Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

BANDARGAME - Agen Super 10 | Agen Samgong Online | Agen Ceme Online | Bandar Ceme Online | Agen Domino QQ | Agen Poker | Poker Online

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3 – Pak Reman duduk dikursinya dengan penuh senyum. Sudah beberapa bulan ini kehidupanya berubah. Adanya 3 wanita muda yang semuanya sangat cantik dan siap setiap saat kapanpun dia butuhkan untuk melayani nafsu seksnya. Ketiga wanita itu terlihat sopan dan alim jika diluar, tapi jika sudah bersama Pak Reman akan berubah total menjadi binal.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Apalagi ketiga budak seksnya itu masih tergolong pengantin baru yang belum terlalu sering disentuh suaminya masing-masing, menjadikan tubuh mereka masih sangat padat dan lubang surganya masih sangat sempit. Sedang asyik melamun tiba-tiba Pak Reman dipanggil oleh seseorang, yang tak lain adalah Bu Anggi, boss besarnya dikantor.

“Pak Reman tolong keruangan saya sebentar” perintah bu Anggi.
“Ada apa bu?” tanya Pak Reman.
“Nanti saya sampaikan didalam saja” jawab Bu Anggi.

Pak Reman jadi heran tapi dia sudah menebak apa yang mau disampaikan Bu Anggi. Ini pasti karena seminggu lebih dia tidak masuk kerja. Rencananya memang Pak Reman cuma bolos 3 hari untuk bersenang-senang dengan Fika setelah berhasil memperkosanya tempo hari, tapi ternyata dia belum puas dan terus-terusan berada dirumah Fika sampai seminggu lebih.

Untungnya anak istrinya sedang pulang ke kampung jadi dia bebas menginap dirumah Fika. Eva yang sekarang jadi atasannya juga tidak bertanya karena sudah tau apa yang dilakukan Pak Reman. Tapi ternyata Bu Anggi yang mempermasalahkannya. Akhirnya Pak Remanpun pergi menyusul Bu Anggi keruangannya.

Kumpulan Video Bokep Online :
Bokep Jepang , Bokep Barat , Bokep Korea , Bokep Indonesia dan Bokep Asia

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Ada apa bu manggil saya?” tanya Pak Reman.
“Bapak kemana seminggu lebih nggak masuk kerja?” tanya balik Bu Anggi.
“Saya nggak enak badan aja bu” jawab Pak Reman.
“Sampai seminggu lebih? Kenapa nggak ada surat dokter?” tanya Bu Anggi.
“Saya nggak sempet ke dokter, nggak ada yang ngantar, anak istri saya lagi pulang kampung, lagian saya udah ngasih tau Bu Eva” jawab Pak Reman.
“Iya Bu Eva memang udah bilang, tapi saya tetep nggak terima karena bapak nggak ada surat dokternya, jadi saya anggap bapak bolos tanpa keterangan selama 8 hari” kata Bu Anggi.
“Lho kok gitu sih?” protes Pak Reman.
“Kantor kita ini punya aturan pak, meskipun bapak ini masih saudara sama suami saya, tetap saja kalo nggak masuk harus ada keterangannya. Ini sakit seminggu lebih nggak pake surat. Jadi bapak terpaksa saya kasih SP lagi” jawab Bu Anggi.
“Lho ya nggak bisa gitu dong bu”
“Maaf pak, ini udah aturan. Bahkan saya masih bermurah hati nggak mecat bapak. silahkan terima surat ini” kata Bu Anggi sambil memberikan surat peringatan itu kepada Pak Reman.
“Ini sudah SP2 ya pak, saya harap bapak nggak ngelakuin kesalahan lagi dalam sebulan ini, karena kalo sampai kena SP lagi, mau nggak mau bapak harus dipecat” lanjut Bu Anggi.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Va, ikut saya bentar”
“Eh kenapa pak?” tanya Eva.
“Udah ikut aja dulu”

Eva yang kebingungan langsung saja mengikuti Pak Reman, ternyata lelaki itu menuju ke gudang belakang kantor yang dipakai untuk menyimpan barang-barang bekas. Karena memang Pak Reman adalah penanggungjawab gudang itu maka mudah saja dia membuka kunci dan masuk. Evapun mengikuti Pak Reman, lalu lelaki itu menutup kembali pintu gudang. Bokep Jepang

“Ada apa sih pak?” tanya Eva masih kebingungan.
“Aku dapet SP lagi” jawab Pak Reman.
“Lho kok bisa?” tanya Eva.
“Anggi nggak terima alesanku nggak masuk kemarin soalnya nggak ada surat dokternya. Kamu kenapa nggak bikinin surat buat aku?” tanya Pak Reman.
“Waduh iya, saya lupa pak” jawab Eva.
“Lupa? Gimana bisa? Kamu ini kan pegawai teladan disini, masak gitu aja bisa lupa?”
“Yaa gimana pak, saya pas lagi banyak kerjaan setelah nggak masuk 3 hari yang kita nginep ditempat Fika itu. Saya aja sampe lembur lho pak, jadinya kelupaan” jawab Eva.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Alah banyak alesan kamu. Pokoknya kamu harus dihukum sekarang”
“Dihukum apa pak?”
“Buka baju kamu” perintah Pak Reman.
“Loh pak disini? Jangan disini pak, jangan sekarang, nanti ketahuan orang” tolak Eva.
“Udah nurut aja. Udah jam makan siang juga, yang lain udah pada keluar nyari makan, kita punya waktu 1 jam, cepetan”
“Tapi pak, apa nggak entar aja sekalian pulang kantor? saya janji bakal ngelayanin bapak”
“Nggak, aku maunya sekarang, buruan”

Eva tahu kalau Pak Reman sudah menyuruh maka sulit untuk bisa ditolaknya. Akhirnya dia menurut saja, dia buka satu persatu pakaian kerjanya itu. Didalamnya dia sudah tidak memakai beha dan celana dalam lagi, karena sejak diperkosa oleh Pak Reman, dia memang tidak boleh memakai kedua pakaian dalam itu kalau dikantor. Kini Eva sudah telanjang bulat, terlihat bentuk perutnya yang mulai sedikit membuncit karena hamil anak Pak Reman.

“Kamu ini lagi hamil malah tambah nafsuin ya Va. Sekarang kesini, isepin kontolku” perintah Pak Reman.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Tanpa membantah Eva langsung menurunkan celana Pak Reman. Penisnya yang belum keras itu langsung dipegangnya. Dikocok-kocok perlahan sambil dijilati kepalanya. Eva yang belum pernah melakukan ini kepada suaminya sekarang semakin mahir mengulum penis Pak Reman. Beberapa saat dikocok dan dijilati membuat penis itu mulai tegang. Pak Reman langsung saja memegang kepala Eva dan memasukan penisnya dengan kasar. Eva tak siap tapi tidak melawan, dia sudah tahu kelakuan Pak Reman yang seperti ini.

Pemandangan digudang ini sungguh mengundang birahi. Seorang wanita cantik yang sedang hamil muda dengan keadaan telanjang bulat sedang berjongkok mengulum penis seorang pria yang usianya jauh diatasnya, yang bahkan bukan suaminya. Eva benar-benar sudah pasrah kepada Pak Reman, bahkan terlihat dia mulai menikmati waktu Pak Reman menyodokan penisnya dengan kasar.

