Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

BdDomino - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4 – Bella masih menutup rapat mulutnya. Dia masih mencoba menyelamatkan harga dirinya meskipun tak dia pungkiri kalau birahinya sudah naik gara-gara rangsangan Agus barusan. Apalagi dilihatnya sang kakak yang sedang bercinta dengan Pak Reman tampak benar-benar menikmati meskipun terlihat sudah begitu lemas. Agus tahu wanita itu hanya masih mempertahankan gengsinya saja, karena dia lihat puting susu Bella sudah semakin keras dan vaginanya juga sudah sangat basah.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Bella tersentak saat penis Agus tiba-tiba terasa menyentuh bibirnya. Dia langsung memalingkan wajahnya kearah Citra. Kebetulan sekali Citra juga sedang menatapnya sambil menangis terisak. Citra menggelengkan kepalanya, meminta agar Bella tidak menuruti kemauan Agus. Tapi kemudian dia rasakan penis Agus digesek-gesekan dipipinya.

Aroma dari penis Agus tercium kuat dihidungnya, membuat libido ibu 2 anak itu semakin naik. Dia kembali menatap Citra yang masih menangis dan menggelengkan kepalanya. Bellapun ikut menangis. Tapi dia menangis karena tubuhnya sudah semakin menolak perintah otaknya. Bokep Barat

Bella kemudian menutup matanya, dan perlahan kembali memalingkan wajahnya kearah penis Agus hingga penis itu kembali menyentuh bibirnya. Dia masih belum mau membuka mulutnya. Dia berharap Agus memaksa penisnya untuk masuk jadi tidak terlihat kalau dia sukarela membuka mulutnya. Tapi ternyata Agus tidak mau melakukannya.

Dia hanya menggesekan kepala penisnya itu mengusap bibir lembut Bella. Akhirnya Bella menyerah pada nafsunya. Perlahan dia buka sendiri mulutnya. Bella masih memejamkan matanya dan dia membayangkan penis yang sedang menyentuh bibirnya itu adalah milik suaminya yang jauh lebih ganteng daripada Agus.

Kumpulan Video Bokep Online :
Bokep Jepang , Bokep Barat , Bokep Korea , Bokep Indonesia dan Bokep Asia

“Keluarin lidahmu mbak, jilat kontolku”

Agus berkata seperti itu dengan santainya. Dan Bella mengikutinya begitu saja. Dia keluarkan lidahnya dan langsung bersentuhan dengan kepala penis Agus.

“Mbak Bella jangaaan, hiks hiks”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Terdengar suara Citra melarangnya. Tapi Bella sudah tak bisa lagi melawan, dia sudah benar-benar kalah oleh nafsunya. Bukannya berhenti Bella justru mulai menjilati penis pria yang baru dikenalnya beberapa jam yang lalu itu. Bella memang tidak terlalu jago dalam urusan ini. Tapi itu justru jadi sensasi tersendiri untuk Agus. Apalagi Bella melakukannya masih dengan memakai jilbab dikepalanya, meskipun pakaiannya sudah terbuka disana sini.

Sluurpp sluurpp

Bella mulai mengulum penis itu. Tanpa paksaan sama sekali dia masukan penis itu kedalam mulutnya. Dia maju mundurkan sendiri kepalanya. Sebenarnya Bella berharap Agus yang menggerakan penisnya. Tapi setelah lama Agus tak bergerak akhirnya Bella sendiri yang bergerak.

Teknik oralnya sebenarnya terbilang payah karena beberapa kali Agus meringis waktu penisnya terkena gigi Bella. Tapi sekali lagi, dengan kepolosan Bella ini justru membuat Agus semakin bernafsu.

Sementara itu diranjang, Anggi sudah benar-benar tak bisa mengontrol dirinya sendiri. Dengan posisi sekarang diatas tubuh Pak Reman, dia menggoyangkan badannya dengan liar. Dia seperti baru menemukan kenikmatan sejati bercinta dari Pak Reman. Dia ingin sekali mengejar kenikmatan yang paling nikmat yang pernah dia rasakan. Tangisan Citra dan apa yang terjadi pada Bella tak lagi dia pedulikan. Sekarang ini cuma tubuhnya yang menguasainya yang memintanya terus bergoyang dengan liar.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

“Aaahh aahh Pak Remaan, aahh aahh”
“Uuggh goyanganmu sedap bener Nggi, gimana kontolku enak?”
“Aahh enak banget pak, kontol Pak Reman enak banget, Anggi sukaa aahh aahh”
“Mau kamu enak kayak gini terus Nggi?”
“Mau banget paakh, ahhh”
“Mau ngerasain kapan aja?”
“Iya pak aku mauu aahh aahh”
“Jadi kamu sekarang budakku, bener kan?”
“Iyaa pak, saya budaknya Pak Reman sekarang, bapak bebas mau make saya kapan aja, saya pasti mau, aahh aahh enaak banget, aaaaahhhhh”

Anggi sudah orgasme lagi, entah yang keberapa kali. Tubuhnya langsung lunglai ditubuh Pak Reman. Dia sangat lemas, tapi benar-benar puas, terlihat dari senyum diwajahnya. Anggi diam saja waktu Pak Reman memposisikan dirinya tidur terletang dan kedua pahanya langsung dibuka lebar-lebar.

Tanpa menunggu lagi Pak Reman langsung menghujamkan penisnya kedalam vagina Anggi yang sudah sangat becek. Anggi sudah pasrah hanya menerima apa yang dilakukan Pak Reman padanya.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Pak reman menggenjotnya dengan sekuat tenaga, membuat Anggi meringis disela desahannya. Masih ada sedikit rasa sakit kalau Pak Reman menggoyangnya sekasar ini, tapi entah kenapa dia mulai suka dikasari oleh Pak Reman. Ada sensasi tersendiri yang baru saja dia rasakan yang belum pernah dia dapatkan dari suaminya selama ini. Anggi sangat menikmati permainan Pak Reman hingga akhirnya dia mendapatkan orgasmenya lagi. Anggi sudah sangat-sangat lemas, tapi bukanya berhenti Pak Reman masih terus merojok kemaluan Anggi dengan kasar.

Anggi tak percaya lelaki yang lebih tua darinya ini benar-benar kuat dalam bercinta, padahal dia sudah berulang kali orgasme sampai lemas tapi lelaki ini masih saja perkasa menggaulinya. Sampai pada akhirnya Pak Reman melenguh panjang menghujam keras-keras penisnya dalam-dalam di vagina Anggi mengeluarkan cairan kental dan hangatnya itu, yang kembali membuat Anggi mengejang karena orgasme yang kesekian.

Anggi sudah hampir hilang kesadaran saking lelahnya melayani lelaki tua yang bukan suaminya itu. Dia tak pernah membayangkan sebelumnya ternyata seenak ini bercinta dengan orang lain selain suaminya sendiri. Entah apakah lelaki lain yang sering menggodanya juga bisa seperti Pak Reman, tapi yang jelas malam ini lelaki itu benar-benar sukses mengeluarkan sisi liar yang selama ini terpendam dalam diri Anggi.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Sementara Anggi tergeletak tak berdaya menikmati kepuasan yang diberikan oleh Pak Reman, Bella sepertinya sudah siap untuk dimasuki oleh Agus. Kaki dan tangannya yang tadi terikat sekarang sudah dilepaskan oleh Agus. Agus merasa yakin kalau wanita ini sudah masuk kedalam genggamannya sehingga tidak khawatir waktu melepaskan ikatan itu.

