

“BANGSAT AHHHH” teriak Wahyu tersungkur sambil memegangi tulang keringnya.
“KATA SIAPA KAMI BERANINYA KEROYOKAN?” ujar Dimas.
*BEGH*

Dimas menendang kepala Wahyu dan tendangannnya mendarat di pipi kanan Wahyu. Wahyu terpental cukup jauh karena tendangan Dimas cukup keras dan akibatnya Wahyu jatuh pingsan. Melihat Wahyu pingsan membuat Dimas celingukan melihat sekeliling dan ia tidak mendapati seseorang melihat aksinya. Ia lalu menghampiri tubuh Wahyu dan menggendong ke warung terdekat.

“BUU PAAKK ADA ORANG?” teriak Dimas dari luar warung.

Sang ibu pemilik warung keluar dan kebingungan karena mendapati ada orang yang sedang membawa orang pingsan.

“bu, ada nomer puskesmas atau apa gitu bu? Saya liat ini orang tadi pingsan di depan rumah itu” kata Dimas sambil menunjuk kosan Tia.
“eh astaghfrllh ada ada ibu telfonin sekarang ya nak” ujar ibu pemilik warung sedikit panic.
“iya bu. Bu saya titip orang ini ya bu. Saya ada urusan soalnya hehe”
“iya nak, dimasukin dulu kasian”
“iya bu”

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Dimas menggendong tubuh Wahyu masuk ke dalam warung dan membaringkannya di suatu karpet. Dimas lalu meluruskan kaki dan tangan Wahyu dan melihat bagian tulang kering Wahyu memang sedikit membiru. Ia lalu pergi meninggalkan Wahyu yang masih pingsan.

“mari bu, maaf malah ngerepotin”
“iya nak gapapa, kasian juga orang itu pingsan di tengah jalan gaada yang bantuin”

Dimas lalu pergi dari hadapan ibu pemilik warung dan menuju kosan Tia dan mendapati wanita yang sudah ditunggu-tunggu telah berada di luar.

“tadi ada apaan Dim ribut-ribut hehe”
“oohh tadi ada orang berantem sampe pingsan. Yang pingsan udah dititipin ke warung itu biar di telfonin rumah sakit” kata Dimas sambil menunjuk warung yang dimaksud.
“ooohh. Ini jadi kan Dim? Hehe”
“jadi doong kamu udah dandan cantik gini masa gak jadi haha”
“yeeuuu hahaha”

Dimas dan Tia langsung menuju motor Dimas. Mereka lalu pergi ke pusat perbelanjaan karena memang ada yang ingin mereka beli dan untuk refreshing saja.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Kami sampai di kota kembali pukul 5 sore karena tadi diperjalanan ada truk yang melintir dan menghalangi jalan yang menyebabkan kemacetan cukup lama. Kami langsung menuju kosan Winda karena ingin melihat kondisinya sekarang.

Kami sampai di depan kosan Winda. Aku dan Zahra mendapati banyak motor di luar kosan.

“wah rame banget Zah. Kayaknya cewek semua deh itu” kataku sambil menunjuk alas kaki yang ada di teras kosannya.
“ya terus kenapa Za?” kata Zahra sambil turun dari motorku.
“yak kan kamu tau si Winda apa. Masa aku masuk kosannya dia disaat temen-temennya ada disitu”
“yaampuun Fazaaa kamu tadi udah ngebut dan bikin aku takut dijalan, sekarang malah takut pas udah di depan kosannya”
“yee bukan gitu maksudnya” kataku masih menimbang-nimbang apakah aku masuk atau tidak.
“aku telfon Hani dulu deh ya biar keluar dulu” kata Zahra sambil mengeluarkan HP-nya.

Tak berapa lama, Hani keluar dari kosan Winda. Zahra sempat sedikit bertanya-tanya ke Hani perihal keadaan Winda. Aku yang melihat Hani kini malah terjebak di situasi yang canggung dan tidak bisa mengeluarkan kata-kata.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“Han, aku masuk dulu deh yaa, ini si Faza gamau masuk. Malu soalnya cewek semua katanya. Kamu temenin bentar ya” ujar Zahra sambil melengos masuk ke dalam kosan.
“hai Han hehe” kataku sedikit terbata-bata.
“kamu kenapa deh Za hahaha” kata Hani tertawa manis sekali
“ehh gapapa kok haha. Si Winda kenapa kok bisa kayak gitu?” kataku yang sudah mulai tidak terbata-bata lagi.

“tadi aku dapet kabar dari Mba Kintan katanya Winda ditabrak gitu sama mobil di deket kosanku. Mba kintan langsung bawa ke rumah sakit dan agak lama dia disana karena tulang lututnya agak geser apa gimana gitu tadi diceritain” jelas Hani. Tadi sekitar jam 3 udah dibolehin pulang cuman masih harus pake penyangga gitu deh di lututnya” katanya sambil sedikit menggambarkan penyangga di lututnya.

“Supirnya gak ngapain gitu?”
“gak tau Za, kata Mba Kintan juga cerita mobilnya udah gaada pas dia liat Winda”
“kasian ya”
“iya Za, kasian Winda” kata Hani sambil menatapku tajam.
“ehhh kenapa Han?” kataku gugup.