Beberapa saat kemudian penis itu sudah tegang maksimal. Pak Remanpun menarik penis itu dan membuat Eva berdiri. Eva kemudian dibalikan hingga membelakangi Pak Reman. Dengan tubuh yang sedikit membungkuk, vaginanya yang belum basah itu mulai digesek-gesek penis Pak Reman. Eva hanya merem melek menikmatinya. Dia sudah siap sepenuhnya untuk dimasuki lelaki yang telah menghamilinya itu, tapi ternyata Pak Reman punya keinginan lain.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Eh pak, bapak ngapain? Jangan disitu pak” Eva panik waktu Pak Reman malah mengarahkan penisnya ke lubang anusnya yang belum pernah dijamah.
“Ini hukuman buat kamu Va, aku pengen ngambil jatah dari belakang. Aku pengen merawani bool kamu sekarang”
“Jangan pak. Aaahhhh pelaan, sakit paaak”
“Ssstt, diam. Jangan teriak-teriak, entar kedengaran dari luar”

Eva meraih bajunya yang kebetulan tak jauh dari situ. Dia langsung menggigit baju itu dengan keras supaya tidak bersuara ketika disodomi oleh Pak Reman. Eva merasa begitu kesakitan, penis itu meskipun dengan susah payah tapi sudah masuk separuhnya. Eva mulai menangis menahan rasa sakit itu. Tangannya menahan sejenak tubuh Pak Reman agar tidak maju lagi karena masih menyesuaikan agar tidak terlalu sakit. Tapi ternyata Pak Reman tak peduli, dia terus saja memasukan penisnya hingga kini bisa masuk seluruhnya.

Tubuh Eva kejang karena kesakitan. Apalagi tiba-tiba Pak Reman langsung menggoyangkan penisnya maju mundur. Eva semakin menangis. Dia masih terus menggigit bajunya supaya tidak keluar suaranya dan didengar oleh orang lain. Meskipun kondisi kantor sedang sepi tapi dia tidak mau mengambil resiko. Bisa gawat kalau sampai ketahuan apa yang dia lakukan sekarang ini dengan Pak Reman.

“Uuhh, bener-bener sempit Va. Kamu emang bener-bener nikmat. Nggak salah kamu jadi budakku. Kalian bertiga benar-benar sempurna”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Pak Reman meracau sendiri sambil terus menyodomi Eva. Dia tak peduli kalau wanita itu sedang sangat kesakitan, karena baginya yang penting adalah kepuasannya sendiri. Tangan Pak Reman tak mau tinggal diam. Kedua tangannya itu meremas kedua buah dada Eva dari belakang. Sesekali puting kecoklatan itu dipilin-pilin supaya Eva tidak terlalu kesakitan. Tapi semua itu masih percuma saja karena lubang anus Eva yang masih sangat sempit itu dipaksa menerima penis Pak Reman yang begitu besar.

Plok plok plok plok

Suara benturan antara kelamin kedua orang itu terdengar jelas didalam gudang. Pak Reman begitu bersemangat sementara Eva sedang mati-matian menahan rasa sakitnya. Sekitar 5 menit mereka berada di posisi seperti itu. Eva sudah mulai merasa rasa sakitnya mulai berkurang, tapi tetap saja masih terasa sakit. Tangan Pak Reman yang sesekali mengocok vaginanya dengan jarinya memang sedikit membantu, tapi karena kasarnya sodokan Pak Reman tetap belum bisa menghilangkan rasa sakit yang diterima oleh Eva.

Pak Reman hari ini memang tidak berniat berlama-lama dengan Eva, karena itulah dia semakin mempercepat sodokanya. Dia ingin secepatnya mendapat orgasme. Tapi hal itu berkebalikan dengan Eva. Dia merasakan sodokan Pak Reman yang semakin kencang dan kasar itu justru semakin menyakitinya.

“Aaahhh Vaa, aku keluaaaarr”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Akhirnya Pak Reman menyemprotkan spermanya didalam anus Eva. Lelaki itu langsung saja mencabut penisnya hingga lubang anus Eva menganga lebar. Eva sendiri belum bergerak dari posisinya karena masih merasakan sakit disekujur tubuhnya. Setelah diperkosa pertama kali dulu, ini adalah untuk kedua kalinya apa yang dilakukan Pak Reman sangat menyakitinya. Tapi belum habis rasa sakit Eva, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam gudang itu.

“Wah wah Pak Reman, enak-enakan kok nggak ngajak-ngajak sih? Sama si bos lagi”
“Oalah kamu tho Gus. Udah sini ikutan aja nggak usah banyak omong” jawab Pak Reman yang tadinya kaget, tapi kemudian lega setelah melihat siapa yang datang.

“Wuiih, badan Bu Eva bagus bener. Lagi hamil, malah bikin nafsu”
“Mas Agus ngapain disini?” tanya Eva panik mencoba menutupi tubuhnya sebisanya.
“Tadi saya denger suara-suara aneh, makanya saya masuk. Ternyata kalian berdua lagi seneng-seneng disini. Jadi pengen ikutan saya” jawab Agus.

Agus adalah salah satu anak buah Eva, sama seperti Pak Reman. Dia juga memiliki kunci gudang ini. Sebenarnya dia tadi cuma ingin mengambil beberapa barang untuk dia bawa pulang nantinya, tapi malah melihat persetubuhan yang dilakukan oleh Eva dan Pak Reman.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Agus yang selama ini melihat Eva sebagai seorang wanita alim yang selalu tertutup penampilannya sempat tak percaya karena selama ini dia cukup mengagumi Eva. Tapi melihat keindahan tubuh Eva yang putih bersih itu membuat nafsunya baik juga. Apalagi Agus tinggal berjauhan dengan istrinya dan sudah beberapa minggu ini tidak bertemu, sehingga dengan cepat birahinya naik.

“Yaudah Gus, kamu main-main aja dulu sama Eva, aku ada urusan. Terserah mau kamu apain dia, yang penting kamu jangan cerita sama orang lain, cukup kita aja. Kalo kamu tetep diam, nanti ada bonus buat kamu. Dan kamu Va, layani Agus seperti kamu ngelayanin aku ya”

Selesai berkata Pak Reman kembali memakai celananya dan pergi meninggalkan gudang itu membiarkan Agus dan Eva untuk melanjutkan permainan. Pak Reman cukup lega karena yang memergokinya adalah Agus, yang sering ke lokalisasi bareng dia untuk menyalurkan hasrat mereka. Pak Reman sebenarnya tidak ada niat untuk berbagi budaknya, tapi demi keamanannya sendiri dia terpaksa membaginya dengan Agus.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Gimana Gus? Puas kamu sama gundik-gundikku?”
“Wah puas banget pak, apalagi sama Fika. Sayang banget dia ada suaminya disini, jadi nggak bisa sering-sering”
“Lha kan masih ada Eva sama Shinta”
“Shinta susunya kecil pak, kurang selera saya. Kalo Eva sama Fika, itu pas. Tapi kalo sama Eva terus bosen juga lama-lama”
“Halah, kamu bilangnya bosen tapi sampe kemarin masih suka aja main digudang”
“Hehe ya gimana lagi pak, namanya butuh penyaluran”

“Gini Gus, karena kamu udah tau semua, jadi aku mau kamu bantuin aku”
“Bantuin apa pak?”
“Cari mangsa baru”
“Wah boleh tuh pak. Siapa emang targetnya?”
“Si Anggi”
“Hah, Bu Anggi bos kita?”
“Iya, gimana?”

“Waduh, gimana ya pak? Bukanya nggak mau, tapi ya, nggak enak pak, masak Bu Anggi sih? Nggak ada yang lain pak?”
“Yang lain siapa? Aku maunya si Anggi. Kamu udah aku kasih 3 gundikku semua lho, masak nggak mau bantu?”
“Emang kenapa harus dia sih pak?”
“Aku ada dendam sama dia. Dia tu kayaknya nggak suka banget aku ada dikantor ini dan sering cari gara-gara, makanya aku mau ngasih pelajaran buat dia”
“Tapi bukanya dia masih saudaranya Pak Reman?”