Dan terbukti, begitu ikatannya lepas bukannya berontak dan melawan, Bella malah diam saja. Bahkan waktu Agus melepaskan pakaian yang masih menempel ditubuhnya diapun diam saja sehingga sekarang Bella sudah telanjang sepenuhnya kecuali jilbab yang memang sengaja tidak dilepas oleh Agus.

Bella sama sekali tidak melawan waktu Agus membuka kedua pahanya lebar-lebar lalu kepalanya dia dekatkan ke selangkangannya. Bella hanya bisa melihat wajah Agus yang tersenyum melihat daerah kewanitaannya yang bersih dari bulu karena baru saja tadi sore dia cukur. Vaginanya yang sudah pernah melahirkan 2 orang anak itu terlihat masih begitu indah, tak kalah dengan vagina gadis perawan.

“Aahhhhh Guuuusshhh”
“Sluurrp sluurrp hmm, enak banget memek kamu mbak, wangi, hmm sluurrp”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Bella langsung tak bisa menahan desahannya waktu lidah Agus menyapu vaginanya. Dia merasa geli sekali diperlakukan seperti itu. Sudah cukup lama dia tidak mendapatkan jilatan seperti itu di vaginanya. Bella memejamkan matanya menikmati benar apa yang dilakukan oleh Agus. Dia sudah benar-benar lupa bahwa yang sedang mengerjai daerah pribadinya itu adalah lelaki yang bukan suaminya dan baru dikenalnya beberapa jam yang lalu.

“Mbaak Bellaa, jangaan, udah mbaaak”

Terdengar suara tangis Citra melihat kakaknya yang hanya pasrah saja dikerjai oleh Agus. Jelas terlihat olehnya kalau Bella sama sekali tidak melakukan perlawanan. Entah apa yang membuatnya seperti itu Citra sama sekali tak mengerti. Padahal baru saja tadi sebelum Agus datang kedua kakak perempuannya itu memberinya nasehat untuk setelah menikah nanti selalu menjaga kesetiaan dan harga dirinya hanya untuk suaminya saja. Tapi sekarang kedua kakak kandungnya itu malah menyerah pada nafsu dan membiarkan pria lain menjamah dan menikmati tubuh mereka.

“Aahh Ciiit, aahh aahh teruussh enaak aahh”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Bella sempat menatap Citra tapi kemudian terpejam lagi tak kuat menahan kenikmatan yang diberikan Agus. Meskipun sebelumnya pernah mendapatkan perlakuan seperti ini dari suaminya tapi yang dia rasakan dari Agus ini sangat berbeda, sangat nikmat.

Lidah Agus dengan lincah menari-nari di vagina Bella dan sesekali menghisap klitorisnya yang sebesar biji kacang itu. Beberapa saat kemudian Agus menyudahi jilatannya yang membuat Bella merasa kecewa karena sebentar lagi dia akan mendapat orgasme hanya dari lidah Agus. Kini Bella melihat Agus sudah bersiap-siap dengan menggesekan penisnya yang sudah keras itu dibibir vaginanya.

“Udah siap mbak? Sekarang waktunya menu utama. Bakal aku bawa kamu kepuncak kenikmatan dengan kontolku ini, hmmpp”
“Aaaaahhhh pelaan Guuss, punyamu besaarr aahhhh”

Meskipun vaginanya sudah cukup basah, tapi Bella masih merasa kesakitan karena penis yang masuk itu ukurannya lebih besar dan panjang ketimbang 2 penis yang pernah dia rasakan sebelumnya. Apalagi Agus melakukannya dengan kasar, sekali masuk kepalanya langsung dia hujamkan hingga seluruh penisnya tenggelam divagina Bella yang masih legit itu.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

“Apanya yang besar mbak?”
“Aahh, pe, penismu besar Guuss, pelaan sakiit”
“Penis? Penis itu apa mbak?”
“Ii, itu, yang masuk ke vaginaku, pelanin Guss aahh aahh”
“Ini bukan penis, tapi kontol. Punyamu juga bukan vagina, tapi memek. Ayo bilang yang bener kalo nggak aku tambah kasarin kamu nanti”
“Aahh aahh sakiiitt, Guuss aahh ko, kontolmu gede bangeet di memekku Guss, pelanin aahh aahh”

Bella sendiri tak percaya bisa mengucapkan kata-kata itu. Kata-kata yang menurutnya sangat kotor dan tabu untuk diucapkan oleh perempuan alim seperti dirinya. Tapi kini gara-gara seorang pria yang baru dikenalnya dalam hitungan jam dia menjadi seperti ini, dan entah seperti apa lagi nantinya. Anehnya, dengan mengatakan hal-hal seperti itu membuat dadanya berdesir dan vaginanya bereaksi. Dia tak tahu apa itu, tapi sepertinya menambah kenikmatan yang sedang dia rasakan sekarang.

“Nah gitu kan pinter mbak, mulai sekarang biasain ngomong kayak gitu ya, aku bakalan lembut sama kamu”
“He’em” Bella hanya bisa menganggukan kepalanya karena masih beradaptasi dengan penis besar milik Agus.
“Jadi kontolku gede? Lebih gede dari kontol suamimu?”
“He’em”
“Ayo bilang dong, kalo nggak mau aku kasarin lagi”
“Iyaa Guss, kontolmu lebih gede dari kontol suamiku, aahh”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Sekali lagi waktu mengucapkan kata-kata itu membuat dada Bella kembali berdesir, dan dia merasa mulai menyukai desiran itu. Aguspun menggerakan penisnya dengan perlahan divagina Bella. Dia memang ingin wanita itu merasa nyaman dulu sebelum nanti memberinya kenikmatan yang lebih lagi, seperti yang tadi dirassakan oleh Anggi dari Pak Reman.

Setelah beberapa saat Agus menggoyang badannya dan terlihat Bella sudah mulai nyaman, dia semakin meningkatkan tempo goyanganya perlahan. Desahan dari Bella makin lama makin terdengar tanpa malu-malu lagi. Dan akhirnya tanpa protes dari Bella Agus langsung menggerakan penisnya dengan lebih cepat dan kasar, membuat tubuh wanita itu terlonjak-lonjak. Tapi Bella sudah tak lagi melawan karena dia sudah tidak merasa sakit lagi bahkan sekarang berganti dengan rasa nikmat.

Bella yang semakin tak bisa menahan desahannya sekarang cuma bisa berusaha memeluk Agus yang sedang menyetubuhinya. Tapi tangan Agus yang sedang meremas-remas kedua buah dadanya yang montok itu menyulitkannya. Kepala Bella menggeleng kiri dan kanan, bukan kesakitan tapi karena nikmat tiada tara yang dia rasakan sekarang ini.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Tiba-tiba kedua kaki Bella melingkar memeluk tubuh Agus yang masih menggenjotnya. Lelaki itu tahu kalau Bella sebentar lagi akan orgasme, karena itulah dia semakin mempercepat tempo genjotanya. Hingga saat akhirnya tubuh Bella mengejang, mulutnya terbuka membentuk huruf O, dan cairan hangat terasa mengalir membasahi penis Agus didalam vaginanya.