Hani lalu memalingkan pandangannya. “iya Za, di dalem emang cewek semua. Tapi tadi ada Akbar kok jenguk jadinya gak apa-apa masuk aja yuk”

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Aku mengikuti Hani yang masuk ke dalam kosan Winda. Baru pertama kali aku masuk ke kosan Winda dan nampaknya fasilitasnya cukup ‘wah’. Kamar Winda berada di kamar kedua dari ujung dan aku melihat pintunya terbuka dan banyak orang yang berada di sana. Aku sedikit melongok melihat ke dalam kamar Winda. Aku melihat Zahra sedang ada di sebelah Winda dengan muka sedih. Winda melihatku melongok, dan memberi kode untuk masuk ke dalam namun aku menolak karena memang aku liat tamu-tamunya golongan akhwat dan mereka memberi pandangan tidak mengenakan saat aku melongok ke dalam kamar.

“gausah win hehe, aku diluar aja” ujarku.
“aku masuk dulu ya za hehe” kata Hani.

Mendengar suaraku Zahra menolehkan pandangannya ke aku dan langsung beranjak dari tempatnya. Aku mendengar Zahra berpamitan kepada orang-orang.

“za beneran kamu gamau liat Winda?” bisiknya sambil mendorongku menjauhi kamar Winda.
“engga zah hehe, liat aja mereka ngeliatin aku udah kayak aku yang nabrak” kataku sambil berbalik keluar dari kosan Winda.
“hahaha, iya sih namanya juga Winda ya pasti dikelilingin sama yang kayak gitu. Tapi kamu hebat lhoo bisa……” kata Zahra tertahan karena pipinya aku cubit.
“hehhh ngawur ajaa, lagi kayak gini masih aja hahaha”
“SAKIT TAU ZA” protes Zahra sambil memegangi pipinya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Aku lalu menaiki motorku dan melihat Zahra tidak segera naik ke motorku.

“ehh zah, nungguin apa?”
“emmm aku boleh mampir ga za ke kosanmu? hehe”
“ehh ngapain?”
“ya mampir ajaa mau liat. Aku kan belum pernah ke kosanmu hehe”
“emm yaudah deh” kataku sambil turun dari motorku dan mendorongnya.
“loh za, ngapain?”
“ya masa aku biarin kamu jalan sendiri padahal aku naik motor”
“hahahahaha apaaan sihhh lebaayyy hahaha” katanya sambil memeletkan lidahnya kepadaku.

Kami sampai depan kosanku dan aku langsung memasukkan motorku ke dalam sambil aku berikan kunci kamarku ke Zahra.

“maaf ya zah berantakan ehehe” kataku saat masuk ke dalam kamarku.
“iya dasarr jorok hahaha” katanya sambil merapikan benda-benda yang berantakan lalu merapikan sprei kasurku.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Kami akhirnya malah kerja bakti membereskan kamarku dan tidak lama setelahnya, terdengar suara panggilan untuk melakukan ibadah.

“zah kamu shlat disini aja ya hehe, aku diluar. Soalnya kalo diluar udah rame anak kosan nanti kamu malah di apa-apain hahaha”
“-______- faza ihhhhh”
“hahahahaha” kataku seraya keluar dari kamarku.

Kami lalu melaksanakan ibadah dan setelah selesai aku langsung masuk ke dalam kamarku lagi dan aku mendapati Zahra sedang menonton film di laptopku yang ada di meja di sebelah kasurku.

“nonton apa zah?” kataku sambil menutup pintu kamar dan menguncinya.
“ini perang sipil hehe, belum nonton aku”

Aku lalu merebahkan diri di kasurku karena memang hari ini sangat capek karena baru pertama kali aku melangkah di anak tangga sebanyak tadi dan jalan yang menanjak. Aku sekilas melihat Zahra sangat fokus dengan film itu dan niat isengku muncul.

“zah pinjem HP-dong hehe”
“ehh itu di tas za ambil ajaa” katanya tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopku.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Aku lalu membuka HP-nya dan membuka aplikasi Instagrem dan membuka fitur story-nya. Aku memfoto wajah Zahra yang sedang menonton film itu. Benar saja dugaanku Zahra tidak sadar bahwa ia sedang di foto. Aku lalu menuliskan beberapa kalimat di foto itu seperti “serius amat sih, yang disini jadinya di anggurin” dan lain sebagainya.

Aku menekan tombol send, dan story itu sudah terupload oleh akun Zahra. Tak berapa lama, beberapa pesan masuk di instagremnya dan aku buka kebanyakan mungkin teman SMA Zahra karena namanya asing buatku. Isi pesan itu tidak jauh dengan “ahahah komuk lu Zahh” dan “cieeee udah sama siapa nih sekarang? kok gak cerita-cerita zah?”

Aku hanya senyum-senyum saja membaca pesan-pesan itu. Aku tidak mau membalas pesan itu, biar Zahra saja yang membalasnya. Aku lalu melihat-lihat akun-akun di beranda dari akun Zahra. Tidak ada yang menarik karena kebanyakan ia memfollow akun artis, online shop dan akun meme-meme seperti itu.