“Yang saudaraku itu suaminya. Aku sebenarnya juga nggak enak sama suaminya, tapi mau gimana lagi, si Anggi ini rese banget orangnya. Pokoknya aku mau kasih dia pelajaran, dan kamu harus bantuin aku”
“Tapi, aman nggak pak? Saya nggak mau kenapa-kenapa lho nanti”
“Kamu nggak percaya sama aku? Buktinya kamu bisa nikmatin 3 wanita cantik itu”
“Yaudah deh, tapi kalo ada apa-apa jangan bawa-bawa saya lho pak”
“Gampang, kalo ada masalah saya nggak akan nyebut nama kamu”
“Oke deh pak, saya ikut aja”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Kedua pria itu sedang nongkrong menghabiskan kopi dan rokok mereka didepan kantor. mereka belum pulang karena masih hujan lebat dan juga baru saja menyalurkan nafsunya kepada Eva. Eva sendiri sudah pulang naik taksi karena suaminya malam ini akan datang. Sedangkan Pak Reman dan Agus yang naik motor memutuskan untuk menunggu hujan reda saja.

Pak Reman memang sudah memiliki rencana untuk memberi pelajaran kepada Anggi. Wanita berusia 40 tahun yang tak lain adalah istri dari saudaranya itu semakin lama membuatnya semakin jengkel. Dia awalnya tidak mau macam-macam dengan wanita itu karena masih ada hubungan kerabat, tapi lama-lama dia tak tahan juga.

Selain itu Pak Reman memang ingin mencari sarang baru untuk burungnya karena mengingat kondisi Eva Shinta dan Fika yang sekarang sedang hamil muda. Dia khawatir kalau terus menerus memaksa ketiga wanita itu untuk melayani nafsunya dan Agus akan berakibat buruk pada kehamilan mereka. Dan saat ini pilihan Pak Reman jatuh kepada Anggi, sekaligus membalas sakit hatinya.

Anggi yang baru saja menginjak kepala 4 bulan kemarin masih terlihat cantik. Badannya juga masih bagus karena rutin ikut senam dan yoga. Anggi memang merawat dirinya dengan baik karena selalu ingin tampil cantik didepan suaminya. Suaminya adalah seorang pengusaha sukses yang memiliki beberapa perusahaan, dimana salah satu adalah yang dia pegang sekarang, dimana Pak Reman bekerja.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Sebagai pengusaha sukses tentu suaminya sering bertemu dengan para koleganya, dan selalu ditemani oleh Anggi. Karena itulah dengan selalu tampil cantik Anggi ingin membuat suaminya bangga. Selain itu dia juga tidak ingin suaminya berpaling karena sehari-hari selalu dikelilingi wanita cantik dan masih muda di pekerjaannya.

Anggi menikah dengan suaminya saat masih berusia 22 tahun, saat baru saja lulus kuliah. Dan sekarang mereka sudah memiliki 2 orang anak. Yang pertama adalah Anissa yang sekarang berumur 17 tahun dan yang kedua Farid berumur 12 tahun. Kedua anak mereka ini sejak kecil ikut kakek neneknya yang kebetulan memiliki sebuah pondok pesantren di desanya. Hanya saat liburan saja mereka datang atau sesekali Anggi dan suaminya mengunjungi mereka.

Anggi memiliki 2 orang adik yang keduanya adalah perempuan. Adiknya yang pertama bernama Bella, berumur 34 tahun, sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Sedangkan adiknya yang bungsu bernama Citra, masih 28 tahun dan sebentar lagi akan menikah. Kedua adiknya ini tak kalah cantik dengan Anggi. Penampilan merekapun sama, serba tertutup.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Akhirnya Pak Reman menyusun rencananya dengan Agus. Mereka saling membagi tugas. Agus yang tadinya ragu-ragu sekarang terlihat lebih mantap lagi untuk ikut dengan rencana Pak Reman ini. Dia cukup yakin jika rencana ini nantinya akan aman dan tidak perlu takut kalo Anggi akan macam-macam dengan mereka.

Meskipun sebenarnya masih sungkan karena Anggi adalah atasannya, tapi pengalamannya menikmati tubuh Eva membuat Agus jadi semangat. Kalau rencana ini berhasil maka dia tidak perlu lagi ke lokalisasi untuk menyalurkan hasratnya dengan ancaman resiko penyakit yang besar. Dengan adanya gundik-gundik yang jelas-jelas mereka bersih, akan membuatnya lebih aman.

Akhirnya pada hari yang telah direncanakan Pak Reman dan Agus pergi ke rumah Anggi. Rencana ini akan semakin mudah karena memang Agus disuruh untuk mengantar beberapa dokumen kantor kepada Anggi, karena itulah dia tidak perlu pusing mencari-cari alasan kesana.

Agus sudah berada didepan rumah Anggi. Rumah itu sangat besar dan mewah, mencerminkan kekayaan pemiliknya. Dia sudah beberapa kali memencet bel dan sedang menunggu dibukakan gerbangnya. Sedangkan Pak Reman menunggu disebuah warung yang tak jauh dari rumah itu. Beberapa saat kemudian munculah pembantu Anggi.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Selamat malam mbak”
“Iya malam mas. Cari siapa ya?”
“Saya mau ketemu Bu Anggi, tadi disuruh nganter dokumen kantor”
“Oh Mas Agus ya?”
“Iya mbak bener”
“Mari silahkan masuk mas. Bu Anggi udah nunggu di dalem”
“Makasih mbak”

Aguspun masuk mengikuti pembantu Anggi itu, sementara Pak Reman tersenyum melihat dari jauh. Dia tinggal menunggu saja Agus membukakan gerbangnya nanti supaya bisa masuk kerumah itu. Dia sudah tahu kalau suami Anggi yang merupakan saudaranya itu sedang keluar kota, sehingga malam ini mereka akan bebas untuk memberi pelajaran kepada wanita itu.

Sesampainya didalam rumah Agus dipersilahkan duduk diruang tamu. Dia menunggu sejenak sambil menyiapkan dokumen yang akan dia serahkan kepada Anggi. Tak lama kemudian Anggi keluar menemuinya. Agus cukup terkesima dengan penampilan Anggi yang berbeda dengan yang dia lihat sehari-hari dikantor.

Jika biasanya Anggi memakai pakaian kerja yang formal, kali ini terlihat lebih santai dengan kaos lengan panjang yang cukup mencetak tubuhnya yang seksi, rok panjang dan juga jilbab yang menutupi kepalanya. Anggi terlihat begitu cantik dan segar. Aroma parfumnya mengusik kelelakian Agus. Tapi dia harus bersabar dulu, harus melakukan sesuai dengan rencananya dengan Pak Reman.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Malem bu”
“Malem Gus. Udah kamu bawa semua?”
“Udah bu, ini silahkan dicek dulu”
“Oke bentar saya cek dulu”

Anggi kemudian duduk berseberangan dengan Agus. Dia dengan teliti mengamati satu persatu dokumen yang dibawa oleh Agus. Sesekali dia menangguk menunjukkan kepuasannya. Namun dilembar terakhir dia mengernyitkan dahinya.

“Loh Gus yang laporan bulan ini belum selesai ya?” tanya Anggi.
“Udah kok bu, udah saya kerjakan dan saya serahkan ke Bu Eva kemarin” jawab Agus.
“Tapi kok ini nggak ada ya?” tanya Anggi.
“Masak sih bu?”