“Aaaaaaahhhhhh aku keluaaaaarrrrr”

Bella melenguh panjang menyambut orgasmenya. Dan ini adalah orgasme ternikmat yang pernah dia rasakan, meskipun harus dia dapatkan dari lelaki lain,bukan dari suaminya sendiri. Terlihat air mata mulai turun dari matanya yang terpejam karena saat orgasme tadi justru yang terbayang dalam matanya adalah wajah suami dan kedua anak-anaknya. Perasaan bersalah seketika hinggap dihati Bella, tapi semua sudah terlambat.

Bella masih melingkarkan kakinya saat Agus yang penisnya masih menancap divagina Bella mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya berjalan ke ranjang dimana Anggi masih tergeletak tak berdaya disana. Dipinggir ranjang sebelum menurunkan Bella Agus malah menggerakan penisnya, menyetubuhi Bella dalam posisi berdiri menggendongnya. Desahan Bella kembali terdengar karena merasa vaginanya kembali digenjot oleh Agus, dia kembali menikmati permainan lelaki itu dan seketika bayangan wajah suami dan kedua anak-anaknya langsung hilang.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Bahkan saat Agus berhenti bergerak justru Bella sendiri yang menggerakan tubuhnya naik turun. Dia merangkul leher Agus dan dengan penuh nafsu melumat bibir lelaki yang bukan suaminya itu. Jilbab yang dipakainya sudah acak-acakan tapi tak ada niat Agus untuk melepasnya. Baginya menyetubuhi wanita yang bukan istrinya itu yang masih memakai jilbabnya memberinya sensasi tambahan.

Gerakan naik turun Bella semakin liar menandakan wanita 2 anak itu segera mendapatkan orgasmenya lagi. Bella sendiri tak habis pikir bagaimana bisa dia orgasme lagi secepat itu setelah yang pertama tadi, padahal jika bercinta dengan suaminya maka suaminya harus bekerja keras untuk membuatnya orgasme lebih dari sekali, tapi kali ini rasanya gampang sekali dia mencapai puncak kenikmatannya.

Agus yang mengetahui hal itu merespon dengan menggerakan lagi pinggulnya. Suara benturan kedua kelamin ini terdengar makin jelas seiring dengan makin liarnya gerakan dari keduanya. Dalam posisi digendong begini Bella merasa penis Agus masuk semakin dalam hingga menyentuh dinding rahimnya. Tak berapa lama kemudian wanita itu merangkul Agus dengan kuat dan menghisap dalam-dalam bibir Agus saat dirasakan gelombang tak tertahankan mengalir dikemaluannya. Dia kembali orgasme dengan begitu dahsyat dalam posisi ini. Sungguh sebuah pengalaman baru untuk Bella.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Setelah mendiamkan beberapa saat Bella yang dilanda orgasme, Agus lalu merebahkan tubuhnya bersampingan dengan tubuh Anggi yang telanjang bulat dan masih lemas tak berdaya itu. Merasa ada yang berbaring disampingnya membuat Anggi menoleh ke samping, matanya sedikit terbuka dan kemudian bertemu dengan tatapan Bella yang juga menoleh kearahnya.

Bibir Bella yang sedikit terbuka mengeluarkan desahan lagi karena Agus sudah menggenjot penisnya lagi. Anggi yang melihat adiknya yang cuma tinggal memakai jilbab dan sedang digenjot oleh lelaki yang bukan suaminya itu entah mengapa malah tersenyum, sebelum kemudian memejamkan matanya lagi karena dia masih benar-benar lelah.

Bella yang terbaring lemas karena 2 kali orgasme yang dia rasakan tadi hanya bisa pasrah waktu Agus terus menghujami vaginanya. Sambil terus menggenjot kedua payudara montok Bella tak lepas dari tangan dan mulut Agus. Putingnya yang sudah sangat keras itu dipilin, ditarik dan dihisap-hisap oleh Agus membuat Bella semakin tak karuan. Dia sudah benar-benar tak bisa berpikir jernih. Kepalanya sudah diisi oleh kenikmatan-kenikmatan yang diberikan oleh Agus, yang selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya ataupun saat berselingkuh dengan suami Anggi dulu.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Gerakan Agus semakin cepat menggenjot vagina Bella. Wanita itu tahu lelaki yang sedang menyetubuhinya itu akan segera orgasme, tapi dia tidak khawatir karena setelah melahirkan anak keduanya tahun lalu dia sudah memasang alat KB sehingga tak perlu takut hamil jika Agus sampai melepaskan benihnya dirahimnya.

Gerakan Agus yang semakin cepat itu mau tak mau membuat Bella mendapatkan orgasmenya lagi, tapi kali Agus tak peduli dan tak menghentikan gerakannya karena dia sendiri sudah mau orgasme, hingga akhirnya sebuah sodokan keras penisnya menghujam didinding rahim Bella.

“Aaaaaarrrhhhhhh”

Agus melenguh panjang saat cairan kental dan hangat keluar dari penisnya memenuhi rahim istri orang yang baru dikenalnya beberapa jam yang lalu itu. Semprotan hangat dari Agus kembali membuat Bella mendapat orgasmenya yang entah keberapa kali itu. Bella benar-benar lemas tak mampu lagi bergerak, sedangkan Agus masih membenamkan penisnya divagina yang dindingnya berkedut memijat penisnya agar menghabiskan sisa-sisa cairan sperma yang masih tertinggal.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Setelah beberapa saat Agus menarik keluar penisnya dan terlihat cairan putih kentalnya mengalir perlahan dibibir vagina milik Bella. Dia tersenyum puas telah melepaskan benihnya didalam wanita itu, meskipun mungkin tidak membuatnya hamil tapi paling tidak dia merasa bangga bisa membuat wanita takluk akan keperkasaannya. Sesaat dia melihat sekitar tapi tak menemukan Pak Reman dikamar itu. Tapi baru mau beranjak mencarinya Pak Reman sudah kembali dengan membawa sebuah botol berisi air minum.

“Udah Gus?”
“Udah nih pak, baru beres. Gimana terusnya?”
“Yaudah sesuai rencana, kalo kamu masih kuat”
“Masihlah pak, kan udah dikasih jamu tadi sebelum kesini, haha”

Kedua lelaki itu tersenyum lebar melihat 2 orang wanita cantik terkapar tak berdaya diranjang gara-gara keperkasaan mereka. Kedua wanita yang sehari-hari adalah istri setia dan alim yang selalu menjaga penampilannya itu telah terbuka semua kecuali Bella yang masih memakai jilbabnya. Kini tinggal seorang lagi yang masih belum mereka sentuh, yang akan jadi hidangan utama setelah Pak Reman mendadak merubah rencananya tadi.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Kedua lelaki yang juga telanjang bulat itu masih terlihat penis mereka belum loyo. Selain karena memang memiliki stamina bagus, sejak dekat dengan Pak Reman saat memergokinya dengan Eva dikantor beberapa waktu lalu, Pak Reman memang membagi ramuan keperkasaan yang biasa dia minum dengan Agus. Dan itu terlihat dari berkali-kali mereka menyetubuhi budaknya hingga malam ini, masih terlihat kalau keduanya belum terpuaskan begitu saja.

Tapi malam ini Pak Reman berniat menguasai Citra sendirian. Agus yang tahu itu maklum saja, dia tak keberatan dengan itu karena meskipun memiliki wajah yang sangat cantik dan manis, namun bentuk dada Citra yang tak sebesar kedua kakaknya membuat Agus yang memang pecinta toge ini kurang tertarik. Dengan adanya Anggi dan Bella yang memiliki ukuran dada lebih besar dan montok sudah cukup untuk memuaskan Agus malam ini.