Aku akhirnya memutuskan untuk menutup HP Zahra dan sedikit menutup mataku karena aku sedikit mengantuk.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

“zaaaaa bangunnnnn” teriak seseorang dan membuatku terbangun. Ternyata aku ketiduran.
“hmmmmm jam berapa zah?”
“jam 10 ayoo anterin aku pulang”
“HAH?”

Aku terkejut dan langsung bangkit dari tidurku.

“kamu pasti capek banget ya za sampe ketiduran hahaha”
“iyaa haha, maafkan” kataku sambil bersiap-siap.
“makanya olahraga za hahaha”
“udaah zaah, cuman tadi tinggi dan jauh banget jadinya gitu dehh” kataku sambil mencari-cari kunci motorku.
“halaaah hahaha alesan ajaa kamu”
“yaudah yukk” kataku setelah kudapati kunci motorku.

Kami keluar dari kamar dan Zahra langsung ku suruh menunggu di luar. Aku mengeluarkan motorku dan aku mengantarkan Zahra kembali ke kosannya.

Cerita Ngewe Nafsu Birahi Si Gendut Part 4

Sekembalinya aku dari mengantar Zahra, aku melihat kosan Winda sudah mulai sepi. Aku segera menelfon Winda.

“Halo asslmalikum. Ada apa za malem-malem nelfon?”
“ehhh hehehe, belum tidur kamu win?”
“belum za hehe, masih harus minum obat dulu biar nyerinya sembuh”
“kamu gapapa kan?”
“gapapa kok hehehe. Makasih ya za”
“ehhh makasih buat apa?”
“ya ini karna kamu udah nelfon aku gini hehe, aku merasa diperhatiin jadinya”
“hahaha apasih wiinn, yaudah kamu cepet sembuh yaaa. Besok jangan dipaksain buat masuk dulu. Nanti malah makin parah”

“iyaa zaa hahah makasihhh. Ini ada Hani loh za, tapi udah tidur hahaha”
“oooh dia nginep, nemenin kamu ya?”
“iyaaa heheh”
“yaudah deh win, mimpi indah yaa kamu sama Hani juga hahaha”
“iyaa zaa kamu juga hehehe”

Aku menutup telfon itu dan langsung memasukkan motorku ke dalam kosanku. Sesaat setelah aku memasukkan motorku, hujan turun dengan derasnya. Aku segera menuju kamarku tapi tertahan karena aku mendengar suara desahan-desahan. Aku mengurungkan niat untuk segera masuk ke kamar dan mencari dari mana sumber suara desahan itu. Nonton Bokep

Aku mengecek satu satu pintu kamar dan menempelkan telingaku pada masing-masing pintu kamar. Akhirnya aku mendapati sumber suara desahan itu dan sekelias mendengar bisikan “sssttt jangan keras-keras nanti ada yang denger”. Aku tau ini kamar siapa dan aku bersiap-siap untuk melakukan skenario yang sama seperti temanku yang nyelonong masuk ke dalam kamarku saat aku pertama kali melakukan “itu” dengan Winda.

Related Post

  • Cerita Ngewe Persetubuhan di Tengah Hutan 150x150

    Cerita Ngewe Persetubuhan di Tengah Hutan

    Cerita Ngewe Persetubuhan di Tengah Hutan - Awan semakin gelap, mendung yang menggantung menandakan sebentar lagi akan hujan. Pakde Marto menyuruh Surti membenahi ceret air dan rantang makanannya
  • Cerita Ngewe PRT Montok Keluarga Bibi 150x150

    Cerita Ngewe PRT Montok Keluarga Bibi

    Cerita Ngewe PRT Montok Keluarga Bibi - Namaku adalah Bayu, aku masih kuliah semester 5 di salah satu universitas di ibukota. Aku adalah mahasiswa rantau, berasal dari tanah sunda. Orang tuaku
  • Cerita Ngewe Sama PSK Langganan 150x150

    Cerita Ngewe Sama PSK Langganan

    Cerita Ngewe Sama PSK Langganan - Nama saya jimi (26 thn), Asal medan, dan Besar di kota Jember karena Orang tua berdomisili Di Jember, saya telah bekerja di sebuah perusahaan di Surabaya, Selepas
  • Cerita Ngewe Pesta Pelepasan Masa Lajang 150x150

    Cerita Ngewe Pesta Pelepasan Masa Lajang

    Cerita Ngewe Pesta Pelepasan Masa Lajang - Dateline satu minggu membuatku pusing, di mana aku harus cari uang untuk melangsungkan acara pernikahanku dengan Naomi? Aku sangat galau. Tabunganku tidak
  • Cerita Ngewe Dokter Ganteng Tapi Cabul 150x150

    Cerita Ngewe Dokter Ganteng Tapi Cabul

    Cerita Ngewe Dokter Ganteng Tapi Cabul - "Perkenalkan namaku Ronald", sapa seorang pria muda ganteng dengan senyum manis. Pakaiannya putih seperti seragam seorang dokter. Dalam ruangan itu ada