Agus kemudian melihat dokumen yang ditunjukan oleh Anggi. Dan ternyata memang belum selesai laporannya. Sebenarnya itu hanya akal-akalan Agus dan Pak Reman saja. Dia sengaja membawa dokumen yang belum lengkap agar bisa agak lama berada di dirumah itu.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Wah iya ya. Jangan-jangan Bu Eva salah ngeprint ini” kata Agus.
“Waduh kok bisa gitu? Kamu bawa laptop nggak Gus?” tanya Anggi.
“Bawa sih bu, tapi kerjaan yang terbaru saya simpen di komputer kantor. saya cuma ada formatnya aja ini” jawab Agus.
“Kalo ngerjain disini pake data dari dokumen-dokumen ini bisa kan?” tanya Anggi.
“Bisa kok bu” jawab Agus.
“Yaudah kalo gitu kamu kerjain dulu ya, nggak lama kan?” tanya Anggi.
“Baik bu. Ada colokan nggak bu? Laptop saya nggak bisa nyala kalo nggak dicolokin listrik”
“Wah disini nggak ada, diruang tengah adanya. Kamu kerjain disana aja ya?”
“Nggak papa nih bu saya kerjain disana?”
“Nggak papa kok. Ayo ikut saya”

Aguspun mengikuti Anggi. Semua ini sebenarnya sudah direncanakan oleh Agus dan Pak Reman. Pak Reman sudah beberapa kali berkunjung kerumah ini jadi tahu bagaiaman kondisinya. Karena itulah mereka membuat Agus harus mengerjakan dokumen itu diruang tengah rumah ini, sekalian untuk melihat bagaimana situasinya. Tapi begitu Agus masuk dia agak terkejut, karena didalam ternyata ada 2 orang wanita lagi. Agus tak mengenalnya, tapi mereka ini adalah kedua adik dari Anggi, Bella dan Citra.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Eh mbak, siapa ini?” tanya Bella.
“Oh ini Mas Agus Bel, orang kantor. dia mau ngerjain laporan bentar. Didepan nggak ada colokan listrik soalnya. Mas Agus, ini adik-adik saya, Bella sama Citra” jawab Anggi.
“Oh iya, malam Mbak Bella, malam Mbak Citra” sapa Agus.
“Malem mas” jawab Bella dan Citra.
“Maaf ya saya jadi ngganggu ini” kata Agus.
“Udah nggak papa kok mas, kita lagi nyantai, lagi ngebahas nikahannya si bontot nih” jawab Bella.
“Yaudah Gus, kamu kerjain dulu aja ya. Bel, Cit, entar jangan terlalu berisik, biar nggak ganggu Agus”

Lalu Agus menuju kesalah satu kursi yang paling dekat dengan colokan listrik. Setelah menyalakan laptopnya, dia tidak segera mengerjakannya tapi mengambil Hpnya untu mengabari Pak Reman. Pak Reman yang mendapat kabar dari Agus juga sedikit terkejut karena sama sekali tidak tahu kalau ada kedua adik Anggi disitu. Dia tahunya Anggi hanya bersama dengan pembantunya saja.

Kalau seperti ini rencana mereka bisa berantakan. Tapi kemudian dia berpikir dengan cepat. Jika ada yang lain, kenapa tidak sekalian dimangsa saja, apalagi setahu dia adik bungsunya Anggi ini belum menikah, siapa tahu bisa dapat perawan nantinya.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Pak Remanpun memberitahu rencana yang dia pikirkan kepada Agus. Sekarang tinggal Agus yang berpikir bagaimana caranya agar bisa melumpuhkan ketiga wanita itu sebelum membukakan gerbang untuk Pak Reman. Agus jadi kebingungan sekarang. Bukan dengan pekerjaannya karena sebenarnya laporan yang harus dia kerjakan sekarang itu sudah ada dilaptopnya.

Tapi dia bingung bagaimana harus menjalankan rencana barunya itu. Untungnya beberapa saat kemudian Anggi memanggil pembantunya, memintanya untuk membuatkan minuman untuk mereka bertiga dan juga Agus. Langsung Agus bergerak cepat.

“Maaf bu, saya mau numpang toilet”
“Oh itu dibelakang Gus, ikuti aja pembantu saya tadi, nanti kamu tanya dia”
“Baik bu”

Agus segera menuju ke dapur tempat pembantu Anggi membuatkan minuman. Agus berbasa-basi sejenak dengan pembantu itu sambil menyiapkan sesuatu di kantong celananya. Diam-diam agus mengeluarkan sebuah plastik kecil yang didalamnya ada semacam bubuk putih. Saat pembantu itu lengah, Agus dengan cekatan memasukan bubuk itu ke 3 gelas yang berisi teh untuk ketiga wanita itu. Satu gelas lagi adalah berisi kopi yang jelas-jelas untuk dirinya karena tadi memang minta kopi.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Setelah itu Agus menuju ke toilet yang ditunjuk di pembantu. Di dalam toilet Agus mengabari Pak Reman. Mereka nantinya harus bergerak cepat karena bubuk putih yang merupakan obat tidur itu tadinya mereka siapkan hanya untuk Anggi. Tapi karena dibagi menjadi 3 resikonya adalah ketiga wanita itu tidak akan lama tertidur, seperti yang direncanakan Pak Reman dan Agus.

Setelah itu Agus kembali ke ruang tengah. Dia melihat ketiga wanita itu sedang asyik ngobrol. Mereka bertiga tidak terlalu mempedulikan adanya Agus disitu, tapi Aguspun tak peduli. Dia hanya menunggu obat tidur yang dia berikan tadi segera bereaksi. Agus menunggu beberapa saat hingga ketiga wanita itu mulai menguap bergantian. Dia masih terlihat sibuk dengan laptopnya padahal sedang tidak mengerjakan apa-apa. Agus segera menghubungi Pak Reman memnitanya agar supaya bersiap didekat gerbang karena sebentar lagi dia akan membukakanya.

Dan akhirnya tak lama kemudian ketiga wanita itu mulai tak sadarkan diri. Dimulai dari Bella, kemudian Citra dan yang terakhir Anggi. Setelah Anggi tertidur dengan cepat Agus menuju kedepan untuk membukakan gerbang. Setelah Pak Reman masuk merekapun menguncinya kembali. Motor Aguspun juga dimasukan ke garasi supaya tidak membuat curiga satpam komplek yang sering patroli.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Sesampainya didalam Pak Reman cukup terkesima dengan ketiga wanita yang sedang tertidur itu. Kalau dengan Anggi dia sudah sering melihat, tapi kedua adiknya ini sudah lama dia tak melihat mereka, dan ternyata keduanya kini semakin cantik dalam balutan pakaian yang menutupi seluruh tubuh mereka dari kepala hingga kaki. Sedangkan Agus beranjak kebelakang untuk mengurus pembantu Anggi. Setelah itu dia kemudian beranjak kedepan lagi untuk menemui Pak Reman.

“Gimana Gus, pembantunya udah beres?” tanya Pak Reman.
“Beres pak, udah saya bikin pingsan. Saya iket juga tadi dikamarnya” jawab Agus.
“Bagus, berarti sekarang nggak ada lagi yang bakalan gangguin kita” kata Pak Reman.
“Gimana nih pak mau disini aja apa kita bawa ke kamar?” tanya Agus.
“Kita bawa ke kamar atas aja, biar nggak kedengeran kalo sampai ada yang teriak” jawab Pak Reman.

Merekapun kemudian membawa ketiga wanita itu kekamar atas yang merupakan kamar Anggi dan suaminya. Kamar itu cukup luas dan terlihat sangat mewah. Berbeda jauh dengan kamar Pak Reman, apalagi kamar kos Agus. Setelah ketiganya dibawa kekamar, Pak Reman dan Agus kemudian mengikat tubuh dan menutup mulut Bella dan Citra. Mereka ingin menggarap Anggi terlebih dahulu.