Bella dan Anggi yang masih terbaring lemas tak tahu lagi mereka akan diapakan oleh kedua lelaki itu. Bellapun pasrah saja waktu Agus mengangkat tubuhnya dan membuatnya tengkurap diatas tubuh telanjang kakaknya Anggi. Agus kemudian meraih tangan Anggi, lalu membuatnya seperti sedang memeluk Bella. Tapi yang membuat Anggi merasa agak aneh adalah Agus ternyata mengikat tangannya dengan cukup kuat.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Bella sendiri menyadari itu juga bingung apa yang diinginkan oleh Agus. Tapi kemudian rasa penasarannya terjawab saat jari Agus mulai menggesek-gesek lubang pantatnya. Bella yang menyadari apa yang diinginkan Agus tiba-tiba menjadi panik. Dia mau bergerak tapi tubuhnya tak bisa digerakan karena pelukan erat dari Anggi, apalagi kedua tangan Anggi terikat kuat.

“Gus, kamu mau ngapain? Jangan macem-macem Gus?”
“Nggak macem-macem kok mbak, cuma mau ngerasain lubang kamu yang tersisa aja. Kan mulut sama memekmu udah, tinggal pantatmu ini yang belum aku rasain, hehe”
“Gus jangan Gus, plis jangan disitu”

Melihat Bella yang panik tentu saja Agus tahu kalau lubang yang satu itu belum pernah dijamah sebelumnya. Sementara Anggi yang mendengar percapakan mereka ikut-ikutan panik. Melihat reaksi Bella Anggi tahu kalau dia belum pernah melakukan anal sex sebelumnya, beda dengan dirinya.

“Gus, jangan Gus, kamu pake pantatku aja, jangan punya Bella”
“Udah deh bu, Bu Anggi kan udah pernah ngerasain disodok boolnya. Adik ibu juga harus ngerasain juga dong, biar kalian sama-sama punya pengalaman, haha”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Agus yang penisnya sudah kembali tegak mengacung langsung mengambil posisi. Melihat lubang pantat Bella yang masih terlihat sempit itu membuatnya tak tahan untuk segera menjebolnya, karena selama ini hanya mendapatkan sisa dari Pak Reman. Kali ini dia ingin jadi yang pertama, memerawani lubang pantat wanita cantik berjilbab itu.

“Aguuuss jangaaan. Sakiiiiit guuuuusss”

Teriakan Bella langsung pecah saat dirasakan lubang anusnya dipaksa untuk menerima kepala penis Agus yang besar itu. Belum pernah dia melakukan sebelumnya, apalagi saat ini Agus tidak melumasi lubang itu terlebih dahulu. Padahal baru kepalanya saja yang masuk dengan susah payah, tapi Bella sudah merasakan sakit yang luar biasa.

“Aaaaahhh udaah guuuuus, cabuuut sekarang, sakiiiiiiit”

Perlahan-lahan Agus terus memasukan penisnya. Terasa penisnya agak nyeri karena sempitnya lubang anus Bella. Tapi dia tak mau berhenti sampai seluruh penisnya bisa masuk. Diapun terus memaksa mendorongnya perlahan. Semakin dalam penis itu masuk semakin keras teriakan dari Bella. Dia merasa tubuhnya seperti robek saat akhirnya penis besar yang tadi memberinya kenikmatan tiada tara itu sekarang membuatnya kesakitan minta ampun. Tangisan dan teriakan Bella pecah.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Anggi yang melihat penderitaan adiknya didepan matanya itu menjadi tak tega, tapi tak bisa berbuat apa-apa karena tangannya terikat. Bella melampiaskan rasa sakitnya itu dengan memeluk kakaknya sekuat-kuatnya. Melihat itu Anggipun mencoba untuk membuat Bella lebih tenang dan rileks. Meskipun belum pernah melakukan sebelumnya, akhirnya dipaksakan Anggi untuk mencium bibir adiknya itu. Bella sempat tersentak tapi memilih untuk membalas lumatan kakaknya itu daripada merasakan kesakitan yang luar biasa dilubang pantatnya.

Agus yang merasa keenakan dengan lubang sempit Bella itu langsung menggerakan penisnya maju mundur dengan pelan karena dia masih sedikit merasa nyeri dipenisnya. Setelah beberapa saat teriakan Bella mulai teredam oleh lumatan Anggi Aguspun semakin mempercepat goyangannya. Bella masih kesakitan, tapi hanya bisa memejamkan matanya yang terus mengeluarkan air sambil dengan ganas melumat bibir kakaknya untuk melampiaskan apa yang dia rasakan.

Akibat sodokan dari Agus membuat tubuh Bella terlonjak naik turun. Buah dadanya yang telanjangpun bergesekan dengan buah dada milik Anggi, yang lama-lama membuat keduanya naik lagi birahinya. Dapat mereka rasakan masing-masing kalau puting susu mereka kembali mengeras dan vagina mereka mulai basah.

“Aaaaahhh jangaaan. Kamu mau apa?”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Tiba-tiba terdengar teriakan Citra yang membuat Anggi dan Bella menghentikan ciuman mereka dan menengok kearah Citra. Mereka benar-benar lupa kalau masih ada Citra dikamar itu, dan tentu saja masih ada Pak Reman yang masih telanjang bulat dengan penis super perkasanya. Mereka melihat Pak Reman yang sudah didekat Citra meraih tubuh langsing wanita itu dan menyeretnya kearah ranjang, tempat kedua kakaknya sedang dikerjai oleh Agus.

“Pak Reman mau ngapain? Jangan apa-apain Citra pak, dia masih perawan. Bapak pake saya aja pak, saya bakal layanin apapun mau Pak Reman” Anggi yang khawatir terhadap adiknya itu mencoba membujuk Pak Reman.
“Iya pak aakhh jangan apa-apain Citraa aahh, pake kami aja sesuka kalian tapi jangan aahhh, jangan Citra, sebentar lagi dia mau nikaahhhh” Bella yang sedang disodok lubang pantatnya juga ikut membujuk Pak Reman.
“Walah walah, mau nikah tho nduk? Kebetulan, biar aku ajarin kamu caranya muasin suami kamu nanti, hahaha”
“Nggak mau, Citra nggak maauuu, biadab kalian semuaaa”

Citra terus mencoba melawan tapi ada daya tangan dan kakinya terikat sehingga tak mampu berbuat apa-apa, hanya teriakan sumpah serapah yang dia keluarkan kepada kedua lelaki itu yang malah membuat kedua lelaki itu tertawa terbahak-bahak. Dengan mudahnya tubuh langsung Citra diangkat dan dibanting keranjang oleh Pak Reman. Segera saja dia membaringkan tubuh wanita muda yang masih polos itu disamping kedua kakaknya yang sedang digenjot oleh Agus.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Citra memang tidak semontok kedua kakaknya. Tapi tubuhnya memang lebih tinggi dari Anggi dan Bella, tapi lebih kurus. Kulitnya terlihat lebih putih dari kedua kakaknya dan wajahnyapun lebih manis. Baik bagian dada maupun pantat masih kalah jika dibandingkan dengan kedua kakaknya itu karena memang belum terjamah oleh siapapun.

Meski begitu Pak Reman tetap tak peduli karena baginya yang penting adalah keperawanan Citra. Dari sekian wanita yang kini menjadi budak seksnya, semua sudah menikah. Karena itulah dengan Citra yang 2 bulan lagi akan menikah dan tubuhnya belum pernah terjamah oleh siapapun itu membuat Pak Reman begitu bernafsu dengan gadis muda ini.