Sedangkan Bella nanti akan digarap oleh Agus dan Citra oleh Pak Reman, sebelum nanti mereka saling bertukar. Pak Reman sudah sangat tertarik dengan Citra dan ingin memerawani gadis itu, tapi dia lebih dulu harus memberi Anggi pelajaran.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Sambil mengikat Bella rupanya tangan Agus bergerilya di dada dan pantat Bella yang montok. Dia sangat bernafsu kepada ibu muda itu. Tapi harus bersabar karena akan menggarap bosnya terlebih dahulu bersama Pak Reman. Pak Remanpun demikian. Sambil mengikat dia terus meremasi dada Citra yang selama ini belum pernah disentuh oleh siapapun. Bokep Barat

Setelah mengikat kedua wanita itu, kini Pak Reman dan Agus menuju ke Anggi yang sedang terbaring diranjangnya. Dengan segera mereka berdua menelanjangi Anggi hingga kini telanjang bulat. Agus cukup terkesima dengan tubuh polos bosnya dikantor itu.

Dia tidak menyangka diumurnya yang sudah kepala 4 ternyata tubuh Anggi tak kalah dengan yang muda, meskipun jika dibandingkan dengan 3 wanita gundik Pak Reman yang pernah dia nikmati Anggi masih kalah. Tapi meski begitu kecantikan dan keseksian Anggi ini masih lebih jika dibandingkan dengan istrinya.

Pak Reman segera menelanjangi dirinya sendiri dan langsung menciumi tubuh telanjang Anggi. Kali ini Agus mundur dulu membiarkan seniornya itu puas mencumbu Anggi. Sambil menonton Pak Reman yang sedang menciumi tubuh Anggi, Agus menuju ke Bella. Dia ciumi wajah Bella yang masih tertidur itu. Bibir wanita itupun dia lumat dengan ganas.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Meskipun tanpa perlawanan karena Bella masih tak sadarkan diri, tapi ada sensasi tersendiri yang dirasakan Agus dengan mencumbui wanita cantik istri orang yang masih berpakaian lengkap itu. Tangannyapun tak tinggal diam dan meremas dada Bella yang cukup besar dan montok itu.

Diranjang, Pak Reman sudah tidak sabar lagi. Dia kemudian memasukkan penisnya yang besar itu ke vagina Anggi. Vagina itu memang tidak sesempit Eva, Shinta dan Fika saat pertama kali dia perkosa, tapi tetap saja Pak Reman menikmatinya. Tubuh Anggi yang tak sadarkan diri itu terlonjak mengikuti irama genjotan Pak Reman yang kasar. Jika dalam keadaan sadar mungkin perempuan itu sudah teriak-teriak mengetahui dirinya sedang disetubuhi orang lain, padahal selama ini hanya suaminya saja yang pernah menikmati tubuh indahnya itu.

“Gimana pak? Enak nggak si bos?” tanya Agus.
“Uuhh masih enak Gus. Si Anggi ini sering senam dan yoga, badannya masih lumayan kenceng, memeknya juga masih legit” jawab Pak Reman yang masih terus menggenjot Anggi.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Sementara Agus yang mulai tak tahan mulai melepaskan kancing kemeja Bella satu persatu hingga bagian depan tubuhnya terbuka. Sekalian juga dia singkap beha yang menutupi kedua buah dadanya itu. Terpampanglah dua gundukan yang cukup besar begitu juga dengan putingnya yang kecoklatan. Meskipun sudah pernah melahirkan dan menyusui tapi kedua buah dada Bella ini masih cukup kencang.

“Wuiih ni cewek susunya mantep Pak Reman” kata Agus.
“Yaudah sana kenyotin. Tapi simpen dulu tenagamu buat ngerjain si Anggi ini” jawab Pak Reman.

Aguspun mengerjai kedua buah dada Bella. Wajahnya yang jauh dari kata ganteng itupun bergantian menciumi dan menjilati buah dada Bella kiri dan kanan sambil tangannya juga meremasi kedua buah dada montok itu. Agus begitu bernafsu dengan Bella ini hingga beberapa kali membuat cupangan di dada yang putih mulus itu.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Sementara itu Pak Reman masih dengan semangatnya menggenjot tubuh Anggi. Dia mengangkat kedua kaki Anggi dan menekuknya hingga ke dadanya. Dengan begitu Pak Reman semakin meningkatkan tempo genjotannya sambil sesekali meremas buah dada Anggi yang membusung indah. Entah sudah berapa lama Pak Reman menggenjot tubuh Anggi dan sekarang dia sudah tidak tahan lagi. Akhirnya dengan sentakan-sentakan keras dia keluarkan cairan kentalnya didalam vagina Anggi.

Beberapa saat Pak Reman membiarkan penisnya didalam vagina Anggi yang sedikit berkedut itu. Setelah beberapa saat Pak Reman kemudian mencabut penis itu. Terlihat lelehan spermanya keluar dari vagina Anggi. Dia cukup puas telah berhasil menikmati tubuh istri saudaranya itu. Tapi ini baru awalnya saja. Permainan yang sebenarnya baru akan dimulai. Dia melihat Agus yang sedang mencumbui Bella. Tangannya bahkan sudah mulai mengobok-obok vagina Bella.

“Gus, udahan dulu. Ayo kita garap Anggi berdua”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Mendengar itu Agus menurut saja. Dia meninggalkan tubuh Bella yang sudah terbuka bagian atasnya itu dan menuju ke ranjang. Sebelum naik ke ranjang dia melepaskan dulu semua pakaianya, terlihatlah penisnya sudah tegang walau tak sebesar punya Pak Reman. Agus kemudian berbaring disamping tubuh Anggi. Dengan bantuan Pak Reman tubuh Anggi diangkat mendekap Agus. Agus kemudian memasukan penisnya ke vagina Anggi yang sudah basah oleh sperma Pak Reman dan cairan cintanya sendiri.

Setelah penisnya masuk Agus langsung menggenjot tubuh wanita itu dari bawah sambil menciumi sekujur wajahnya. Agus masih tak percaya bisa menyetubuhi atasannya yang selama ini dia hormati itu. Belum pernah sebelumnya Agus membayangkan bisa melakukan ini. Kalau bukan ajakan dari Pak Reman mungkin tidak akan pernah dia bisa menikmati tubuh indah bosnya itu.

Sementara itu Pak Reman berdiri mengambil baby oil yang ada di meja rias Anggi. Rupana Anggi sudah pernah melakukan anal sex dengan suaminya. Memang Anggi bersedia melakukan apapun untuk sang suami. Meskipun sebenarnya dia keberatan tapi akhirnya sebagai istri dia rela juga. Dia ingin agar suaminya tak sampai pindah kelain hari, makanya dia mau-mau saja menuruti semua keinginan suaminya diranjang.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Tapi Pak Reman belum mau melakukan apapun. Dia masih menunggu Anggi terbangun, karena ingin menyodomi Anggi dalam keadaan sadar. Hanya jarinya saja yang mencolok-colok lubang anus Anggi yang bergerak-gerak karena gerakan Agus yang menyetubuhinya dari bawah.