Pak Reman meraih tangan Citra yang terikat dan mengangkatnya keatas. Setelah itu tangannya yang satu lagi langsung meremas buah dada Citra yang tidak terlalu besar namun masih padat dan kenyal itu. Citra terus berteriak-teriak saat Pak Reman meremas dengan agak kasar. Itu adalah pertama kalinya buah dadanya disentuh oleh seorang pria. Dan pria itu melakukannya dengan sangat kasar membuatnya begitu tak rela dan kesakitan.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Setelah itu tiba-tiba saja Pak Reman merobek kaos lengan panjang yang dipakai Citra. Didalamnya dia masih memakai tanktop berwarna hitam, namun segera dinaikan oleh Pak Reman hingga buah dadanya yang tertutup beha berwarna hitam terlihat.

Kontras sekali antara beha hitam dan kulit Citra yang putih itu. Dengan sekali tarikan keatas beha itupun tak bisa lagi menutupi buah dada Citra yang terlihat begitu indah. Puting susunya yang mungil berwarna merah muda menghiasi buah dada yang begitu putih itu, bahkan terlihat baluran berwarna biru kehijauan disekitar buah dada gadis itu.

“Aaaahhh jangaaann biadaaaaab”

Citra langsung berteriak saat mulut Pak Reman dengan tak sabar menciumi gundukan indah itu. Bibirnya menciumi dan meninggalkan beberapa cupangan di dada putih Citra. Sesekali putingnya yang mungil itu dia jilat dan dihisap kuat membuat Citra kesakitan. Citra tak pernah membayangkan kalau orang pertama yang akan menyentuh bagian intim tubuhnya itu adalah seorang lelaki tua yang masih saudara dari kakak iparnya yang wajahnya jauh dari kata ganteng itu.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

“Pak Reman udah pak, jangan sentuh Citra lagi, hiks hiks”

Anggi mulai menangis melihat adiknya yang masih perawan itu dicabuli oleh Pak Reman. Dia begitu menyesal dan marah karena tak bisa melindungi adik bungsunya itu. Bahkan sekarang dia harus melihat sendiri bagaimana adiknya diperawani, yang seharusnya baru dia alami nanti dimalam pengantinya 2 bulan lagi.

Dan yang lebih menyakitkan adalah yang memerawani adik bungsunya adalah lelaki yang tadi baru saja menikmati tubuhnya, lelaki yang sebenarnya adalah dari suaminya sendiri. Anggi menyalahkan dirinya sendiri jika saja dia tidak bersikap tidak baik pada Pak Reman, tak mungkin dirinya dan adik-adiknya berada dalam masalah besar seperti sekarang ini.

Bella sendiri juga sudah menangis melihat adiknya itu, tapi untuk melawan dia juga tidak bisa karena sekarang ini dia sendiri sedang dikerjai lubang pantatnya oleh Agus. Dia yang tadinya sudah merasa rileks karena cumbuan Anggi kini kembali merasakan sakit karena Agus menggenjotnya dengan semakin kasar. Yang keluar dari mulut Bella sekarang hanyalah rintihan-rintihan kesakitan akibat perbuatan Agus.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Citra sendiri sekarang hanya bisa menangis saat Pak Reman dengan bebas mengenyoti kedua payudaranya. Pak Reman tampak menikmati sekali menjilati dan menghisap buah dada yang belum pernah tersentuh sebelumnya itu. Memang selain dengan istrinya dulu, baru kali ini Pak Reman menikmati lagi seorang gadis perawan. Wanita-wanita yang dia pernah setubuhi sebelumnya hanyalah para PSK di lokalisasi.

Lalu setelah itu adalah Eva dan yang lainnya, yang mereka semua sudah memiliki suami. Kali ini Pak Reman merasa beruntung bisa mendapatkan gadis perawan, meskipun rencana awalnya hanya untuk mengerjai Anggi saja, tapi ternyata dia mendapat bonus 2 orang wanita cantik sekaligus, yang salah satunya masih perawan.

Setelah puas dengan dada Citra, tangan Pak Reman kemudian menyingkap rok panjangnya sampai ke pinggang. Citra masih memakai leging didalamnya. Dengan sekali tarik maka turunlah leging itu beserta dengan celana dalam hitam milik Citra. Terlihat bibir vaginanya yang masih rapat yang ditumbuhi oleh rambut yang tidak begitu lebar dan tertata rapi karena memang Citra cukup memperhatikan perawatan daerah vitalnya itu, terutama karena 2 bulan lagi dia akan menikah.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Tubuh Citra bergerak tak karuan mencoba memberontak. Dia sama sekali tak rela organ intimnya itu dilihat oleh orang yang tidak berhak. Tapi karena kakinya yang juga terikat dan juga tenaganya kalah dari Pak Reman, maka tak bisa menghalangi Pak Reman untuk menikmati pemandangan indah itu.

Jari Pak Reman kemudian bergerak menggesek-gesek bibir vagina Citra. Waktu dia menemukan tonjolan kecil diselangkangan Citra dia langsung memainkannya, membuat Citra kembali berteriak-teriak tak jelas.

Selanjutnya Pak Reman membuka ikatan dikaki Citra. Kesempatan ini digunakan oleh Citra untuk melawan dan menendang-nendang kearah Pak Reman. Tapi tentu saja lelaki itu sudah bersiap dan dengan mudah melumpuhkan perlawanan Citra. Dengan kuat dia buka lebar kedua paha Citra sehingga lubang surgawi gadis perawan itu terbuka tanpa penghalang lagi. Dengan cepat Pak Reman mengarahkan kepalanya ke kemaluan Citra dan menjilatinya.

“Aaaahhhh jangaaaan, nggak mauu, Citra nggaak mauuuuu”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Citra terus menolak dan berusaha menghindar tapi tenaganya benar-benar tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Pak Reman yang tinggi besar itu. Pak Reman tanpa halangan menikmati kemaluan Citra dengan mulut dan lidahnya. Sesekali biji klitoris Citra dijilat dan dihisap dengan gemas. Dia suka sekali memainkan bagian itu, terutama milik Citra yang belum pernah dijamah oleh siapapun.

Setelah puas, kini saatnya Pak Reman masuk kemenu utamanya. Dia langsung memposisikan tubuhnya diantara kedua kaki Citra yang terbuka. Anggi dan Bella menatapnya dengan cemas. Anggi masih terus memohon kepada Pak Reman agar tidak melanjutkan perbuatannya itu, tapi sama sekali tak dihiraukan oleh Pak Reman. Bella juga ingin melakukan hal yang sama tapi mulutnya masih sibuk merintih karena sodokan Agus di lubang pantatnya yang semakin kasar.

“Aaaaaarrrhhhhh udaaaaahhhhh.. sakiiiiiiiiiiiitttt”

Teriakan Citra terdengar melengking saat kepala penis Pak Reman mulai memaksa membelah bibir vaginanya yang masih sangat sempit itu. Penis itu terasa terlalu besar untuk vaginanya yang belum pernah dimasuki sekalipun. Bahkan untuk Anggi yang pernah melahirkanpun penis itu terasa begitu besar, apalagi untuk Citra yang masih perawan. Tapi kebalikannya, Pak Reman justru merasakan kenikmatan tiada tara, padahal baru kepala penisnya saja yang masuk.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Perlahan-lahan Pak Reman terus memasukan penisnya ke vagina perawan Citra diiringi oleh teriakan Citra yang semakin kencang. Sampai akhirnya penis Pak Reman terhenti karena merasa terhalang oleh sesuatu. Pak Reman tahu itu adalah selaput dara Citra yang sebentar lagi akan dia robek.