“Hmm, aahh hhmm”

Terdengar desahan Anggi mulai terdengar. Wanita itu sudah mulai terbangun meskipun belum sadar sepenuhnya. Rasa nikmat yang dia rasakan divaginanya membuatnya mulai membalas ciuman dari Agus. Dalam mimpinya dia sedang bercinta dengan suaminya. Tapi kemudian alam bawah sadarnya memaksanya untuk bangun karena saat ini suaminya sedang tidak ada dirumah. Betapa terkejutnya Anggi saat membuka matanya. Yang dia lihat saat itu bukanlah suaminya, tapi wajah orang yang dia kenal, dan itu adalah pegawainya dikantor, Agus.

“Aguss, aahh aahh apa apaan ini. Lepasin ahh aahh”
“Wah udah sadar ya bu. Kalo gini kan lebih enak, haha”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Anggi mencoba berontak tapi Agus mendekapnya dengan sangat kuat. Kedua tangannya mau memukul Agus tapi tiba-tiba dipegang oleh seseorang. Anggipun menoleh kebelakang dan semakin terkejut dia karena melihat orang yang memegang tangannya adalah Pak Reman, saudara dari suaminya sendiri.

“Pak Reman, lepasin. Apa apaan ini”
“Udah Nggi nikmatin aja. Sekarang aku kasih yang lebih enak”

Dan Pak Reman sudah dalam kondisi telanjang bulat. Kedua tangan Anggi ditelikung kebelakang dan dipegang dengan satu tangan Pak Reman. Tangannya yang satunya mengambil botol baby oil yang sudah terbuka itu dan meneteskannya dibibir lubang anus Anggi. Anggi yang menyadari apa yang akan dilakukan Pak Reman kembali mencoba berontak tapi sia-sia karena tubuhnya dipegangi dengan kuat oleh Pak Reman dan Agus.

“Aaahh, jangaan, jangaan disituu aaaaahh”
“Uuhhh bool kamu udah dijebol suamimu ya Nggi? Tapi masih sempit aja ini”
“Aahh udah paak, cabut. Sakiiiiiit”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Dengan bantuan baby oil dan lubangnya yang memang sudah tidak perawan membuat Pak Reman dengan mudah memasukan seluruh penisnya. Sementara itu Anggi merasa kesakitan karena penis Pak Reman yang lebih besar dari milik suaminya. Anggi berteriak saking sakitnya tapi kemudian Agus membekap mulutnya dan langsung melumatnya. Agus dan Pak Reman kemudian menggerakan penisnya bersamaan, seperti yang pernah mereka lakukan kepada Fika dan Eva.

Anggi benar-benar tak berdaya menghadapi kedua lelaki yang bukan suaminya itu. Dia menangis sejadi-jadinya karena tubuh yang dia jaga selama belasan tahun menikah dengan suaminya itu kini dinikmati begitu saja oleh kedua lelaki ini.

Kedua lelaki yang jelas-jelas dari kelas dibawahnya. Padahal selama ini tidak sedikit kolega dari suaminya yang merupakan para pengusaha sukses sering menggodanya, tapi dia acuhkan karena kesetiaanya kepada sang suami. Tapi kini kedua lelaki bawahannya itu dengan seenaknya menikamti tubuhnya.

Perlahan-lahan Anggi merasakan sebuah sensasi yang lain yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Memang saat melakukan anal dengan suaminya Anggi pernah dipaksa oleh sang suami memasukan sebuah vibrator kedalam vaginanya. Tapi kali ini yang menggarap kedua lubangnya adalah penis asli dari dua orang pria bawahannya. Dan kedua penis itu memiliki ukuran yang cukup besar.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Anggi mencoba melawan sensasi itu karena ini adalah sebuah perkosaan. Tapi genjotan yang diberikan oleh Pak Reman dan Agus membuat birahinya naik begitu saja. Kedua lubangnya ditusuk bersamaan dengan tempo yang sama, membuat vaginanya mulai membanjir dengan sendirinya. Lama kelamaan Anggi menyerah pada sensasi itu. Dia kemudian membalas ciuman Agus yang buas itu. Melihat reaksi dari Anggi membuat Pak Reman tersenyum. Rupanya wanita alim yang selalu menjaga dirinya dan selalu terlihat tegas dikantor ini menikmati juga permainan mereka.

“Aahh aahh udaahh paak, Guus udaah cukupp aahh aahh” ucap Anggi saat lumatan bibir Agus terlepas.
“Udah apa Nggi? Kamu juga keenakan gitu kok” ejek Pak Reman.
“Nggak, ini nggak enaak, aahh aahh, sakiit aaahh aahh” sangkal Anggi.
“Nggak enak kok mendesah gitu bu? Gimana kalo enak? Haha” Aguspun mengejeknya.

Anggi semakin menangis disela desahannya. Dia merasa malu karena mulai menikmati permainan kedua lelaki itu. Tak bisa dipungkiri dirinya memang termasuk wanita yang haus akan seks, tapi selama ini mampu dipuaskan oleh suaminya. Tapi kini dia menemukan sensasi yang lain, dengan dikeroyok seperti ini. Untuk pertama kali sejak melepas keperawanannya dulu dia di double penetration seperti ini, dan ternyata rasanya nikmat tiada tara.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Udaahh aahh aahh, cukupp aahh aahh”
“Kenapa Nggi? Enak ya?”
“Nggak aahh aahh aahh, paakk aahh nggak enaakhh aahh aahh”

Pak Reman kemudian memberi kode kepada Agus untuk menghentikan gerakan mereka. Seketika Anggi merasa ada yang hilang dari kenikmatan baru yang baru saja dia rasakan. Dia ingin protes tapi rasanya tidak mungkin seorang istri baik-baik yang selama ini setia seperti dirinya meminta untuk kembali disetubuhi. Dia hanya menatap dengan nanar kearah Agus yang hanya tersenyum melihatnya.

“Aahh aahh udaahh aahh aahh”

Anggi kembali mendesah saat kedua lelaki itu kembali menggenjot vaginanya. Kedua tangannya yang sudah dilepaskan oleh Pak Reman tidak melakukan perlawanan apa-apa malah hanya meremas sprei karena kenikmatan yang dia rasakan. Anggi menutup matanya sambil pinggulnya mulai mengikuti gerakan dari kedua lelaki itu. Tapi kemudian sekali lagi dengan kode dari Pak Reman membuat kedua pria itu bersamaan menghentikan gerakannya. Tapi tanpa sadar justru Anggi sendiri yang bergerak mencari kenikmatan.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Katanya udah Nggi? Kok gerak sendiri? Keenakan ya?”

Ucapan Pak Reman membuat Anggi terkejut dan langsung menghentikan gerakannya. Tatapannya semakin nanar kepada Agus meminta agar mereka kembali melanjutkan gerakannya. Anggi begitu tersiksa karena dia sedikit lagi bisa mencapai orgasmenya, tapi kedua pria itu benar-benar ingin mempermaikannya.

Anggi menarik napasnya dalam-dalam, saat kemudian pinggulnya bergerak sendiri perlahan. Dia menutup matanya saking malu terutama saat sempat melihat Agus tersenyum lebar ketika pinggulnya mulai bergerak. Mulutnya mendesis, dia mencoba menahan desahannya. Pak Reman tersenyum penuh kemenangan karena telah berhasil membuat Anggi kalah oleh nafsunya sendiri.

“Aahh aahh enaakkhh aahh aahh teruuss”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Spontan Anggi mendesah keenakan dan minta terus disodok saat kedua lelaki yang tadinya diam itu tiba-tiba menggenjotnya dengan kencang. Anggi sudah benar-benar kalah oleh nafsunya sendiri. Kini desahannya terdengar tanpa bisa ditahan. Semua ini terlalu nikmat untuk bisa dia tolak. Harga dirinya sudah entah kemana, yang kini ada dikepalanya hanyalah mengejar kepuasannya sendiri, bahkan dia sudah lupa dengan suaminya yang sedang berada diluar kota.

“Aahh aahh Gus terusshh aahh aahh Pak Remaanh aahh enaakk”
“Apanya yang enak Nggi?” tanya Pak Reman.
“Aahh aaahh kontol, kontol kalian enaak aahh aahh”

“Astagaa, Mbak Anggi, apa apaan ini?” tiba-tiba terdengar teriakan Bella yang ternyata sudah terbangun. Teriakan Bella itu membuat Anggi dan kedua lelaki yang sedang menyetubuhinya menoleh kearahnya. Bella nampak begitu terkejut melihat kakak kandungnya itu sudah dalam keadaan telanjang dan sedang disetubuhi depan belakang oleh dua orang lelaki.

Dari tempatnya dia bisa melihat dua batang kehitaman yang keluar masuk diselangkangan kakaknya itu. Bella lebih terkejut lagi ketika mengetahui keadaan dirinya. Kemejanya sudah terbuka, behanya sudah terangkat mempertontonkan kedua buah dadanya yang montok dan membusung indah. Rok yang dipakainya juga sudah tersingkap sampai ke pinggang dan celana dalamnya sudah turun sampai sebatas lutut.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Mbak Anggi, apa ini mbak?” tanya Bella panik.
“Aahh aahh mbaak lagi diperkosa Bel aahh aahh” jawab Anggi yang terus mendesah disetubuhi kedua pria itu.
“Kok diperkosa sih Nggi? Ayo bilang yang bener diapain” perintah Pak Reman.
“Aahh aahh entot. Aahh aahh mbak lagi dientot Bel aahh aahh” ucap Anggi begitu saja.
“Enak nggak bu dientot sama kami?” tanya Agus.
“Aahh enaakkhh aahh aah enak bangett aahh aahh”

Bella benar-benar tak percaya dengan apa yang dia dengar itu. Kakaknya yang selama ini dia ketahui sebagai istri yang setia dan menjaga tutur kata dan perilakunya bisa berkata sedemikian kotor. Belum pernah Bella mendengar kata-kata sekotor itu, dan sekarang dia harus mendengarnya, dari kakak kandungnya sendiri. Apalagi sekarang kakaknya itu sedang disetubuhi oleh lelaki yang bukan suaminya, depan belakang.

“Tuh Bel kakakmu keenakan dientot sama kami. Habis ini giliran kamu yaa, haha”
“Nggak, nggak mau. Lepasin saya. Tolooong” Bella tentu saja tak rela diperlakukan seperti kakaknya.
“Haha percuma aja teriak-teriak Bel, nggak akan ada yang denger. Kamar kakakmu ini kedap suara. Haha” ucap Pak Reman yang memang mengetahui bagaimana kondisi rumah ini.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Bella mulai menangis dengan apa yang terjadi dikamar ini. Dia yakin kakaknya sedang diperkosa, tapi dia bingung kenapa kakaknya bisa keenakan seperti itu. Dan dia yakin kalau setelah ini dirinya akan mendapatkan perlakuan yang sama. Apalagi dia melihat disitu ada adiknya yang kondisinya terikat tangan dan kakinya, sama seperti dirinya, tapi mulut adiknya itu masih tertutup oleh lakban.

“Aahh aahh aku mau keluar aahh aahh terussin aahh aahh”
“Aku juga Nggi, tahan bentar”
“Saya juga bu, kita keluar bareng-bareng”

Kedua pria itu semakin mempercepat genjotannya. Dan itu membuat Anggi semakin kehilangan kontrol pada dirinya sendiri. Dia sudah tak peduli lagi kalau apa yang terjadi ini sedang dilihat oleh adiknya. Dia tak peduli bagaimana pandangan adiknya setelah melihatnya seperti ini, yang dia inginkan saat ini hanyalah puncak kepuasan dengan disemprotnya kedua lubangnya dengan cairan kental dari kedua lelaki itu.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

“Aaaaaaaaaahhhhhhhhh”

Ketiga orang itu berteriak panjang saat masing-masing mendapatkan orgasmenya. Beberapa kali sperma menyemprot dikedua lubangnya membuat Anggi mendapatkan orgasme yang begitu dahsyat. Lebih hebat dari orgasme yang selama ini dia dapatkan dari suaminya. Ketiga orang itu mengejang badannya menikmati puncak kepuasannya masing-masing.

“Mmmppp mmppp mmmppp”

Ketiga orang yang berada diranjang dan juga Bella menoleh ke sumber suara itu. Citra, si bungsu baru saja terbangun dan matanya terbuka bersamaan dengan teriakan kepuasan dari ketiga orang yang bersetubuh diranjang. Citra begitu terkejut melihat kakak sulungnya sedang dalam keadaan telanjang bulat disetubuhi oleh 2 orang pria.

Sedangkan kakak keduanya Bella sedang terikat sama seperti dirinya dengan kondisi pakaian yang sudah terbuka disana sini memperlihatkan area-area pribadinya. Hanya tinggal dia dikamar ini yang pakaiannya masih lengkap sempurna menutupi tubuhnya yang masih suci belum terjamah oleh siapapun.

“Aahh aahh paakh aahh”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Tiba-tiba desahan Anggi terdengar lagi karena Pak Reman kembali menyodokan penisnya yang masih keras di lubang pantatnya. Begitupun Agus yang sudah diberi ramuan khusus dari Pak Reman membuat penisnya masih keras dan kembali menghajar vagina Anggi. Anggi tak mengerti bagaimana kedua lelaki ini bisa cepat sekali kerasnya lagi setelah orgasme tadi. Tapi dia tak sempat berpikir lagi karena harus kembali diamuk birahi.

Anggi sudah benar-benar dikuasai oleh nafsunya sendiri, tidak ingat disitu ada adik-adiknya yang melihat, dia menurut saja waktu Agus menarik dan menciuminya. Bahkan Anggi juga membalasnya dengan tak kalah ganas. Pinggulnya juga bergerak liar merespon gerakan dari Agus dan Pak Reman. Melihat kakaknya seperti itu membuat Citra menangis tak percaya.

Bagaimana kakaknya yang dia kagumi sebagai wanita yang setia kini dengan sukarela melayani 2 orang pria asing sekaligus. Anggi memang pernah cerita kepadanya dan Bella tentang banyaknya lelaki teman suaminya yang mencoba menggodanya, tapi selalu ditolak. Anggi cerita seperti itu supaya menjadi pesan buat Bella dan Citra agar mereka juga setia sama suaminya.

Tapi yang terjadi sekarang benar-benar kebalikannya. Citra mengira kalau awalnya kakaknya memang diperkosa selama dia pingsan tadi, tapi sekarang terlihat kakaknya sama sekali tak terpaksa melakukan itu.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Berbeda dengan Citra, Bella merasakan hal yang lain. Dia memang terkejut dan tak percaya dengan apa yang dia lihat itu. Dia marah kepada 2 laki-laki yang telah memaksa kakaknya tidak setia lagi itu. Tapi dia juga merasakan sesuatu yang lain.

Dia yang sudah menikah dan sering berhubungan badan dengan suaminya jadi penasaran bagaimana rasanya digenjot depan belakang seperti kakaknya itu, apalagi terlihat oleh Bella kedua penis yang sedang menggarap kakaknya itu lebih besar daripada milik suaminya, dan suami Anggi.

Ya, tanpa diketahui oleh siapapun, Bella sebenarnya pernah bercinta dengan kakak iparnya itu. Awalnya dipaksa tapi lama-lama ketagihan juga karena lebih memuaskan ketimbang suaminya sendiri. Tapi itu sudah lama, waktu dia masih awal-awal hamil anak pertama.