Tapi ternyata dia tak ingin buru-buru. Pak Reman menarik lagi penisnya hingga tinggal kepalanya saja, lalu perlahan dimasukan lagi hingga selaput penghalang tadi. Citra terus terusan berteriak dan menangis merasakan tubuhnya seperti terbelah.

“Udah siap kamu nduk? Ini akan jadi malam pertama yang nggak akan pernah kamu lupain. Setelah ini kamu akan jadi wanita dewasa. Dan kamu nggak akan bingung kalo nanti melayani suami kamu, hahaha”
“Udaaah paaak, udaaaah jangaan diterussiiiin. Sakiiiiiiit”

“Aaaaaaaaarrrrhhhhhhhhh”

Lengkingan panjang teriakan Citra bergema dikamar itu saat dengan kasar Pak Reman menghujamkan penis besarnya merobek selaput dara Citra. Penis itu bahkan tertancap seluruhnya didalam vagina sempit itu. Tubuh Citra sampai melenting keatas saking tak kuatnya menahan rasa sakit. Air matanya langsung kembali keluar dengan begitu derasnya.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Pak Reman mendiamkan sejenak penisnya didalam vagina Citra. Bukan untuk memberi kesempatan Citra untuk menyesuaikan penisnya dan mengurangi rasa sakit yang dia rasakan, tapi karena ingin mengikmati pijatan nikmat dinding vagina Citra dipenisnya. Citra sendiri menangis meraung-raung merasakan rasa sakit yang diderita diliang surganya. Tak pernah dia menyangka akan kehilangan keperawanan dengan cara seperti ini. Bayangan indah pernikahannya yang tinggal 2 bulan lagi mendadak buyar karena ulah Pak Reman ini.

Anggi dan Bella yang melihat secara langsung bagaimana adik bungsunya diperawani dengan cara seperti itu ikut menangis. Mereka menyesal tak bisa melindungi adik kesayangannya itu. Lebih menyesal lagi karena sebelumnya mereka menikmati perkosaan yang mereka alami didepan mata adik bungsunya itu.

Pak Reman tanpa menunda lebih lama lagi dia langsung menggerakan penisnya maju mundur dengan tempo sedang. Dilihatnya keselangkangan Citra ada lelehan darah yang mengalir disana. Darah keperawanan Citra, yang baru saja dia robek selaput dara yang selama 28 tahun ini selalu dijaga oleh sang gadis untuk suaminya kelak. Pak Reman tersenyum bangga melihat darah perawan itu. Akhirnya setelah puluhan tahun dia kembali bisa merasakan merobek selaput dara seorang gadis lugu.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Citra tak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Dia tahu apapun yang dia katakan untuk meminta Pak Reman berhenti tidak akan didengar oleh lelaki biadab itu. Semua yang telah dia jaga selama ini telah direnggut dengan paksa oleh lelaki yang umurnya lebih pantas menjadi ayahnya itu.

“Aaahh aahh, uedyaan tenan. Memek perawan emang paling top”
“Gimana pak? Mantep?”
“Mantep banget Gus”

Pak Reman terus menggenjot Citra kali ini dengan tempo yang lebih cepat. Citra masih tak henti-hentinya menangis. Tidak ada rasa enak yang dia bayangkan akan didapat waktu malam pertama dengan suaminya kelak. Tak ada sama sekali kenikmatan yang dia bayangkan ketika melayani suaminya kelak. Yang dia rasakan sekarang hanyalah rasa sakit yang tak terkira. Sakit disekujur tubuh maupun sakit dihatinya.

Agus sendiri disamping Pak Reman sedang asyik menggenjot lubang pantat Bella. Dia masih menikmati jepitan dari lubang yang tadi juga baru dia perawani itu. Rintihan kesakitan Bella yang kini bersama dengan tangisnya karena melihat penderitaan adik bungsunya menambah kenikmatan yang dirasakan oleh Agus. Sedari tadi dia terus menggenjotnya dengan tempo yang sangat cepat dan kasar. Hingga akhirnya saat ini dia merasa akan segera memuntahkan cairan spermanya.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Agus memegang pantat Bella yang sekal sambil sesekali meremasnya. Dia makin cepat memaju mundurkan pantatnya menghujamkan penisnya ke lubang anus Bella. Bella tahu lelaki itu akan segera mencapai puncaknya, karena itu dia membantu Agus dengan memijat penis itu dengan gerakan dinding anusnya. Bukan karena dia ikut menikmati karena sampai sekarang masih terasa sakit, tapi dia hanya ingin lelaki itu segera menyudahi permainannya dan mengakhiri penderitaannya.

Tapi beberapa saat sebelum mencapai puncaknya Agus mencabut penisnya dari lubang pantat Bella dan segera langsung memasukannya ke lubang vagina Bella. Wanita itu sempat memekik karena tidak siap dan vaginanya sudah mulai kering. Tapi diapun tak bisa protes, hanya kemudian dia kembali membantu Agus dengan menggerakan otot dinding vaginanya memijat penis Agus.

Dalam hitungan detik kemudian Agus mencengkram kuat pantat Bella saat lelaki itu menghamburkan kembali benihnya dirahim Bella. Tusukan yang singkat dan semprotan sperma Agus yang kental dan hangat itu lagi-lagi membuat Bella ikutan orgasme dan reflek dia membekap bibir Anggi yang masih menangis dan langsung melumatnya.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Sementara itu Citra masih menangis kini memejamkan matanya, tak ingin melihat senyum kemenangan Pak Reman yang telah berhasil menguasai dirinya. Dia begitu jijik melihat senyuman itu. Terlebih lagi sakit dilubang vaginanya masih sangat terasa karena Pak Reman terus menerus menusuknya dengan kasar. Apalagi tangan Pak Reman juga ikut meremasi kedua buah dadanya juga dengan kasar.

Entah sudah berapa lama sodokan demi sodokan dari penis besar Pak Reman dia terima hingga kini vaginanya mulai basah oleh cairannya sendiri. Tangisan Citra masih terdengar meskipun kini tidak sekeras tadi. Dia sudah sangat lelah oleh rasa sakit yang diberikan oleh Pak Reman.

Lelaki itu masih terus menggenjotnya dengan kasar. Jika tadi keperkasaan Pak Reman membuat Anggi merasakan kenikmatan, tapi kini justru menjadi siksaan bagi Citra karena lelaki itu tak juga menyudahi permainan kasarnya.

Agus saja yang tadi sempat beristirahat sejenak sekarang sudah kembali memasukan penisnya ke vagina Anggi dan Bella secara bergantian. Posisi kedua wanita yang masih saling berpelukan itu memudahkan Agus untuk berpindah-pindah mana lubang yang ingin dia tusuk.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Anggi dan Bella sudah tak terlalu memperhatikan kondisi adik bungsu mereka karena kini mereka sudah kembali diamuk oleh birahi yang diberikan oleh Agus. Kedua wanita itu bahkan beberapa kali terlihat saling berciuman dengan ganasnya.