Setelah melahirkan anak pertamanya hingga kini mereka tak pernah berhubungan badan lagi. Dan kini, melihat kakaknya digenjot seperti itu, tanpa terasa birahi Bella perlahan naik. Beberapa kali dia menggesekan kedua pahanya karena vaginanya terasa agak gatal. Dia hampir saja membuang pikiran itu saat kemudian melihat Pak Reman menarik penisnya yang besar dari anus Anggi.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Bella terkesima melihat ukuran penis itu, benar-benar besar. Dia tak bisa membayangkan bagaimana jika penis itu mengacak-acak liang vaginanya. Kemudian Bella melihat kakaknya yang masih bergoyang diatas tubuh Agus disuruh untuk mengulum penis Pak Reman, dan Anggi melakukan begitu saja. Bahkan terlihat Anggi begitu rakus menjilati dan menghisap penis besar itu, sambil bergoyang liar memanjakan penis Agus. Bella terbelalak melihat pemandangan itu, dia tak percaya kakaknya bisa seliar itu dengan 2 pria sekaligus.

Melihat semua itu membuat vagina Bella semakin gatal. Semakin sering dia menggesekan kedua pahanya, dan semakin basah dia rasakan vaginanya. Bella sempat melihat puting susunya yang terbuka itu juga mulai mengeras. Dia terangsang melihat kakak kandungnya sedang disetubuhi oleh 2 orang pria yang bukan suaminya.

Dalam benaknya terbayang dia ada diposisi Anggi. Entah kenapa Bella jadi tidak ingat lagi dengan suami dan anak-anaknya. Rasanya dia ingin sekali menggantikan posisi sang kakak dan mendapatkan kenikmatan yang sama.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Kembali dia lihat kakaknya yang sedang bercinta itu bergoyang semakin liar. Sepertinya kakaknya akan segera orgasme lagi. Begitupun Agus yang menyodoknya dari bawah, dan Pak Reman yang sedang dikulum penisnya oleh Anggi. Mereka nampaknya sebentar lagi akan orgasme bersamaan lagi. Dan benar saja, beberapa saat kemudian ketiga tubuh itu kembali mengejang.

Agus dan Pak Reman mendesah panjang sedangkan desahan Anggi tertahan oleh penis Pak Reman yang masih berada dan menumpahkan sperma dimulutnya. Anggi langsung menelan habis semua cairan itu, lalu menjilati penis Pak Reman untuk membersihkannya.

Selesai itu Agus mencabut penisnya dari vagina Anggi dan membiarkan wanita itu tidur terlentang. Sementara itu Pak Reman kembali dengan penisnya yang masik keras langsung menggagahi Anggi lagi. Tentu saja Anggi terkejut karena penis itu baru menyemprotkan sperma dimulutnya, tapi sudah langsung menghujam vaginanya lagi. Dia benar-benar kagum dengan keperkasaan Pak Reman.

Akhirnya Anggi benar-benar menyerah dan takluk untuk melayani Pak Reman sepenuh hatinya, karena dia sendiri juga senang bisa terpuaskan nafsunya yang meledak-ledak itu. Desahan Anggi terdengar dengan jelas dan erotis saat Pak Reman menggenjot vaginanya dengan kencang.

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Sementara Pak Reman dan Anggi kembali bercinta, Agus dengan tubuh telanjang bulat dan penis yang masih mengacung tegak berjalan mendekati Bella. Bella yang sebenarnya ketakutan justru pandangannya terpaku pada penis Agus itu. Semakin Agus mendekat semakin jantungnya berdebar kencang. Hingga akhirnya lelaki yang baru saja menyetubuhi kakak kandungnya itu berada tepat didepannya.

“Ma, mau apa kamu?” tanya Bella dengan nada bergetar.
“Aku tau Mbak Bella sedari tadi sudah pengen kan. Sekarang giliran Mbak Bella yang aku puasin” jawab Agus.
“Jangan ngawur kamu ngomong. Cepet lepasin ikatanku atau aku bakalan laporin kalian ke polisi” ancam Bella.
“Mau lapor apaan mbak? Perkosaan? Itu liat aja sendiri kakakmu malah keenakan kami entot. Kalo kamu lapor apa nggak kakakmu yang malu?” Agus dengan santainya.

“Hmmmmpp” Bella terkejut dan menahan desahannya ketika tangan Agus dengan seenaknya meremas buah dadanya. Dia juga memilin putingnya yang sudah mulai mengeras. Agus tersenyum melihat itu, lalu tangannya merogoh ke vaginanya yang sudah terbuka. Ternyata sudah cukup basah disana.
“Walah walah, ternyata kamu horni juga ya mbak lihat kakakmu kami entot tadi, pengen juga ya kamu?” tanya Agus mengejek.
“Enggak ahh, lepasin Gus” jawab Bella.
“Udah mbak Bella nggak usah mungkir. Buktinya pentilmu udah keras, memekmu juga udah basah”

Cerita Dewasa Dendam Pegawai Senior Part 3

Bella hanya bisa menggeleng saja karena sekarang jari tengah Agus sudah masuk di vaginanya dan mengocoknya dengan pelan. Bella merem melek menerima itu. Dia menutup erat mulutnya agar tak sampai keluar desahannya. Tapi kemudian tiba-tiba Agus menarik jarinya dan membuat Bella menarik nafas lega.

Agus kemudian menarik kepala Bella hingga sekarang wajahnya persis berada didepan penis Agus yang mengacung. Agus membelai kepala Bella yang masih tertutup jilbab itu sambil mendekatkan penisnya ke mulut Bella.

“Ayo buka mulutnya, isepin kontolku kayak kakakmu tadi ngisepin kontol Pak Reman”

Bersambung…

Related Post

  • Cerita Bokep Nyobain Memek Peret Pembantu 150x150

    Cerita Bokep Nyobain Memek Peret Pembantu

    Cerita Bokep Nyobain Memek Peret Pembantu - Saat itu aku baru lulus SMA, aku melanjutkan kuliah di Bandung. Di sana aku tinggal di rumah pamanku. Paman dan bibi dengan senang hati menerimaku tinggal
  • Cerita Dewasa Menggoyang Vagina Murid Baruku 150x150

    Cerita Dewasa Menggoyang Vagina Murid Baruku

    Cerita Dewasa Menggoyang Vagina Murid Baruku - Perkenalkan, namaku iky, umurku baru 24 tahun dan belum menikah. Meski begitu, aku sudah bekerja, aku seorang guru yang sering melayani konsultasi para
  • Cerita Dewasa Sensasi Vagina Berdenyut 150x150

    Cerita Dewasa Sensasi Vagina Berdenyut

    Cerita Dewasa Sensasi Vagina Berdenyut - Namaku Eva, seoarang wanita keturunan, usiaku 27 tahun dan aku sudah mempunyai seorang anak dari suami yg sangat kucintai. Akan tetapi ada satu sifat dari
  • Cerita Dewasa Melunasi Hutang Suami 150x150

    Cerita Dewasa Melunasi Hutang Suami

    Cerita Dewasa Melunasi Hutang Suami - Perkenalkan, namaku adalah Anti umurku 29 tahun, aku adalah seorang istri dari seorang lelaki bernama Bayu yang umurnya juga sama denganku. Aku hanyalah seorang
  • Cerita Dewasa Pemerkosaan Empat Orang Sahabat 150x150

    Cerita Dewasa Pemerkosaan Empat Orang Sahabat

    Cerita Dewasa Pemerkosaan Empat Orang Sahabat - Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam lebih saat film yang diputar dibioskop tersebut akhirnya usai. Para penonton pun akhirnya berhamburan keluar