Pak Reman yang melihat berdua tentunya senang karena kedua wanita itu semakin dikuasai oleh nafsunya sendiri dan semakin jatuh kedalam pelukannya dan Agus. Tinggal kini dirinya berusaha membuat gadis yang sedang disetubuhinya itu menjadi seperti kedua kakaknya.

Citra masih menangis, tapi sesekali dari mulutnya terdengar desahan samar diantara tangisnya itu. Vaginanya juga sudah semakin basah. Putingnya juga semakin mengeras karena dari tadi terus dipilin dan dijilati oleh Pak Reman.

Citra tidak ingin kalah oleh nafsu birahinya sendiri, tapi apa mau dikata semua yang dilakukan oleh Pak Reman membuat satu sisi dalam dirinya bangkit. Dia tahu itu adalah birahinya. Dia berusaha mati-matian menekannya tapi sangat sulit karena Pak Reman terus merangsang daerah-daerah sensitifnya.

Bahkan ketika Pak Reman mencium bibirnya dia tak lagi menutupnya rapat-rapat seperti tadi. Dia memang belum membalasnya, tapi sudah membiarkan bibir lelaki itu untuk menghisap bibirnya yang tipis, sambil sesekali melilit lidahnya untuk juga dihisap oleh Pak Reman.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Genjotan Pak Reman juga sudah mulai berirama meskipun temponya masih cepat. Kedua tangannya bergantian meremas buah dada kenyal milik Citra. Citra yang berusaha keras menolak habis-habisan semua itu secara tak sadar kadang-kadang bergoyang pinggulnya merespon gerakan Pak Reman.

Pak Reman bisa merasakan itu mulai tersenyum karena sebentar lagi mangsa barunya ini bakalan segera takluk oleh nafsunya sendiri. Karena itulah dia semakin gencar menyerang daerah-daerah sensitif Citra.

Karena genjotan terus menerus yang dilakukan Pak Reman di vaginanya, juga kedua buah dadanya yang terus diremas dan sesekali putingnya yang sudah sangat keras itu dipilin oleh Pak Reman, juga bibirnya dan lidahnya yang terus dilumat Pak Reman dengan rakus membuat gadis muda itu tak mampu bertahan lagi. Apalagi dirinya yang lugu dan belum pernah dijamah sama sekali sebelumnya membuat semua sentuhan Pak Reman mulai membangkitkan birahinya.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Rasa sakit masih sedikit dirasakan divaginanya, tapi selain itu juga mulai muncul sebuah kenikmatan yang selama ini belum pernah dia rasakan. Citra sesekali mulai membalas lumatan bibir Pak Reman. Gerakan pinggulnya juga semakin terasa kentara dirasakan oleh Pak Reman. Mengetahui mangsanya yang sudah semakin takluk membuat Pak Reman semakin bersemangat menggenjot gadis yang beberapa menit lalu masih perawan itu.

Entah sudah berapa lama Pak Reman menggenjot Citra. Vaginanya yang sempit itu membuat Pak Reman lama-lama tak tahan juga. Nafasnya semakin memburu dan semakin rakus menciumi bibir Citra. Genjotannya semakin cepat. Terasa oleh Citra penis itu berkedut-kedut didalam vaginanya.

Citra memang belum pengalaman sama sekali dan baru sekali ini merasakan rasanya disetubuhi, tapi dia merasa kalau Pak Reman akan segera berejakulasi. Mengetahui hal itu mendadak kesadaran Citra kembali. Dia sadar Pak Reman bisa saja mengeluarkan spermanya didalam vaginanya, dan bisa saja itu membuat dirinya hamil.

Citra mulai kembali berontak dan berusaha melepaskan lumatan bibir Pak Reman untuk memintanya mencabut penisnya. Tapi Pak Reman yang mengetahui itu tak membiarkan Citra melepas ciumannya. Bahkan sekarang kedua tangannya dengan erat memegang kepala Citra agar tak bergerak dan ciumanya tak sampai lepas.

“Hmmppp hmmmpp hmmppp”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Hanya itu yang terdengar dari mulut Citra yang masih dibekap oleh mulut Pak Reman. Dia mencoba menggelengkan kepalanya tapi tak bisa. Citra semakin yakin kalau lelaki ini memang berniat membuang semau spermanya didalam rahimnya. Citra semakin panik dan mencoba untuk melawan, tapi tenaganya sudah benar-benar hilang, sehingga dia tak bisa melakukan apa-apa lagi.

“Hhmmmmmmpppphhhhh”

Erangan panjang bersamaan Pak Reman dan Citra terdengar tertahan karena mulut mereka yang masih saling membekap. Erangan panjang itu terjadi saat Pak Reman menusukan dalam-dalam penisnya dan menumpahkan semua cairan spermanya yang bergitu kental dan hangat didalam vagina Citra. Tangis Citra langsung pecah karena tak bisa menahan Pak Reman agar mengeluarkan sperma diluar vaginanya.

Dan yang lebih membuatnya menangis lagi adalah dia telah benar-benar kalah oleh nafsunya karena saat Pak Reman orgasme dia juga ikut merasakan orgasme yang sangat dahsyat. Belum pernah dia merasakan kenikmatan seperti itu sepanjang hidupnya.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

“Hiks hiks, bapak jahat, kenapa keluar didalem?” ucap Citra terdengar lirih namun masih terdengar cukup jelas ditelinga Pak Reman.
“Nggak papa Cit, aku sayang sama kamu, biar itu jadi anak kita” jawab Pak Reman yang juga lirih ditelinga Citra yang masih tertutup jilbab itu yang membuat gadis itu semakin menangis.

Citra tak bisa membayangkan bagaimana kalau dirinya benar-benar hamil oleh Pak Reman. Apa yang akan dia katakan kepada calon suaminya nanti jika tahu kalau dirinya sudah tidak perawan lagi. Semua bayangan-bayangan itu membuat gadis cantik itu terus menangis.

Citra pikiriannya menjadi sangat kalut sekarang, sehingga dia diam dan pasrah saja waktu penis Pak Reman yang kembali mengeras didalam vaginanya kembali menusuk-nusuknya. Dia bahkan hanya bisa pasrah dan sama sekali tak melawan waktu ikatan di kedua tangannya dilepaskan. Dalam sesenggukan tangisnya kadang terdengar desahan Citra menikmati genjotan penis Pak Reman sampai akhirnya lelaki itu kembali orgasme dan menumpahkan lagi cairan spermanya didalam vagina Citra.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Pemandangan dikamar itu malam itu sungguh sangat erotis dimana sekarang ini Anggi yang terbaring lemas telanjang bulat ditengah-tengah ranjang. Sementara itu disamping kanannya Agus yang juga telanjang bulat sedang terbaring dengan Bella yang tinggal memakai jilbabnya saja bergoyang diatas badannya.

Disebelah kiri Anggi ada Pak Reman yang juga berbaring telanjang bulat dengan Citra yang masih memakai pakaiannya juga bergoyang diatas badan Pak Reman. Pakaian Citra masih terpakai hanya kaosnya yang robek dibagian depan dan tanktop dan behanya tersingkap keatas, sedangkan rok panjangnya juga belum dilepas.

Ketiga perempuan itu tidak tahu kalau sebelum memperkosa Citra tadi Pak Reman sudah memasang kamera pemberian dari Fika untuk merekam semua yang mereka lakukan. Ketiga wanita itu terlalu larut dalam kenikmatan yang diberikan oleh kedua lelaki perkasa yang buruk rupa itu sehingga tidak sadar dengan keadaan disekitarnya.

Permainan mereka berlangsung semalam suntuk. Citra yang tadinya sama sekali tidak mengenal seks mulai diajari oleh Pak Reman bagaimana melayani lelaki. Anggi bahkan ikut mengajari Citra bagaimana cara mengulum penis yang benar sehingga Pak Reman benar-benar merasa keenakan dengan emutan bibir Citra. Permainan itu baru selesai menjelang subuh saat kelima orang itu sudah kehabisan tenaga mereka.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Kelimanya tidur sambil berpelukan dalam satu ranjang dengan kondisi telanjang bulat. Bahkan Pak Reman tertidur dengan penis masih berada didalam vagina Citra. Sedangkan Bella tertidur dengan tangannya masih menggenggam penis Agus. Ketiga wanita itu sama-sama belepotan wajahnya karena kedua lelaki itu sempat menyemprotkan spermanya di wajah ketiga wanita itu.

Keesokan harinya Anggi terbangun karena merasa ranjangnya bergoyang-goyang lagi. Waktu membuka matanya dia melihat disebelah kanannya Pak Reman sedang menyetubuhi Bella dengan posisi menungging. Sedangkan disebelah kirinya Agus juga sedang menyetubuhi Citra dengan posisi yang sama.

Pakaian Citra ternyata telah dilepaskan semua sehingga tubuh langsingnya kini sudah telanjang bulat, hanya jilbabnya saja yang masih terpasang, sama seperti Bella. Kedua lelaki itu ternyata bertukar korban. Setelah semalam Bella belum merasakan kejantanan Pak Reman dan Citra yang juga hanya dikuasai oleh Pak Reman, pagi ini mereka merasakan penis yang lainnya. Bokep Barat

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Bella merasakan kenikmatan yang lebih karena penis Pak Reman yang lebih besar daripada milik Agus, sedangkan Citra merasa penis Agus yang lebih kecil dan permainanya yang lebih lembut itu membuatnya ikut menikmati setiap gesekan antar kelamin mereka. Agus juga mulai merubah pandanganya terhadap wanita yang buah dada dan pantatnya tidak terlalu besar. Dia merasakan kenikmatan yang tiada tara saat menyetubuhi Citra dari belakang ini.

Melihat kedua adiknya sedang disetubuhi oleh lelaki yang sebenarnya tidak berhak atas tubuh mereka itu membuat nafsu birahi Anggi ikutan naik. Dia mulai merabai dirinya sendiri, mulai dari daerah dada dan juga daerah selangkangannya.

Dia mengocok sendiri vaginanya sambil melihat ekspresi nikmat dari wajah Citra. Wajah adik bungsunya yang lugu itu terlihat begitu sensual menikmati sodokan penis Agus dari belakang. Sedangkan desahan dari Bella yang semakin keras membuat Anggi semakin bertambah nafsu.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

“Kamu kenapa Nggi? Pengen juga?” tanya Pak Reman.
“Iyaa aahh paak, Anggi juga pengen” jawab Anggi.
“Pengen apa bu?” tanya Agus.
“Pengen aahh dientotin kontol besar kalian aahh aahh” jawab Anggi.
“Mau punyaku apa punya Agus Nggi?” tanya Pak Reman.
“Terserah, siapa aja boleh” jawab Anggi.
“Siapa aja? Jadi mulai sekarang kamu nggak bakal nolak kan kalo aku suruh ngelayanin siapa aja laki-laki yang pengen ngerasain tubuh kamu?” tanya Pak Reman.
“Terserah Pak Reman aja asal bisa muasin saya. Anggi milik Pak Reman sekarang” jawab Anggi.
“Bel, kamu denger kakakmu tadi kan? Kamu sendiri gimana? Mau juga kayak kakakmu?” tanya Pak Reman pada Bella yang sedang digenjotnya.
“Terserah Pak Reman. Bella juga milik Pak Reman sekarang” jawab Bella.
“Citra gimana pak?” tanya Agus pada Pak Reman.
“Citra nanti dulu Gus, dia masih perlu aku latih biar makin jago muasin laki-laki, haha”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 4

Kedua pria itu tertawa puas melihat ketiga wanita alim itu kini menjadi budak seks mereka, bergabung dengan 3 wanita muda sebelumnya yaitu Eva, Shinta dan juga Fika yang sekarang sedang hamil benih dari Pak Reman. Didalam benaknya sudah banyak rencana jahat yang tersusun untuk wanita-wanitanya itu, membuat Pak Reman semakin lebar tertawa.

Seharian itu mereka terus meregukk kenikmatan duniawi. Mereka hanya berhenti untuk makan saja. Pembantu Anggi yang sudah sadarpun dipaksa untuk menurut dan tidak menceritakannya kepada siapapun. Untuk menjamin itu Agus juga memperkosa pembantu Anggi yang janda itu, sehingga sekarang dirumah itu ada 4 orang wanita telanjang yang selalu siap melayani kedua majikan barunya itu. Seharian keenam orang itu beraktivitas didalam rumah dalam keadaan telanjang bulat.

Anggi dan kedua adiknya semakin pasrah saat Pak Reman memperlihatkan video yang dia rekam dari semalam. Mereka bertiga sudah pasrah menjadi budak seks kedua lelaki itu. Tak terbayang oleh ketiganya bagaimana menjalani hari-hari kedepannya, tapi yang pasti mereka harus siap kapanpun Pak Reman ataupun Agus membutuhkannya.

 

 

Related Post

  • Cerita Bokep Nyobain Memek Peret Pembantu 150x150

    Cerita Bokep Nyobain Memek Peret Pembantu

    Cerita Bokep Nyobain Memek Peret Pembantu - Saat itu aku baru lulus SMA, aku melanjutkan kuliah di Bandung. Di sana aku tinggal di rumah pamanku. Paman dan bibi dengan senang hati menerimaku tinggal
  • Cerita Dewasa Menggoyang Vagina Murid Baruku 150x150

    Cerita Dewasa Menggoyang Vagina Murid Baruku

    Cerita Dewasa Menggoyang Vagina Murid Baruku - Perkenalkan, namaku iky, umurku baru 24 tahun dan belum menikah. Meski begitu, aku sudah bekerja, aku seorang guru yang sering melayani konsultasi para
  • Cerita Dewasa Sensasi Vagina Berdenyut 150x150

    Cerita Dewasa Sensasi Vagina Berdenyut

    Cerita Dewasa Sensasi Vagina Berdenyut - Namaku Eva, seoarang wanita keturunan, usiaku 27 tahun dan aku sudah mempunyai seorang anak dari suami yg sangat kucintai. Akan tetapi ada satu sifat dari
  • Cerita Dewasa Melunasi Hutang Suami 150x150

    Cerita Dewasa Melunasi Hutang Suami

    Cerita Dewasa Melunasi Hutang Suami - Perkenalkan, namaku adalah Anti umurku 29 tahun, aku adalah seorang istri dari seorang lelaki bernama Bayu yang umurnya juga sama denganku. Aku hanyalah seorang
  • Cerita Dewasa Pemerkosaan Empat Orang Sahabat 150x150

    Cerita Dewasa Pemerkosaan Empat Orang Sahabat

    Cerita Dewasa Pemerkosaan Empat Orang Sahabat - Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam lebih saat film yang diputar dibioskop tersebut akhirnya usai. Para penonton pun akhirnya berhamburan keluar